Ichsan Kurniawan Ingin Jadi Legenda di Sriwijaya FC

Ichsan Kurniawan Ingin Jadi Legenda di Sriwijaya FC

Bagaimana tidak, motivasi Ichsan Kurniawan yang lahir di Sumatera Selatan 25 Desember 1995 ini, kelak ingin menjadi legenda SFC. "Harapan dan motivasi Ichsan mau membanggakan Sumsel dengan menjadi legenda SFC. Semoga itu bisa saya wujudkan," kata gelandang muda SFC alumni Sekolah Olahraga Negeri Sriwijaya ini.

Sayembara Jersey Sriwijaya FC Berhadiah 10 Juta

Sayembara Jersey Sriwijaya FC Berhadiah 10 Juta

Manajemen Sriwijaya FC (SFC) menggelar sayembara desain jersey Laskar Wong Kito untuk musim 2017. Meski kompetisi Torabika Soccer Championship (TSC) 2016 belum berakhir, namun lomba desain jersey tetap akan dilakukan.

Menang Tipis dari PSM, Sriwijaya FC Geser Persib Bandung

Menang Tipis dari PSM, Sriwijaya FC Geser Persib Bandung

Sriwijaya FC berhasil mendapatkan kemenangan ketika menghadapi PSM di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring hari Sabtu tanggal 18 Juni 2016. Klub yang berjuluk Laskar Wong Kito itu, menang 1-0 dari PSM melalui gol yang diciptakan oleh Alberto Goncalves di menit 90.

Nasrun Umar : "Kalau Kalah, Silahkan Salahkan Saya"

Nasrun Umar : "Kalau Kalah, Silahkan Salahkan Saya"

"Saya bangga dengan klub ini. Jika mendapatkan kemenangan, ini adalah kemenangan kalian. Tapi, jika mendapatkan kekalahan, kalian bisa salahkans aya. Saya manager yang bertanggung jawab untuk tim ini. Jangan tinggalkan saya sendiri untuk membangun klub yang kita banggakan ini." pintanya.

Kamis, 30 Juni 2016

Lawan Persipura, Ichsan Kurniawan Mungkin Absen

Gelandang Bertahan Sriwijaya FC di Torabika Soccer Championship tahun 2016, Ichsan Kurniawan (sumber foto : internet)
Gelandang Bertahan Sriwijaya FC di Torabika Soccer Championship tahun 2016, Ichsan Kurniawan (sumber foto : internet)
PALEMBANG -- Kabar buruk dialami gelandang Ichsan Kurniawan. Pemain muda Sriwijaya FC yang energik dan selalu dijadikan andalan oleh pelatih Widodo Cahyono Putro pada setiap laga Indonesia Soccer Championship (ISC) kemungkinan absen menghadapi Persipura Jayapura, Ahad (3/7) di stadion Gelora Sriwijaya. 

“Ichsan Kurniawan saat ini dalam kondisi cedera pada punggungnya dan sedang dalam pemulihan. Jika tetap belum sembuh cederanya kemungkinan saat menghadapi Persipura dia tidak dimainkan, walau selama ini selalu bermain sejak awal,” kata Achmad Haris Sekretaris tim Sriwijaya FC, Kamis (30/6). 

Kondisi gelandang muda dari Sriwijaya FC U-21 tersebut, kata Haris, masih menjalani proses pemulihan. Cedera itu didapat ketika melawan Persija pada 24 Juni lalu. Saat ini, lanjutnya, Ichsan harus berlatih terpisah dengan pemain lainnya. 

“Untuk memastikan kondisi cederanya, manajemen membawa Ichsan untuk pemeriksaan ke dokter spesialis ortopedi di Rumah Sakit Moehamad Hoesin, Palembang,” ujarnya. 

Haris menjelaskan dari hasil pemeriksaan dokter spesialis tulang, mantan pemain tim nasional U-19 tersebut harus menjalani istirahat. “Menurut dokter Ismail dokter spesialis tulang yang memeriksanya, Ichsan harus beristirahat selama 10 hari hingga 2 minggu untuk memulihkan cederanya tersebut,” katanya. 

