Ichsan Kurniawan Ingin Jadi Legenda di Sriwijaya FC

Ichsan Kurniawan Ingin Jadi Legenda di Sriwijaya FC

Bagaimana tidak, motivasi Ichsan Kurniawan yang lahir di Sumatera Selatan 25 Desember 1995 ini, kelak ingin menjadi legenda SFC. "Harapan dan motivasi Ichsan mau membanggakan Sumsel dengan menjadi legenda SFC. Semoga itu bisa saya wujudkan," kata gelandang muda SFC alumni Sekolah Olahraga Negeri Sriwijaya ini.

Sayembara Jersey Sriwijaya FC Berhadiah 10 Juta

Sayembara Jersey Sriwijaya FC Berhadiah 10 Juta

Manajemen Sriwijaya FC (SFC) menggelar sayembara desain jersey Laskar Wong Kito untuk musim 2017. Meski kompetisi Torabika Soccer Championship (TSC) 2016 belum berakhir, namun lomba desain jersey tetap akan dilakukan.

Menang Tipis dari PSM, Sriwijaya FC Geser Persib Bandung

Menang Tipis dari PSM, Sriwijaya FC Geser Persib Bandung

Sriwijaya FC berhasil mendapatkan kemenangan ketika menghadapi PSM di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring hari Sabtu tanggal 18 Juni 2016. Klub yang berjuluk Laskar Wong Kito itu, menang 1-0 dari PSM melalui gol yang diciptakan oleh Alberto Goncalves di menit 90.

Sriwijaya FC Pecat Tiga Pemain dan Rekrut Dua Pemain Sumsel

Sriwijaya FC Pecat Tiga Pemain dan Rekrut Dua Pemain Sumsel

"Minimal ada tiga pemain yang akan dilepas. Namun belum bisa di informasikan karena kita lagi mencari penggantinya, penggantinya tentu harus sesuai dengan kebutuhan tim dan tentu tidak mudah." jelasnya.

Senin, 26 September 2016

Eka Ramdani Mundur Dari Sriwijaya FC

Eka Ramdani, Pemain Sriwijaya FC di Torabika Soccer Championship tahun 2016 (sumber foto : galamedianews.com)
Eka Ramdani, Pemain Sriwijaya FC di Torabika Soccer Championship tahun 2016 (sumber foto : galamedianews.com)
PALEMBANG -- Eka Ramdani memutuskan mundur dari Sriwijaya FC karena sang ayah sedang sakit keras. Gelandang berpengalaman mantan kapten Persib Bandung itu, ingin fokus merawat ayahnya sehingga harus pamit dari Sriwijaya FC yang saat ini sedang berlaga di putaran kedua kompetisi Indonesia Soccer Championship A (ISC A) atau Torabika Soccer Championship (TSC) 2016. 

“Eka Ramdani memang sudah mengajukan pengunduran diri secara resmi. Kami sempat mengobrol mengenai apa alasannya, dan menurutnya ayahnya kini sakit dan tengah menjalani proses operasi di Bandung,” kata Sekretaris Tim Sriwijaya FC, Ahmad Haris, beberapa waktu lalu. 

“Menurutnya, dia kini hanya ingin fokus merawat orang tuanya dan absen di sisa putaran kedua ISC ini. Dengan alasan kemanusiaan, maka kami menerima dan mendoakan agar sang ayah cepat sembuh,” tambahnya. 

Mundurnya Eka Ramdani diyakini tidak akan terlalu mempengaruhi kekuatan Sriwijaya FC yang akan menjamu Persib Bandung. “Insya Allah tidak ada masalah. Pemain kita masih fight untuk menghadapi Persib,” ucap Ahmad Haris. 

“Kita bisa kombinasikan pemain lain, ada banyak pemain muda seperti Ichsan Kurniawan, Hafit [Ibrahim, Risky Dwi Ramadana. Bisa saja dikombinasikan dengan senior seperti Firman Utina, Yu Hyun Koo, atau Jupe (Achmad Jufriyanto),” bebernya. 

Keputusan Eka Ramdani pun juga mendapat persetujuan dari pelatih Sriwijaya FC, Widodo C. Putro. “Kita hormati keputusan dia (Eka Ramdani). Kita tidak bisa menghalang-halangi pemain itu. Masalah ruang ganti pun saya rasa tidak ada masalah,” ujarnya. (sidomi)

Minggu, 11 September 2016

Meski Menang, Posisi Sriwijaya FC Belum Aman

Widodo Cahyono Putro, Pelatih Sriwijaya FC di Torabika Soccer Championship Tahun 2016 (sumber foto : internet)
Widodo Cahyono Putro, Pelatih Sriwijaya FC di Torabika Soccer Championship Tahun 2016 (sumber foto : internet)
PALEMBANG -- Sriwijaya FC berhasil mendapatkan tiga poin ketika menghadapi Persib Bandung hari Sabtu tanggal 10 September 2016 di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang. Keberhasilan itu didapatkan setelah dua gol yang diciptakan oleh Talaohu Abdul Mushafry dan satu gol dari Alberto Goncalves, tidak mampu dibalas oleh pemain Persib.

