Ichsan Kurniawan Ingin Jadi Legenda di Sriwijaya FC

Ichsan Kurniawan Ingin Jadi Legenda di Sriwijaya FC

Bagaimana tidak, motivasi Ichsan Kurniawan yang lahir di Sumatera Selatan 25 Desember 1995 ini, kelak ingin menjadi legenda SFC. "Harapan dan motivasi Ichsan mau membanggakan Sumsel dengan menjadi legenda SFC. Semoga itu bisa saya wujudkan," kata gelandang muda SFC alumni Sekolah Olahraga Negeri Sriwijaya ini.

Sayembara Jersey Sriwijaya FC Berhadiah 10 Juta

Sayembara Jersey Sriwijaya FC Berhadiah 10 Juta

Manajemen Sriwijaya FC (SFC) menggelar sayembara desain jersey Laskar Wong Kito untuk musim 2017. Meski kompetisi Torabika Soccer Championship (TSC) 2016 belum berakhir, namun lomba desain jersey tetap akan dilakukan.

Menang Tipis dari PSM, Sriwijaya FC Geser Persib Bandung

Menang Tipis dari PSM, Sriwijaya FC Geser Persib Bandung

Sriwijaya FC berhasil mendapatkan kemenangan ketika menghadapi PSM di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring hari Sabtu tanggal 18 Juni 2016. Klub yang berjuluk Laskar Wong Kito itu, menang 1-0 dari PSM melalui gol yang diciptakan oleh Alberto Goncalves di menit 90.

Nasrun Umar : "Kalau Kalah, Silahkan Salahkan Saya"

Nasrun Umar : "Kalau Kalah, Silahkan Salahkan Saya"

"Saya bangga dengan klub ini. Jika mendapatkan kemenangan, ini adalah kemenangan kalian. Tapi, jika mendapatkan kekalahan, kalian bisa salahkans aya. Saya manager yang bertanggung jawab untuk tim ini. Jangan tinggalkan saya sendiri untuk membangun klub yang kita banggakan ini." pintanya.

Jumat, 29 Juli 2016

Hendro Kartiko Puji Penampilan Penjaga Gawang Jebolan Sumsel Super League

Tri Hamdani Goentara, Penjaga Gawang Sriwijaya FC dan merupakan Penjaga Gawang Jebolan Kompetisi Sepak Bola di Sumatera Selatan yang bernama Sumsel Super League (sumber foto : internet)
Tri Hamdani Goentara, Penjaga Gawang Sriwijaya FC dan merupakan Penjaga Gawang Jebolan Kompetisi Sepak Bola di Sumatera Selatan yang bernama Sumsel Super League (sumber foto : internet)
PALEMBANG --- Keberhasilan Sriwijaya FC mendapatkan kemenangan ketika menghadapi Perseru Serui hari Rabu tanggal 27 Juli 2016 kemarin di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, memberikan catatan tersendiri bagi Penjaga Gawang klub yang berjuluk Laskar Wong Kito itu.

Try Hamdani Goentoro yang turun memperkuat Sriwijaya FC sebagai penjaga gawang pada pertandingan tersebut, mendapatkan penilaian dari Pelatih Penjaga Gawang Sriwijaya FC, Hendro Kartiko.

"Tidak hanya Teja Paku Alam dan Yogi Triana saja yang bagus, Try juga bermain sangat bagus dan mereka mempunya kualitas dan kemampuan untuk berkembang menjadi lebih baik lagi. Kita beruntung memiliki tiga penjaga gawang ini." kata Hendro Kartiko.

Hendro Kartiko yang juga mantan penjaga gawang Sriwijaya FC, mengatakan bahwa dengan latihan yang tekun dan banyak turun dalam suatu pertandingan, kualitas penjaga gawang akan lebih meningkat. "Hanya masalah kesempatan saja yang ada selama ini." tambahnya.

Sementara itu, Tri Hamdani Goentara yang merupakan penjaga gawang PS. PUSRI di Sumsel Super League, mengaku sangat menikmati penampilan perdananya. "Gugup sih memang sempat, tetapi sudah tidak terasa lagi setelah itu dan bisa menikmati pertandingan. Ini juga bantuan dari pemain senior agar saya bisa lebih tenang dari menit ke menitnya." kata pemain kelahiran tahun 1994 itu.

Keberhasilan mendapatkan tiga poin, membawa Sriwijaya FC naik ke peringkat empat klasemen sementara dengan total 22 poin dari dua belas pertandingan. Saat ini, Supardi Nasir dan kawan-kawan tertinggal 5 poin dari pimpinan klasemen yakni Arema Cronus dan Madura United yang sudah mendapatkan 27 poin untuk sementara waktu.