Menurut Haris, Ichsan bisa saja dipaksakan untuk bermain, namun dikhawatirkan kondisinya akan jauh lebih parah nantinya. “Cederanya tidak terlalu parah, tetapi untuk pemulihan lebih cepat maka Ichsan disarankan untuk tidak melakukan aktivitas yang berat dulu saat ini. Untuk keputusannya tetap di tim pelatih,” kata dia.

Info : Pasang Iklan di Situs Sriwijaya FC

Selasa, 28 Juni 2016

Reaksi Keras Sriwijaya FC terhadap Ancaman Menpora

Polisi dikejar oleh Supporter Persija (sumber foto : internet)
Polisi dikejar oleh Supporter Persija (sumber foto : internet)
PALEMBANG - Kerusuhan saat laga Sriwijaya FC kontra Persija Jakarta di SUGBK, JUmat (24/6) malam, memantik reaksi keras Menteri Pemuda Dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi. Menteri asal PKB itu mengancam akan menghentikan Kompetisi Indonesia Soccer Chamionship (ISC).

Manajemen Sriwijaya FC bereaksi atas ancaman dihentikannya ISC yang sudah berjalan 8 laga itu. Bagi klub berjuluk Laskar Wong Kito, alasan Menpora mengancam mencabut kompetisi yang sudah berjalan cukup tidak etis. 

"Seharusnya, bagaimana memikirkan cara untuk menghentikan suporter yang selalu membuat rusuh, bukan kompetisinya yang di hentikan," terang asisten Manajer Sriwijaya FC, Muchendi Marzahrehki, kemarin (26/6). 

Pilihan untuk langsung mencabut, jalannya kompetisi yang sudah berjalan jelas pilihan yang kurang tepat. Mengingat kerusuhan yang terjadi dipertandingan Sriwijaya FC kontra Persija Jakarta (24/6) lalu, hanya dilakukan segelintir oknum suporter. 

"Kerusuhan juga bukan dilakukan oleh seluruh suporter klub, tetapi hanya beberapa oknum saja. Kita melihat, masih ada banyak klub dan suporter yang sehat ingin berkompetisi ditanah air," ujarnya. 

"Kita semua tahu, dan cukup hafal dengan para suporter yang membuat onar, itu yang harus diantisipasi kedepan. Bisa dengan cara meningkatkan pengamanan atau partai usiran, antisipasi ini bisa dibilang lebih baik," tambahnya. 

Jika langsung memberi sanksi mencabut kompetisi, sambung Muchendi, justru akan lebih banyak kerugian yang akan diterima seluruh klub. Bukan hanya dari segi material klub, tetapi juga pisikologis pemain itu sendiri. 

"Karena itu kita berharap kompetisi tidak dihentikan, karena sepakbola Indonesia sudah mulai bangkit. Dan ini hiburan masyarakat banyak. Ada banyak pemain yang mengggantungkan hidupnya dari sepakbola itu sendiri," tukasnya. (jpnn)

Senin, 27 Juni 2016

Rusuh di Duel Persija Vs Sriwijaya, Apa Sebabnya?

Seorang suporter Persija Jakarta mengejar anggota kepolisian saat terjadi kerusuhan di tengah pertandingan antara Persija Jakarta melawan Sriwijaya FC di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Jumat (24/6) malam. FOTO: MIFTAHULHAYAT/JAWA POS
Seorang suporter Persija Jakarta mengejar anggota kepolisian saat terjadi kerusuhan di tengah pertandingan antara Persija Jakarta melawan Sriwijaya FC di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Jumat (24/6) malam. FOTO: MIFTAHULHAYAT/JAWA POS
JAKARTA - Insiden memalukan kembali mencoreng wajah sepakbola nasional. Terjadi kericuhan yang melibatkan suporter Persija Jakarta, Jakmania, dengan aparat keamanan dalam laga kontra Sriwijaya FC di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Jumat 24 Juni 2016. Apa sebabnya? 