Keberhasilan tersebut tentu memberikan kebahagiaan bagi semua penggemar Sriwijaya FC, tidak terkecuali Widodo Cahyono Putro. Pelatih asal Cilacap itu, mengacungkan jempol setelah melihat permainan yang diperagakan oleh anak asuhnya.

"Semua pemain tampil luar biasa, saya acungkan jempol kepada mereka. Mereka bermain bagus dan semua gol yang tercipta, tanpa melalui set piece, melainkan melalui proses kerja sama antara pemain. Ini kerja sama yang sangat bagus." katanya.

Tambahan tiga poin itu, membawa Sriwijaya FC naik ke peringkat tiga klasemen sementara. Sampai dengan saat ini, klub kebanggaan masyarakat Sumatera Selatan itu sudah mendapatkan 34 poin dari 19 pertandingan yang telah dijalani. Rinciannya, Teja Paku Alam dan kawan-kawan sudah mendapatkan sembilan kali kemenangan, tujuh kali imbang, dan tiga kali kekalahan.

Meskipun berada di peringkat tiga, posisi Sriwijaya FC belum aman. Alasannya, Bhayangkara FC yang saat ini berada di peringkat lima, sudah mengoleksi 33 poin dari 18 pertandingan. Artinya, jika klub yang dilatih oleh Ibnu Grahan itu mampu mendapatkan kemenangan pada satu pertandingan sisa, maka posisi Sriwijaya FC tergeser ke peringkat empat dan Persipura di peringkat lima.

Sriwijaya FC akan kembali bertanding, hari Rabu tanggal 14 September 2016 pukul 16.00 WIB. Lawan yang dihadapi, tidak tanggung-tanggung yakni pemimpin klasemen sementara, Madura United. Keberhasilan mengalahkan Madura United, tentunya target mutlak yang harus didapatkan untuk memperkecil poin dari Madura United yang berada di peringkat pertama.

Saat ini, Madura United berada di peringkat pertama dengan total 40 poin dari 12 kemenangan, empat kali imbang, dan tiga kali kalah. Sedangkan di peringkat dua, ditempati oleh Arema Cronus yang baru mendapatkan 36 poin dari 19 pertandingan yang dijalani.

Sabtu, 10 September 2016

Tanpa Hilton Moreira, Sriwijaya FC Bungkam Persib Bandung

Pemain Depan Sriwijaya FC di Torabika Soccer Championship Tahun 2016, Alberto Goncalves (sumber foto : internet)
Pemain Depan Sriwijaya FC di Torabika Soccer Championship Tahun 2016, Alberto Goncalves (sumber foto : internet)
PALEMBANG -- Sriwijaya FC berhasil membungkam Persib Bandung pada pertandingan Torabika Soccer Championship hari Sabtu tanggal 10 September 2016 di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, dengan hasil akhir 3-0. Tiga gol Sriwijaya FC diciptakan oleh Talaohu Abdul Mushafry di menit 4 dan 77, serta satu gol dari Alberto Goncalves pada menit 58.

Sriwijaya FC yang menguasai bola di menit-menit awal babak pertama, langsung menekan pertahanan Persib Bandung yang dikawal oleh Vladimir Vujovic dan kawan-kawan. Melalui sisi kiri pertahanan Persib, pemain Sriwijaya FC yakni Rizsky Dwi Ramadhana berhasil melepaskan umpan lambung, umpan tersebut dimanfaatkan dengan baik oleh Talaohu Abdul Mushafry untuk menggetarkan jala gawang Persib yang dijaga oleh I Made Wirawan. 1-0 Sriwijaya FC unggul.

Keunggulan Laskar Wong Kito, julukan Sriwijaya FC, membuat Supardi Nasir dan kawan-kawan tambah bersemangat untuk mencetak gol. Semangat yang ditunjukkan oleh pemain dari masing-masing tim untuk mendapatkan hasil terbaik, membuat pertandingan berjalan dengan keras. Di babak pertama, dua pemain Sriwijaya FC yakni Firman Utina dan Rizsky Dwi Ramadhana, mendapatkan kartu kuning. Sedangkan dari Persib Bandung, nama Sergio Van Dijk tercatat mendapatkan kartu kuning di menit 37.