Polling : Pemain Terbaik Sriwijaya FC Lawan Perseru Serui

Kamis, 28 Juli 2016

Sriwijaya FC Kembali Ke Jalur JUARA

Pemain Sriwijaya FC di Torabika Soccer Championship tahun 2016, Hilton Moreira (sumber foto : internet)
Pemain Sriwijaya FC di Torabika Soccer Championship tahun 2016, Hilton Moreira (sumber foto : internet)
PALEMBANG -- Sriwijaya FC sukses mendapatkan kemenangan ketika menghadapi Perseru Serui di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring hari Rabu tanggal 27 Juli 2016. Satu gol yang diciptakan oleh Hilton Moreira pada menit 81, membawa klub kebanggaan masyarakat Sumatera Selatan itu berada di peringkat empat klasemen sementara.

Sampai dengan pertandingan ke dua belas saat ini, Sriwijaya FC telah berhasil mengumpulkan total 22 poin untuk sementara waktu. Poin tersebut berasal dari enam kali kemenangan, empat kali hasil seri, dan dua kali kekalahan. Sedangkan dari sisi produktifitas gol, klub yang berjuluk Laskar Wong Kito itu mampu menciptakan 17 gol dan kebobolan sebanyak 7 kali.

Di peringkat tiga, klub yang tidak terlalu diperhitungkan sebelumnya yakni Bhayangkara Surabaya United, berhasil mendapatkan 23 poin dari dua belas pertandingan yang dijalani. Dari dua belas pertandingan itu, Bhayangkara Surabaya United mendapatkan tujuh kali kemenangan, dua kali hasil imbang, dan tiga kali kekalahan. Sedangkan dari sisi produktifitas gol, Bhayangkara Surabaya United hanya unggul satu gol dari Sriwijaya FC karena mampu menciptakan 18 gol dan dari sisi kemasukkan, lini belakang Sriwijaya FC masih lebih baik karena Bhayangkara Surabaya United sudah kebobolan sebanyak 12 kali. 

Sama dengan Bhayangkara Surabaya United, Madura United yang kini berada di peringkat dua dengan total sementara 27 poin, juga kebobolan 12 gol dan berhasil menciptakan gol sebanyak 20 kali ke gawang lawan. Jumlah ini merupakan yang paling besar dari semua peserta Torabika Soccer Championship tahun 2016 ini. Selain itu, Madura United mendapatkan delapan kali kemenangan, tiga kali hasil imbang, dan satu kali kekalahan.

Setidaknya, Arema Cronus lebih beruntung dari Madura United. Berada di peringkat pertama klasemen sementara dengan total poin yang sama dengan Madura United, Arema Cronus unggul selisih gol karena baru kebobolan sebanyak 3 kali. Jumlah yang paling sedikit diantara klub-klub lainnya. Sedangkan dari sisi mencetak gol ke gawang lawan, Arema Cronus sama dengan Sriwijaya FC dan Semen Padang yang baru menciptakan 17 gol ke gawang lawan.

Sriwijaya FC akan menjalani pertandingan selanjutnya di Torabika Soccer Championship tahun 2016 menghadapi tuan rumah Barito Putera hari Senin tanggal 01 Agustus 2016. Keberhasilan mendapatkan kemenangan, merupakan target yang harus direalisasikan dengan sekuat tenaga untuk bisa bersaing menjadi juara. Tentunya, dukungan dan do'a dari semua elemen Sriwijaya FC, merupakan faktor penting yang ikut mempengaruhi keberhasilan tersebut.

Polling : Pemain Terbaik Sriwijaya FC lawan Perseru

Rabu, 27 Juli 2016

Kata Widodo Cahyono Putro : "Semua Pertandingan Adalah Final"

Widodo Cahyono Putro, Pelatih Sriwijaya FC di Torabika Soccer Championship tahun 2016 (sumber foto : internet)
Widodo Cahyono Putro, Pelatih Sriwijaya FC di Torabika Soccer Championship tahun 2016 (sumber foto : internet)
PALEMBANG -- Kegagalan mendapatkan kemenangan pada dua pertandingan terakhir yang dijalani, mengharuskan Pelatih Sriwijaya FC untuk berfikir keras bagaimana caranya agar mendapatkan strategi yang mantap untuk mengalahkan Perseru hari Rabu Sore tanggal 27 Juli 2016 di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang.