Pertandingan yang berlangsung di pekan delapan Torabika Soccer Championship (TSC) tersebut, sebenarnya berlangsung aman di babak pertama. Wasit Djumadi Effendi sama sekali tak menghentikan laga di 45 menit pertama. 

Gangguan asap dari flare atau petasan sama sekali tak ada. Paruh pertama berlangsung aman, dan berakhir dengan skor 0-0. Tetapi, saat babak kedua baru berlangsung empat menit, flare, serta petasan sudah menyala. Jumlahnya tak sedikit dan membuat para pemain kesulitan bernafas. 

Wasit akhirnya memutuskan laga dihentikan sementara. Selang lima menit, pertandingan dilanjutkan lagi. Tetapi, tak berlangsung lama. Menit 62, laga terpaksa kembali dihentikan, karena asap flare yang semakin mengganggu. 

Parahnya, bek Sriwijaya, Wildansyah, terkena imbas dari asap tersebut. Dia sesak nafas dan harus dilarikan ke ambulans demi mendapat perawatan intensif akibat menghirup asap dari flare dan petasan yang terlalu banyak. 

Demi menertibkan penonton, polisi sempat menembakkan gas air mata. Keputusan yang kurang tepat, karena pemain dan wasit terkena dampaknya. Mata mereka menjadi perih. Tim medis harus bekerja keras dengan meneteskan obat mata ke setiap pemain. 

Pertandingan sempat berlangsung selama beberapa menit sebelum akhirnya kembali terhenti di sekitar menit 77. Kali ini, duel dihentikan akibat adanya sekelompok suporter yang masuk ke dalam tribun melalui VIP Timur hingga belakang gawang. Polisi anti huru-hara harus bekerja keras mengusir mereka. Kalah jumlah, polisi akhirnya kembali menembakkan gas air mata. (viva)

Lawan Persija, Sriwijaya FC Menang Tiga Kosong

Direktur Utama PT. Gelora Trisula Semesta, Joko Driyono (memegang mic), memberikan penjelasan kepada jurnalis (sumber foto : internet)
Direktur Utama PT. Gelora Trisula Semesta, Joko Driyono (memegang mic), memberikan penjelasan kepada jurnalis (sumber foto : internet)
JAKARTA - Komisi Disiplin Indonesia Soccer Championship telah resmi menyatakan bahwa Persija Jakarta kalah tiga gol tanpa balas dari Sriwijaya FC, terkait status laga kedua tim yang harus dihentikan pada menit 81', Jumat (24/6), akibat kerusuhan suporter. 

Sriwijaya sebenarnya memimpin pada menit 65' berkat gol tendangan bebas Hilton Moreira. Namun laga akhirnya harus diberhentikan akibat keadaan tak kondusif di Stadion Gelora Bung Karno, menyusul rusuh antara aparat dan suporter Persija. 

"Komdis telah bertindak, sidang pertama menyambut keputusan status pertandingan yang berhenti menit 81'. Komdis memutuskan untuk Persija dinyatakan kalah," ungkap Joko Driyono selaku direktur utama PT Gelora Trisula Semesta.

Lainnya : Kata Widodo Cahyono Putro : "Kalau Begini, Apa yang mau dicari?"

"Karena pertandingan terkendala maka dinyatakan kalah dengan skor 3-0. Menyangkut hukuman klub ada turunannya yakni suporter, panpel dan lain sebagainya, kami akan bersidang besok memanggil pihak yang terkait," imbuh dia. 

PT GTS sendiri baru saja mengadakan pertemuan dengan Menpora Imam Nahrawi, Persija, kepolisian dan PSSI di Kantor Kemenpora, Senin (27/6) siang. Dalam rapat tersebut, Menpora memastikan ISC A tetap berjalan dan rekomendasi dari rapat tersebut akan ajdi acuan untuk GTS. 

"Apa yang terjadi di rapat tadi akan menjadi referensi untuk mengambil keputusan, karena runtutan legalnya di Komdis," tukas Joko. (goal)

Peluang Bisnis : Pasang Banner Iklan di Situs Sriwijaya FC

Minggu, 26 Juni 2016

Kata Widodo Cahyono Putro : "Kalau Begini, Apa Yang Mau Dicari"

Widodo Cahyono Putro, Pelatih Sriwijaya FC di Torabika Soccer Championship tahun 2016 (sumber foto : internet)
Widodo Cahyono Putro, Pelatih Sriwijaya FC di Torabika Soccer Championship tahun 2016 (sumber foto : internet)
JAKARTA - Pelatih Sriwijaya FC, Widodo Cahyono Putro, lebih memilih untuk menyoroti kinerja wasit yang memimpin laga kontra Persija Jakarta, Djumadi Effendi. Menurutnya, keputusan wasit jelas merugikan permainan Sriwijaya FC. Banyak memang yang terjadi dalam pertandingan di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Sabtu (24/5) malam. 

Mulai dari kartu merah untuk Fachruddin Wahyudi, penalti, sampai kisruhnya suporter Persija, The Jakmania. "Saya lebih soroti kinerja wasit, menit kelima itu sebenarnya Beto (Goncalves) penalti. Saya 20 tahun main bola, sekarang jadi pelatih tapi sepak bola Indonesia tak berubah-berubah," sindir Widodo C Putro kepada wartawan. 

Padahal, pemain Sriwijaya FC bermain dengan semangat sportivitas. Menurutnya, main malam dan saat bulan puasa itu sangat berat. "Ayo berusaha majukan sepak bola. Pemain dipaksa bermain saat bulan puasa, dan main jam 21:30, tapi wasitnya kok ya seperti ini," ucap dia. 

"Ayo berusaha sama-sama majukan sepak bola Indonesia. Saya pernah di timnas, sebagai pemain dan pelatih, tetapi kalau begini saja apa yang mau dicari?" sambung Widodo. 

Pelatih berusia 45 tahun ini sendiri tak mau banyak berkomentar dengan hal-hal yang terjadi di luar lapangan. "Kalau soal suporter itu bukan urusan saya," tandas dia. (jpnn)

Polling : Pemain Terbaik Sriwijaya FC di Pertandingan Lawan Persija

Jumat, 24 Juni 2016

Sriwijaya FC Waswas Kecolongan soal Pemain Timnas Piala AFF

Sekretaris Tim Sriwijaya FC, Achmad Haris (sumber foto : internet)
Sekretaris Tim Sriwijaya FC, Achmad Haris (sumber foto : internet)
PALEMBANG - Sriwijaya FC waswas kecolongan terkait perekrutan pemain timnas Indonesia proyeksi Piala AFF 2016. Pelatih Sriwijaya FC (SFC), Widodo Cahyono Putro, menyatakan kalau perekrutan pemain timnas harus diketahui manajemen klub. 

Artinya, pelatih timnas Indonesia Alfred Riedl harus menelepon klub yang pemainnya diincar. "Ada apa pun pasti Alfred Riedl menelpon saya sampai sekarang pun juga sama. Jadi tidak mungkin pengumuman keluar tanpa diketahui oleh kita (SFC)," kata Widodo. 

Kedekatan Widodo yang selalu menjadi kepercayaan Alfred Riedl kala memegang timnas senior dahulu berdampak positif bagi tim. Karena Widodo tentunya bisa memberikan masukan agar timnas Indonesia tetap berjaya dan klub juga terus berjalan melanjutkan turnamen tanpa dirugikan. 

"Tentunya kita akan berikan yang terbaik bagi timnas. Karena sebagai warga negara yang baik kita juga harus memberikan dukungan penuh serta berkorban kepada negara," ujarnya.

Kehadiran Alfred Riedl ke penginapan SFC hingga ke pertandingan kontra Pesegres Gresik United contohnya. Menurut Widodo sepertinya karena ketertarikan pelatih asal Austria itu kepada potensi pemain muda yang dimiliki Laskar Wong Kito. 

Namun Widodo enggan berkomentar lebih banyak soal itu. Apalagi mencampuri proses rekrutmen dengan menyodorkan nama anak asuhnya. "Paling saya hanya memberikan masukan saja itu juga apabila nama sudah didapatkan. Kalau untuk rekrutmen bukan urusan saya lagi. Apalagi menghalangi pemain karena yang lebih berhak itu manajemen," pungkasnya. 