Seperti diketahui sebelumnya Sriwijaya FC gagal mendapatkan kemenangan ketika menjadi tuan rumah ketika melawan Persela Lamongan Hari Kamis tanggal 21 Juli 2016 yang lalu. Saat itu, Zalnando dan kawan-kawan dipaksa bermain imbang oleh Persela dengan skor akhir 2-2.

Selain ditahan imbang Persela, di pertandingan sebelumnya klub yang berjuluk Laskar Wong Kito itu juga dipaksa bertekuk lutut oleh Semen Padang tanggal 15 Juli 2016. Saat itu, Yogi Triana dan kawan-kawan harus menderita kekalahan dengan skor akhir 2-1 dari klub yang berjuluk Kabau Sirah tersebut.

Menanggapi hasil pertandingan yang tidak sesuai dengan harapan, Widodo Cahyono Putro dan jajaran pelatih yang lainnya pun mendapatkan peringatan dari Manajemen. Manajemen berharap agar di pertandingan berikutnya, permainan tim bisa lebih baik lagi dan mendapatkan kemenangan agar peluang untuk menjadi Juara Torabika Soccer Championship tahun 2016 tetap terjaga.

"Peringatan itu wajar dan kita pun menyadarinya. Kami sepakat, kita harus melihat ke depan, tidak lagi melihat ke belakang. Tentunya kita akan berusaha dengan keras untuk mendapatkan kemenangan di pertandingan selanjutnya." kata Widodo beberapa hari yang lalu.

Kini, Widodo Cahyono Putro mengajak semua pemain untuk menatap pertandingan ke depan dengan semangat juara. Dirinya mengaku bahwa sudah mempelajari dua pertandingan tersebut dan siap memperbaiki kekurangan yang terjadi.

"Dari dua pertandingan terakhir, kita belajar banyak mengenai kesalahan yang telah dilakukan dan bagaiamana cara mengantisipasinya. Oleh karena itu, kami menganggap bahwa semua pertandingan yang akan dijalani, adalah pertandingan final dimana  kemenangan harus didapatkan dan konsentrasi harus tetap terjaga hingga pertandingan selesai." ujar Pelatih asal Cilacap itu.

Selasa, 26 Juli 2016

Manajemen Sriwijaya FC Peringatkan Widodo Cahyono Putro

Widodo Cahyono Putro, Pelatih Sriwijaya FC di Torabika Soccer Championship tahun 2016 (sumber foto : internet)
Widodo Cahyono Putro, Pelatih Sriwijaya FC di Torabika Soccer Championship tahun 2016 (sumber foto : internet)
PALEMBANG - Hasil yang tidak terlalu baik didapatkan oleh Sriwijaya FC selama dua pertandingan terakhir, membuat manajemen klub yang berjuluk Laskar Wong Kito itu memanggil Sang Pelatih. Widodo Cahyono Putro yang merupakan Pelatih Sriwijaya FC, mendapatkan peringatan agar bisa mendapatkan hasil yang baik lagi yakni kemenangan.

"Peringatan itu wajar dan kita pun menyadarinya. Kami sepakat, kita harus melihat ke depan, tidak lagi melihat ke belakang. Tentunya kita akan berusaha dengan keras untuk mendapatkan kemenangan di pertandingan selanjutnya." kata Widodo Cahyono Putro, seperti dilansir dari fourfourtwo.com.

Sementara itu, ketika diminta komentarnya mengenai mundurnya Achmad Hisyam Tolle dari skuad saat ini, Pelatih asal Cilacap tersebut tidak mempermasalahkannya. Dirinya menginginkan, skuad yang ada saat ini dihuni oleh pemain yang memang benar-benar serius untuk Sriwijaya FC.

"Saya tegaskan, Sriwijaya FC hanya memerlukan pemain yang hatinya sepenuhnya ada di tim ini. Jika ada pemain yang setengah hati memperkuat klub ini, maka untuk apa lagi harus dipertahankan." ujarnya.

Sampai saat ini, Sriwijaya FC telah menjalani sebelas pertandingan. Dua pertandingan terakhir, bisa dikatakan tidak terlalu memuaskan. Ketika bertandang ke Stadion H. Agus Salim menghadapi Semen Padang tanggal 15 Juli 2016, Mauricio Leal dan kawan-kawan harus kalah 1-2. Sedangkan ketika bertindak sebagai tuan rumah hari Kamis tanggal 21 Juli 2016, Sriwijaya FC ditahan imbang 2-2 oleh klub papan bawah yakni Persela Lamongan.