Terkait perekrutan, manajemen SFC juga angkat bicara. Dari sekretaris Tim SFC, Achmad Haris, menyatakan bahwa tidak akan langsung memberikan tim sebelum ada rapat dengan semua jajaran manajemen dan meminta tanggapan pelatih agar laga tidak terganggu. 

"Kita bantu negara karena itu kewajiban. Tetapi apabila ada nama yang mengarah ke pemain kita. Pastinya kami harus rapat dulu tidak juga pemain langsung bisa ke timnas," pungkasnya. (sindonews)

Baca lainnya : Sriwijaya FC Ingin Usir Arema

Kamis, 23 Juni 2016

Pemain Sriwijaya FC Diminta Jangan Kemaruk

Keith Kayamba Gumbs, nomor 17, ketika masih memperkuat Sriwijaya FC sebagai pemain (sumber foto : internet)
Keith Kayamba Gumbs, nomor 17, ketika masih memperkuat Sriwijaya FC sebagai pemain (sumber foto : internet)
Pelatih fisik, Keith Kayamba Gumbs, meminta pemain Sriwijaya FC agar tidak kemaruk saat berbuka puasa agar mereka tak menghadapi masalah saat latihan, maupun menjelang pertandingan. Kayamba Gumbs mengaku sudah menyiapkan pola latihan fisik untuk penggawa Sriwijaya FC yang mengalami penurunan selama Ramadan. Pola makan saat berbuka juga bisa dianggap bisa memberikan pengaruh. 

“Sudah kita konsultasikan pada pelatih, kapten tim, dan pemain. Program latihan sudah kita siapkan. Namun, pola latihan yang kita buat tetap tidak akan menggangu pemain saat mereka menjalankan puasa,” jelas Kayamba Gumbs. 

“Polanya [saat berbuka puasa] tidak terlalu jauh. Mereka boleh tetap makan, namun tidak dianjurkan terlampau kenyang. Secukupnya saja, untuk memulihkan tenaga, karena pemain akan menjalankan latihan malam. Dikhawatirkan jika terlampau kenyang justru membuat perut menjadi sakit.”

Penawaran : Pasang Banner Promosi Anda di Situs Sriwijaya FC

Sementara itu, pelatih Widodo Cahyono Putro mengungkapkan, penyelesaian akhir masih menjadi fokus utamanya, mengingat torehan gol Laskar Wong Kito juga mengalami penurunan. Widodo berharap ketajaman Sriwijaya FC kembali muncul kala dijamu Persija Jakarta di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jumat (24/6). 

Karena itu, Widodo fokus mengatasi masalah tersebut di waktu tersisa ini. “Finishing tentu tetap jadi evaluasi yang harus terus kita perbaiki. Dari beberapa pertandingan kita ada banyak peluang, tetapi seperti biasa gagal menjadi gol,” ungkapnya. 

“Tetapi itu nanti, sekarang saya masih fokus perbaiki pertahanan dulu. Setelah itu, baru ke attacking, karena tak bisa kalau langsung digabungkan keduanya.” (gk-70) (fourfourtwo)

Rabu, 22 Juni 2016

Sriwijaya FC Berambisi Usir Arema

Manajer Sriwijaya FC, Nasrun Umar, bersama dengan Bayu Gatra dan Muchendi Mahzareki (sumber foto : internet)
Manajer Sriwijaya FC, Nasrun Umar, bersama dengan Bayu Gatra dan Muchendi Mahzareki (sumber foto : internet)
PALEMBANG - Konfidensi Sriwijaya FC meluap setelah menduduki peringkat ketigaklasemen sementara Indonesia Soccer Championship (ISC) A. Manajemen Laskar Wong Kito pun makin mantap mematok target juara di ISC A 2016. 

Manajer Sriwijaya FC (SFC) Nasrun Umar mengatakan optimistis di turnamen jangka panjang pengganti kompetisi di tahun 2016 ini, tim bisa membawa trofi ISC ke Palembang. "Kita optimistis dan tetap patok target juara," kata Nasrun. 

Optimisme manajemen setelah Laskar Wong Kito mengamankan 3 poin saat melindas PSM Makassar. Hasil itu membawa Sriwijaya FC mengumpulkan 12 poin di bawah Arema Cronus 16 poin diikuti Persipura Jayapura 14 poin. "Harapan saya kita bisa mengusir Arema Cronus jangan sampai selalu ada di bawah mereka," ujar Nasrun optimistis. 

Namun optimisme itu dijelaskan Nasrun harus didukung semua elemen penting di Sriwijaya FC. Yakni, jajaran pelatih, para pemain, suporter dan masyarakat Sumsel. Berkat semangat pemain dan kerja keras pelatih serta doa para pendukung itulah membuat tim di musim ini lebih bersinar. 

"Saya juga butuh doa dari masyarakat dan suporter SFC. Kami manajemen dan semua jajaran tim juga ofisial telah bekerja keras. Sekali lagi kami butuh doa restu masyarakat Sumsel," ucap Kepala Dishub Sumsel ini. 

Sebagai manajer tim, Nasrun meminta maaf karena tim bermain buruk hingga kalah di Gresik. Dikhawatirkannya hal itu berdampak kepada kendurnya dukungan masyarakat kepada tim ke depan. 

"Saya meminta kalah atau pun menang, jangan dulu salahkan para pemain. Tetap dukung tim kita sampai laga selesai. Selaku manajer SFC saya pribadi minta maaf karena kemarin tim kalah di Gresik," pungkasnya. (sindonews)

Dapatkan Keuntungan Dengan Pasang Iklan di Situs Sriwijaya FC

Selasa, 21 Juni 2016

Lawan Persija, Laskar Wong Kito Siap Main di Jakarta atau Solo

Achmad Haris, Sekretaris Tim Sriwijaya FC (sumber foto : internet)
PALEMBANG - Manajemen Sriwijaya FC tidak mempermasalahkan pertandingan pekan kedelapan Indonesia Soccer Championship (ISC) A 2016 melawan Persija Jakarta, Jumat (24/6), bakal digelar di Stadion Gelora Bung Karno (SUGBK), maupun Manahan Solo. 

Panitia pelaksana (panpel) pertandingan Persija telah mendapatkan izin dari pihak pengelola SUGBK. Mereka kini sedang mengurus perizinan terkait keamanan ke Polda Metro Jaya.

“Kemungkinan besar di GBK. Kita sudah tanya ke pihak Persija, dan 90 persen tetap akan dimainkan di Jakarta. Di mana pun dimainkan, kita akan siap,” tegas sekretaris tim Sriwijaya FC, Achmad Haris, dilansir Sriwijaya Post. 

Sementara itu, Supardi optimistis Sriwijaya FC bakal mendulang angka penuh. Kemenangan atas PSM Makassar akhir pekan kemarin sebagai modal positif menjelang duel kontra Persija. 

“Kemenangan ini [atas PSM] sangat mengangkat moral tim, karena sebenarnya tidak ada yang salah dengan cara bermain SFC. Tapi belakangan ini memang ada sedikit penurunan. Saya senang, karena kami meresponnya dengan positif,” kata Supardi. (fourfourtwo)

Senin, 20 Juni 2016

Nasrun Umar : "Kalau Kalah, Silahkan Salahkan Saya"

Manajer Sriwijaya FC, Nasrun Umar, berfoto bersama dengan Bayu Gatra dan Assisten Manajer, Muchendi Mahzareki (sumber foto : internet)
Manajer Sriwijaya FC, Nasrun Umar, berfoto bersama dengan Bayu Gatra dan Assisten Manajer, Muchendi Mahzareki (sumber foto : internet)
PALEMBANG - Keberhasilan Sriwijaya FC mengalahkan PSM dengan hasil akhir 1-0 hari Minggu kemarin di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, memberikan angin segar bagi klub yang berjuluk Laskar Wong Kito itu untuk kembali bersaing di papan atas klasemen sementara. 