Tentunya pertandingan melawan Perseru hari Rabu tanggal 27 Juli 2016 besok, harus dimanfaatkan dengan baik oleh Alberto Goncalves dan kawan-kawan. Kemenangan merupakan hasil mutlak yang harus didapatkan agar bisa terus bersaing di papan atas klasemen untuk menjadi juara.

Kini, Sriwijaya FC berada di peringkat 5 klasemen sementara dengan total 19 poin dari sebelas pertandingan. Diatasnya ada Madura United yang berada di peringkat pertama dengan total 27 poin dari dua belas pertandingan, kemudian Arema Cronus 26 poin dari sebelas pertandingan, Bhayangkara Surabaya United 23 poin dari 12 pertandingan, dan Semen Padang 20 poin dari dua belas pertandingan.

Polling : Pemain Terbaik Sriwijaya FC lawan Persela Lamongan

Jumat, 22 Juli 2016

Sriwijaya dan Persela Harus Puas Berbagi Angka

Skuad Sriwijaya FC di Torabika Soccer Championship tahun 2016 (sumber foto : internet)
Skuad Sriwijaya FC di Torabika Soccer Championship tahun 2016 (sumber foto : internet)
PALEMBANG -- Sriwijaya FC dan Persela Lamongan harus puas berbagi angka di pekan ke-11 Torabika Soccer Championship (TSC), yang dihelat di Gelora Sriwijaya, Palembang, 21 Juli 2016. Sriwijaya sempat unggul hingga jeda babak pertama dengan skor 2-1, berkat gol Muhammad Ridwan dan Beto Goncalves. 

Sementara gol untuk Persela dicetak gol Adelmund Kristian, sesaat sebelum babak pertama usai. Namun, Persela bangkit di babak kedua dengan mampu menyamakan skor lewat pemain pengganti, Victor Pae. Kedua tim langsung melancarkan serangan sejak menit awal. 

Di 10 menit pertama, setidaknya terjadi empat kali percobaan tembakan dari kedua tim. Percobaan terakhir dilakukan Persela lewat Taufik Febriyanto, namun masih menyamping. Akhirnya tuan rumah bisa unggul di menit 11. Akselerasi Goncalves di sisi kiri tak mampu dikejar pemain belakang Persela. Umpan menyilangnya tepat mengarah ke Muhammad Ridwan yang sudah menunggu di bibir gawang. Sontekannya menggetarkan jala gawang Choirul Huda. 

Herman Dzumafo mencoba menekan dari sisi kanan. Sprintnya berhasil melewati kawalan bek Sriwijaya. Namun upaya di menit 18 itu sia-sia karena umpan crossingnya bisa diamankan Yogi Triana. M. Ridwan, yang menjadi motor serangan tim kembali menunjukkan kapasitasnya di menit 28. 

Lewat tendangan spekulasi kaki kiri, dia coba membawa timnya unggul, namun usahanya tersebut masih belum menemui sasaran. Seakan merespon percobaan dari M. Ridwan, Penggawa Persela tak mau kalah unjuk keberanian melakukan sepakan jarak jauh, dua menit berselang. Kini giliran Jose Pedrosa Galan yang melakukan dari luar kotak penalti. Hasilnya pun sama, melambung. Peluang Sriwijaya menambah keunggulan terjadi di menit 39. 

Usaha Adelmund mengamankan kotak penalti, justru berakhir petaka karena dia melakukan hand ball. Wasit Najamuddin pun tak ragu menunjuk titik putih. Beto Goncalves yang ditunjuk menjadi eksekutor, mampu menjalankan tugasnya dengan baik. Sriwijaya unggul 2-0. Adelmund membayar lunas kesalahannya dengan sempurna. Lewat sebuah tendangan bebas jarak jauh, dia mencetak gol dari jarak 30 meter di masa injury time dan memperkecil ketinggalan. Skor 2-1 bertahan hingga akhir babak pertama. 

Babak kedua, peluang demi peluang terus terjadi, seperti yang tercipta di menit 66. Coba menduplikasi gol Adelmund, Hilton Moreira coba menjadi eksekutor tendangan bebas. Sayangnya bola sepakannya melewati mistar gawang. Beto! dia memperoleh peluang cantik di menit 79. Memanfaatkan umpan crossing, dengan sempurna dia menjangkau bola dengan kepala dan mengarahkannya ke gawang. Tapi bola masih melebar. 