Hasil imbang melawan Mitra Kukar dan kalah ketika menghadapi Gresik United, memang sempat melemparkan Sriwijaya FC dari persaingan memperebutkan peringkat pertama klasemen sementara di Torabika Soccer Championship tahun 2016,

Saat ini, Keberhasilan Sriwijaya FC mendapatkan tiga poin itu, menjadikan klub kebanggaan masyarakat Sumatera Selatan tersebut berada di Peringkat Tiga klasemen sementara dengan total 12 poin, unggul selisih gol dari Mitra Kukar yang mendapatkan poin sama. Sedangkan di peringkat satu, masih ditempati oleh Arema Cronus yang berhasil mendapatkan 16 poin dan peringkat dua ditempati oleh Persipura Jayapura dengan total 14 poin.

Manajer Sriwijaya FC, Nasrun Umar, kepada wartawan mengatakan, keberhasilan itu tidak akan bisa tercapai tanpa dukungan dari semua pihak, termasuk supporter. Ia mengajak semua untuk terus bersatu dan saling bahu membahu dan membesarkan klub yang berjuluk Laskar Wong Kito itu.

"Tentunya ucapan terima kasih pantas disematkan kepada jajaran pelatih, pemain, dan media. Dengan dukungan dari semua pihak, kita bisa seperti ini. Namun perjalanan kita masih panjang. Kita harus fokus dan juga kompak." kata Nasrun Umar, seperti dirilis oleh Sriwijaya Post terbitan 20 Juni 2016.

Nasrun mengatakan, kemenangan dan kekalahan, merupakan hal yang biasa terjadi dalam sebuah kompetisi. Namun menurut Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Selatan itu, keberhasilan mengalahkan PSM pada pertandingan yang lalu, merupakan bukti bahwa Sriwijaya FC bisa bangkit dari kekalahan setelah menjalani pertandingan menghadapi Gresik United.

"Saya bangga dengan klub ini. Jika mendapatkan kemenangan, ini adalah kemenangan kalian. Tapi, jika mendapatkan kekalahan, kalian bisa salahkans aya. Saya manager yang bertanggung jawab untuk tim ini. Jangan tinggalkan saya sendiri untuk membangun klub yang kita banggakan ini." pintanya.

Ke depan, Nasrun meminta kepada semua penggemar untuk tidak pernah berhenti mendukung Sriwijaya FC. "Dengan hasil di klasemen sementara saat ini, kita bersyukur. Semoga lawan Persija nanti, kita bisa mendapatkan hasil yang lebih baik lagi." harapnya. (omg)

Polling : Pemain Terbaik Sriwijaya FC di Pertandingan 7 Lawan PSM

Minggu, 19 Juni 2016

Menang Tipis, Sriwijaya FC Geser Persib Bandung

Pemain Lini Depan Sriwijaya FC di Torabika Soccer Championship tahun 2016, Alberto Goncalves (sumber foto : internet)
Pemain Lini Depan Sriwijaya FC di Torabika Soccer Championship tahun 2016, Alberto Goncalves (sumber foto : internet)
PALEMBANG - Sriwijaya FC berhasil mendapatkan kemenangan ketika menghadapi PSM di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring hari Sabtu tanggal 18 Juni 2016. Klub yang berjuluk Laskar Wong Kito itu, menang 1-0 dari PSM melalui gol yang diciptakan oleh Alberto Goncalves di menit 90.

Pertandingan di babak pertama, berjalan sangat menarik. Di menit-menit awal pertandingan, Sriwijaya FC yang turun dengan kekuatan penuh, langsung menekan pertahanan Juku Eja, julukan PSM. Namun sayangnya, peluang yang berhasil tercipta, gagal dimanfaatkan menjadi gol karena digagalkan oleh pemain PSM.

Begitu juga sebaliknya, pemain PSM yang mendapatkan bola, juga menekan pertahanan Laskar Wong Kito melalui serangan balik. Umpan-umpan pendek dan lambung, diperagakan oleh Hasan Basri Lohy dan kawan-kawan. Umpan tersebut gagal dimanfaatkan karena lini belakang Sriwijaya FC yang dikawal oleh Fachruddin Aryanto bermain dengan sangat disiplin. Pertandingan babak pertama pun berakhir dengan hasil 0-0.

Di babak kedua, pelatih dari masing-masing tim mulai melakukan pergantian pemain. Robert Rene Albert yang merupakan pelatih dari PSM, mengganti Erik Setiawan dan memasukkan Achmad Sumardi yang juga merupakan mantan pemain Sriwijaya FC di menit 46. Perubahan strategi yang dilakukan oleh Robert Rene Albert, memang membuat permainan PSM berubah. Serangan yang dibangun, sering membahayakan pertahanan Sriwijaya FC.

PollingPemain Terbaik Sriwijaya FC di Pertandingan 7 Lawan PSM

Melihat kebuntuan yang terjadi di lapangan, memaksa Widodo Cahyono Putro untuk menerapkan strategi yang tidak biasanya. Ichsan Kurniawan yang bermain sangat baik di lini tengah, digantikan oleh Mauricio Leal yang berposisi sebagai pemain di lini belakang di menit 85. Anggapan banyak orang ternyata keliru dengan apa yang diterapkan oleh pelatih asal Cilacap itu. Mauricio Leal dipasang sebagai striker untuk merusak konsentrasi pemain PSM.

Strategi tersebut ternyata berhasil. Setelah mendapatkan bola dan menghasilkan satu peluang dan gagal di sentuhan pertama, Mauricio Leal berhasil memberikan umpan kepada Alberto Goncalves pada sentuhan kedua. Berawal dari kesalahan pemain belakang PSM, Mauricio Leal yang lolos dari penjagaan, berhasil melepaskan umpan kepada Alberto Goncalves yang berdiri bebas. Umpan manis itu dimanfaatkannya dengan baik dan akhirnya menggetarkan jala gawang PSM pada menit 90. Keunggulan 1-0 ini pun tidak berakhir sampai wasit meniup peluit tanda pertandingan telah selesai.

Keberhasilan mendapatkan tiga poin ini, membawa Sriwijaya FC berada di peringkat dua klasemen sementara dengan total poin. Sriwijaya FC menyingkirkan Persib Bandung ke peringkat delapan klasemen sementara dengan total 10 poin dari tujuh pertandingan yang sudah dijalani.

Pasang Banner : Ayo Pasang Banner Iklan Anda di Situs Sriwijaya FC

Kepada wartawan, Pelatih Sriwijaya FC yakni Widodo Cahyono Putro mengakui bahwa keputusannya untuk memasukkan Mauricio Leal dikarenakan kebutuhan tim setelah melihat Alberto Goncalves yang dikawal ketat oleh dua orang pemain lawan.

"Begitulah sepak bola, kita harus mempunyai strategi yang tidak bisa dibaca lawan. Kalau standar saja, bisa saja kita tidak menang. Saya bersyukur strategi ini berjalan dengan sukses." kata Widodo Cahyono Putro.

Susunan Pemain 

Sriwijaya FC : Pemain inti - Teja Paku Alam, Zalnando, Ngurah Wahyu, Fachruddin Wahyudi Aryanto, Supardi Nasir Bujang, Ichsan Kurniawan, Yoo Hyun Koo, Eka Ramdani, Muhammad Ridwan, Hilton Moreira, Alberto Goncalves. Pemain Cadangan - Yogi Triana, Achmad Jufriyanto, Maurico Leal, Wildansyah, Firman Utina, Yohanis Nabar, Airlangga Sucipto.

PSM : Pemain Inti - Dimas Galih Pratama, Ardan Aras, Erik Setiawan, Hendra Wijaya, Boman Bi Irie Aime, Hasan Basri Lohy, Rasyid Assahid Bakri, Rizky Pellu, Maldini Pali, Ferdinand Alfred Sinaga, Muchlis Hadi Ning. Pemain Cadangan - Davit Ariyanto, Valentino Telaubun, Achmad Sumardi, Syamsul Bachri Haeruddin, Ridwan Tawaunella, Alex Da Silva, M. Rahmat. (OYMAR)