Keputusan Sutan Harhara memainkan Victor Pae terbukti tepat. Karena lewat pemain pengganti ini, Persela mampu menyamakan skor menjadi 2-2 di menit 85. Berawal dari umpan pendek Dzumafo, Pae mengejar bola yang membuatnya berada dalam posisi satu lawan satu dengan kiper. Beto lagi-lagi mendapat peluang di menit 88. 

Menguasai bola di sisi kiri, dia langsung merangsek ke kotak penalti Persela dan melepaskan tendangan kaki kanan. Sayang tembakannya masih terlalu lemah. Di empat menit tambahan waktu, kedua tim tak bisa menambah gol dan pertandingan berakhir dengan skor 2-2.

Polling : Pemain Terbaik Sriwijaya FC Pertandingan 11 Lawan Persela

SUSUNAN PEMAIN

SRIWIJAYA FC : Yogi Triana, Zalnando, Mauricio Maciel, A.A Ngurah Wahyu, Supardi Nasir, Ichsan Kurniawan, Yoo Hyun Koo, Eka Ramdani, Muhammad Ridwan (Yohanis Nabar 70'), Alberto Goncalves, Hilton Moreira. 

PERSELA LAMONGAN: Choirul Huda, Edy Gunawan, Adelmund Kristian, M. Zainal Haq, Taufik Febriyanto, Jusmadi, Jose Pedrosa Galan (Tamsil Sijaya 78'), Zainal Arifin (Victor Pae 51'), Zulvin Zamrun, Dendi Sulistyawan. Herman Dzumafo Epandi. (viva)

Rabu, 20 Juli 2016

Sriwijaya FC Bantah Bajak Ramdani Lestaluhu

Sekretaris PT. Sriwijaya Optimis Mandiri, Faisal Mursyid (sumber foto : internet)
Sekretaris PT. Sriwijaya Optimis Mandiri, Faisal Mursyid (sumber foto : internet)
PALEMBANG - Semakin kencangnya isu yang beredar di media massa mengenai keinginan Sriwijaya FC untuk membajak Ramdani Lestaluhu dari Persija, mendapatkan respon dari Manajemen klub yang berjuluk Laskar Wong Kito itu. Manajemen membantah bahwa mereka melakukan komunikasi dengan pemain dari Tulehu itu.

"Tidak ada komunikasi dengan dia (Ramdani Lestaluhu - red) sampai dengan saat ini. Apabila ada sudah komunikasi, tentu kami mengetahuinya." kata Faisal Mursyid, Sekretaris PT. Sriwijaya Optimis Mandiri, perusahaan yang mengelola Sriwijaya FC.

Faisal mengatakan, saat ini tim sedang fokus untuk menjalani latihan guna mendapatkan kemenangan pada dua pertandingan sisa yang akan dijalani dalam waktu dekat. Kegagalan mendapatkan poin ketika menghadapi Semen Padang, mendapatkan perhatian yang serius dari jajaran pelatih agar tidak terulang lagi.

"Saat ini kami fokus untuk dua pertandingan ke depan. Mengenai pemain baru, nanti akan dikomunikasikan lagi karena bursa transfer tengah musim juga masih lama akan dibuka." kata pria yang akrab disapa dengan panggilan Datuk itu.

Pertandingan menghadapi Persela Lamongan di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, hari Kamis tanggal 21 Juli 2016 mendatang, memang harus mendapatkan perhatian yang serius dari Sriwijaya FC. Alasannya, kegagalan mendapatkan poin dari pertandingan sebelumnya, menjadikan Hilton Moreira dan kawan-kawan untuk sementara turun ke peringkat tiga dengan total 18 poin dari sepuluh pertandingan.

Sedangkan di peringkat satu dan dua, Arema Cronus masih berdiri kokoh dengan total 23 poin sementara dari 10 pertandingan dan diikuti oleh Madura United yang mendapatkan 21 poin dari 10 pertandingan. (omg)

Selasa, 19 Juli 2016

Teja Paku Alam Habiskan 19 Botol Infus

Penjaga Gawang Sriwijaya FC di Torabika Soccer Championship tahun 2016, Teja Paku Alam (sumber foto : internet)
Penjaga Gawang Sriwijaya FC di Torabika Soccer Championship tahun 2016, Teja Paku Alam (sumber foto : internet)
PALEMBANG -- Pelatih kiper Sriwijaya FC Hendro Kartiko mengatakan, tidak akan menurunkan Teja Paku Alam saat menjamu Persela Lamongan di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, (21/7). Meski nanti Teja sudah keluar dari rumah sakit, tetap saja tidak bisa langsung diturunkan. Kesehatan Teja lebih penting agar ia bisa kembali sehat optimal terlebih dahulu. 

“Kalau pun sudah pulang dari RS, Teja tentu tidak boleh langsung berlatih yang berat dan pemulihan kondisinya terlebih dulu. Jadi lebih baik sekarang kita menunggu hingga benar-benar sehat,” ujar Hendro, kemarin. 

Diakuinya, waktu pemulihan pasca perawatan di rumah sakit setidaknya akan memakan waktu 1 minggu hingga 10 hari. “Itu pun jika kondisinya sudah benar-benar pulih, jadi melawan Persela Lamongan di pertengahan minggu ini rasanya Teja belum dapat bermain kembali,” tegasnya. 

Begitu pun partai selanjutnya, saat akan kembali menjamu Perseru Serui di Stadion Gelora Sriwijaya, (27/7). 

Sementara itu, Teja Paku Alam mengaku kondisinya kini jauh membaik dan tinggal menunggu rekomendasi dari dokter kapan diperbolehkan pulang. “Kemarin saat terakhir diperiksa, trombosit saya masih dibawah 100 jadi mesti dirawat dulu. Jika nanti sudah diatas itu, maka sudah boleh pulang,” ungkap jebolan Sriwijaya FC U-21 ini. 

Pemain yang sempat menimba ilmu di SAD Uruguay ini mengaku sejak dirawat Kamis (14/7) lalu, dirinya sudah menghabiskan 19 botol infus dan menjalani sejumlah pemeriksaan. Selama dirawat di RS Bari didampingi ayahnya tercinta yang sengaja dari kampung halamannya di Padang. 

"Kaki ini sudah gatal ingin bermain lagi, namun memang kondisinya belum pulih. Sekarang saya fokus mengikuti semua perintah dokter agar cepat sembuh,” pungkasnya. (jpnn)

Senin, 18 Juli 2016

Tanpa Libur, Fisik Skuat Sriwijaya FC Digenjot

Pelatih Sriwijaya FC di Torabika Soccer Championship tahun 2016, Widodo Cahyono Putro (sumber foto : internet)
Pelatih Sriwijaya FC di Torabika Soccer Championship tahun 2016, Widodo Cahyono Putro (sumber foto : internet)
PALEMBANG - Sriwijaya FC langsung menggeber latihan, setelah kalah menghadapi Semen Padang FC 1-2, dalam lanjutan kompetisi Torabika Soccer Championship (TSC) A 2016. Segudang pekerjakan rumah (PR) yang harus diperbaiki dalam laga ke depan. 

Demi mengembalikan performa Alberto Goncalves dan kawan-kawan yang sempat dinilai kendur, head coach Sriwijaya FC, Widodo C Putro, siap menggembleng skuat jersey kuning tanpa jatah libur. 

"Tidak ada jatah libur, kita harus konsen dengan latihan. Apalagi jadwal pertandingan lawan Persela Lamongan sudah cukup mepet," ungkap Widodo C Putro usai latihan, kemarin (17/7). 

Biasanya memang setiap Minggu pasti libur. "Kita harus lupakan kekalahan kemarin karena kompetisi masih panjang. Makanya setelah selesai pertandingan tim langsung pulang untuk mempersiapkan laga berikutnya," kata mantan asisten Tim Nasional Indonesia Senior tersebut. 

Seperti diketahui, usai pulang dari Padang, Sriwijaya FC punya tantangan untuk menyapu bersih dua laga kandang terdepan. Yakni menjamu Persela Lamongan (21/7) dan Perseru Serui (27/7). Karena itulah, mantan pelatih Persegres Gresik United itu pun mengenjot fisik para pemain. 

Kendati dalam guyuran hujan para pemain tetap melakukan latihan fisik di bawah besutan Keith “Kayamba” Gumbs. "Jadi kita hari ini (kemarin, Red) latihan pengembalian kondisi fisik serta menguatkan lagi organisasi tim," jelasnya lagi. 

Berdasarkan pantauan di lapangan para skuat Laskar Wong Kito terlihat lebih antusias jauh sebelum latihan sebelumnya. Tampaknya kekalahan di Padang menjadi cambuk semangat hingga tidak terlihat raut muka kelelahan. 

Kalah dari Semen Padang membuat penyabet gelar double winner edisi 2007/2008 itu kini berada di urutan ketiga klasemen sementara dengan 18 poin. Sedangkan diposisi puncak ditempati Madura United, 21 poin, berhasil menggeser Arema Cronus memiliki 20 poin karena belum melakoni laga kesepuluhnya. 

Bek tegah Sriwijaya FC, Ngurah Nanak mengaku tidak mempermasalahkan tim tidak mendapatkan jatah libur hingga harus kembali latihan. "Tidak ada libur tidak masalah itu sendiri yang kami minta agar persiapan lebih matang lagi," tutup pemain asal Bali tersebut.(jpnn)

Minggu, 17 Juli 2016

Kata Supardi : “Jangan Ada Kesalahan Sekecil Apapun”

Pemain Bertahan Sriwijaya FC di Torabika Soccer Championship tahun 2016, Supardi Nasir (sumber foto : internet)
PALEMBANG — Kegagalan Sriwijaya FC mendapatkan kemenangan ketika menghadapi tuan rumah Semen Padang hari Jum’at tanggal 15 Juli 2016 di Stadion H. Agus Salim, Padang, dianggap sebagai pembelajaran oleh Pemain klub yang berjuluk Laskar Wong Kito itu. 

Kapten tim Sriwijaya FC, Supardi, mengatakan bahwa kekalahan dengan skor akhir 1-2 itu mengajarkan agar tidak boleh terjadi kesalahan sekecil apapun apabila masih ingin terus bersaing di Torabika Soccer Championship tahun 2016. 

“Kita tidak bisa menyalahkan satu pemain saja karena kita kita bermain secara tim, jadi tanggung jawab bersama. Tidak ada namanya saling menyalahkan, kita harus terus bersemangat untuk mewujudkan target menjadi juara TSC tahun ini.” kata Supardi, seperti dilansir oleh jpnn.com. 

Pemain kelahiran 9 April itu mengajak semua rekan-rekannya untuk tidak larut dalam kekalahan itu karena kompetisi masih panjang dan membutuhkan tenaga yang ekstra untuk mendapatkan hasil yang terbaik.

“Jarak kita dengan Arema tidak terlalu jauh dan kompetisi ini masih panjang. Jadi, kita tidak boleh terlalu larut pada pertandingan kemarin, masih ada banyak pertandingan kedepan yang harus dimanfaatkan dengan sebaik mungkin.” ajaknya. 

Kekalahan dari Semen Padang, mengharuskan Sriwijaya FC untuk turun ke posisi tiga dengan dengan total 18 poin dari 10 pertandingan. Sampai saat ini, Wildansyah dan kawan-kawan sudah mendapatkan lima kali kemenangan, tiga kali kekalahan, dan dua kali kekalahan. 

Selain itu, Teja Paku Alam dan kawan-kawan baru kebobolan lima gol dan memasukkan bola ke gawang lawan sebanyak empat belas kali. Sedangkan di posisi pertama, ditempati oleh Madura United dengan total 21 poin dari 10 pertandingan. Di posisi kedua, ditempati oleh Arema Cronus yang sudah mendapatkan 20 poin dari sembilan pertandingan yang baru mereka jalani. (Oyong Hairudin)

Jumat, 15 Juli 2016

Tanpa Teja Paku Alam dan Ahmad Jufrianto, Sriwijaya FC Ingin Dapatkan Kemenangan

Pelatih Sriwijaya FC di Torabika Soccer Championship tahun 2016, Widodo Cahyono Putro (sumber foto : internet)
Pelatih Sriwijaya FC di Torabika Soccer Championship tahun 2016, Widodo Cahyono Putro (sumber foto : internet)
PALEMBANG - Sriwijaya FC akan kembali melanjutkan pertandingan di Torabika Soccer Championship tahun 2016. Lawan yang akan dihadapi oleh klub yang berjuluk Laskar Wong Kito itu adalah Semen Padang yang akan bertindak sebagai tuan rumah pada pertandingan yang akan dilaksanakan hari Jum'at tanggal 15 Juli 2016 tersebut.

Meskipun bermain tanpa dua orang pemain andalan yakni Teja Paku Alam di posisi Penjaga Gawang dan Ahmad Jufrianto sebagai Gelandang Bertahan, Sriwijaya FC tetap menetapkan target tiga poin harus didapatkan dari pertandingan itu.

"Kita harapkan, keberhasilan mendapatkan tiga poin dari pertandingan-pertandingan sebelumnya, bisa berlanjut pada pertandingan lawan Semen Padang nanti. Kita lihat, anak-anak dalam motivasi yang tinggi untuk mendapatkannya." kata Widodo Cahyono Putro, Pelatih Sriwijaya FC.

Selain itu, Pelatih Asal Cilacap tersebut menjelaskan, di posisi Penjaga Gawang telah disiapkan Try Goentoro untuk melapisi Teja Paku Alam yang tidak bisa turun di pertandingan itu nantinya karena mengalami demam.

"Kita telah siapkan Try Goentoro untuk posisi penjaga gawang. Kualitasnya tidak jauh berbeda dengan Teja." ujarnya.

Sedangkan di posisi yang ditinggalkan oleh Ahmad Jufrianto yang mengalami cedera, Widodo Cahyono Putro mengaku tidak terlalu pusing karena banyak pemain yang bisa diturunkan pada posisi itu.

"Bisa saja kita turunkan Hisyam Tolle atau Eka Ramdhani. Banyak alternatif untuk mengisi posisi yang ditinggalkan. Mengenai siapa yang pastinya akan diturunkan, kita tunggu sebelum pertandingan dimulai." jelas Widodo.

Sekedar informasi tambahan, Saat ini Sriwijaya FC berada di peringkat dua klasemen sementara dengan total 18 poin dari sembilan pertandingan yang telah dijalani. Sedangkan Semen Padang, sampai dengan saat ini yang juga sudah menjalani sembilan pertandingan, mendapatkan 13 poin. (detiksumsel)

Kamis, 07 Juli 2016

Momen Berkumpul Bersama Keluarga

Teja Paku Alam, Penjaga Gawang Sriwijaya FC di Torabika Soccer Championship tahun 2016 (sumber foto : internet)
Teja Paku Alam, Penjaga Gawang Sriwijaya FC di Torabika Soccer Championship tahun 2016 (sumber foto : internet)
PALEMBANG - Padatnya jadwal pertandingan di Torabika Soccer Championship, memaksa pemain untuk menghabiskan waktu menjalani latihan dan bertanding menghadapi tim-tim yang menjadi lawan tanding. Tentunya, aktifitas ini mengurangi waktu pemain untuk berkumpul bersama dengan keluarga tercinta.

Begitulah Hari Raya Idul Fitri, selalu memberikan manfaat bagi semua orang. Di hari tersebut, sebagian orang merasakan kebahagiaan karena mendapatkan kepedulian dari orang lain dan juga tentu saja, bisa bertemu dengan keluarga. Tidak terkecuali dengan semua pemain yang memperkuat Sriwijaya FC.

Manajemen Sriwijaya FC yang memang peduli terhadap Pelatih, Pemain, dan Official, memberikan waktu libur kepada semua pemainnya agar bisa bertemu dengan keluarga setelah pertandingan lawan Persipura beberapa hari yang lalu. 

Menurut Muchendi Mahzarekki yang merupakan Asissten Manajer Sriwijaya FC, libur itu diberikan agar semua bisa merayakan hari bahagia itu bersama dengan keluarga besarnya. "Kita berikan waktu libur selama satu pekan, sudah itu berkumpul lagi di Palembang untuk persiapan lawan tuan rumah Semen Padang hari Jum'at (15 Juli 2016) nanti." kata Muchendi.

Jatah libur yang diberikan oleh Manajemen tersebut, dimanfaatkan dengan baik oleh semua pemain Sriwijaya FC. Seperti Ichsan Kurniawan, dia langsung pulang ke daerah Martapura yang berada di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur. Pemain lokal itu, ingin segera bertemu dan merayakan lebaran bersama dengan keluarga besarnya.

Sama dengan Ichsan, Penjaga Gawang Sriwijaya FC yakni Teja Paku Alam, juga mudik ke kampung halamannya. Teja Paku Alam memilih mudik ke Painan, Kabupaten Pesisir Selatan, Provinsi Sumatera Barat. Dia ingin menghabiskan waktu bersama keluarga besar yang selalu mendukung dan mendo'akan dirinya setiap saat agar dapat bermain sangat baik dan mendapatkan prestasi terbaik.

Meskipun berada dua puluh empat jam dari Kota Palembang, Teja tetap menyapa semua Supporter Sriwijaya FC dan penggemarnya dimana pun berada. Melalui akun twitter pribadi miliknya, pemain kelahiran 14 Maret itu mengucapkan selamat lebaran kepada semuanya.

"Taqabbalallahu minna wa minkum, shiyamana wa shiyamakum. Selamat hari raya idul fitri 1437 H." tulis Teja, yang juga disertai dengan video dirinya. (omg)

Pasang Banner Iklan di Situs Sriwijaya FC