Di babak kedua, Persib Bandung yang tertinggal satu gol, langsung mencoba menekan pertahanan Sriwijaya FC yang dikawal oleh Fachrudin Aryanto. Satu peluang berhasil diciptakan, namun sayangnya peluang yang berasal dari sundulan Atep, berhasil ditepis oleh penjaga gawang Sriwijaya FC, Teja Paku Alam.

Justru melalui serangan balik, Sriwijaya FC kembali menciptakan gol. Berawal dari umpan terobosan dari Firman Utina, bola yang mengalir ke kaki Alberto Goncalves, langsung dimanfaatkan dengan baik oleh pemain asal Brazil itu sehingga memaksa I Made Wirawan untuk mengambil bola dari gawangnya untuk kedua kalinya di menit 58.

Tidak puas telah unggul dua gol, anak asuh Widodo Cahyono Putro itu pun kembali mencetak gol. Talaohu Abdul Mushafry kembali menciptakan gol keduanya pada pertandingan tersebut, setelah memanfaatkan umpan yang baik dari pemain Sriwijaya FC yang lainnya di menit 77. Keunggulan 3-0 ini tidak berakhir hingga wasit meniup peluit tanda pertandingan telah berakhir.

Keberhasilan Sriwijaya FC mendapatkan tiga poin, membuat klub kebanggaan masyarakat Sumatera Selatan itu naik ke posisi tiga dengan total 34 poin sementara dari 19 pertandingan yang sudah dijalani. Hasil ini, menggeser Persipura Jayapura yang berada di peringkat empat dengan total 33 poin dan jauh meninggalkan Persib Bandung di posisi 7 dengan total 27 poin. 

Namun, klasemen sementara ini masih bisa berubah jika Bhayangkara FC yang saat ini berada di peringkat 5 dengan 33 poin, mampu mendapatkan 3 poin karena akan mendapatkan total 36 poin dan berpeluang minimal berada di peringkat tiga klasemen sementara. 

Susunan Pemain :

Sriwijaya FC : Teja Paku Alam, Supardi Nasir, Mauricio Leal, Fachrudin Aryanto, Zalnando, Ichsan Kurniawan, Yoo Hyun Koo, Riszky Dwi Ramadhana, Firman Utina, Talaohu Abdul Mushafry, dan Alberto Goncalves. Cadangan : Yogi Triana, A. A. Ngurah Wahyu, Achmad Jufriyanto, WIldansyah, Hafit Ibrahim, Yohanis Nabar, Airlangga Sucipto.

Persib Bandung : I Made Wirawan, Tony Sucipto, Jajang Sukmara, Vladimir Vujovic, Rudolof Yanto Basna, Hariono, Kim Jeffrey Kurniawan, Robertino Pugliara, Atep, Zulham Malik Zamrun, Sergio Van Dijk. Cadangan : M. Natshir Fadhil, Diogo Alexandre Alves, Dias Angga Putra, Taufiq, David Laly, Tantan, Samsul Arif.

Rabu, 24 Agustus 2016

Sriwijaya FC Pecat Tiga Pemain dan Rekrut Dua Pemain Sumsel

Manajer Sriwijaya FC, Nasrun Umar, memakai pakaian dinas (sumber foto : internet)
Manajer Sriwijaya FC, Nasrun Umar, memakai pakaian dinas (sumber foto : internet)
PALEMBANG -- Mendekati berakhirnya paruh pertama Torabika Soccer Championship tahun 2016, Manajemen Sriwijaya FC mengabarkan akan melakukan pemecatan minimal tiga orang pemain. Keputusan itu diambil setelah melakukan evaluasi dan koordinasi dengan jajaran pelatih.

Namun sayangnya, ketika dikonfirmasi, Manajer Sriwijaya FC yakni Nasrun Umar, belum memberikan informasi yang jelas mengenai nama-nama pemain yang akan dipecat. Namun, Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika Provinsi Sumatera Selatan itu membocorkan bahwa pemain yang akan dipecat berada di posisi tengah dan belakang.

"Minimal ada tiga pemain yang akan dilepas. Namun belum bisa di informasikan karena kita lagi mencari penggantinya, penggantinya tentu harus sesuai dengan kebutuhan tim dan tentu tidak mudah." jelasnya.

Sementara itu, Achmad Haris yang merupakan Sekretaris Tim Sriwijaya FC, menyampaikan bahwa Manajemen fokus untuk mengoptimalkan pemain muda yang saat ini memperkuat Tim Pekan Olahraga Nasional (PON) Provinsi Sumatera Selatan dengan alasan mengangkat potensi muda lokal dari Bumi Batanghari Sembilan itu.

"Ada dua yang sudah pasti direkrut untuk putaran kedua nanti, mereka dari Tim PON Sumsel yang berposisi di tengah dan belakang. Sisanya, baru kita akan rekrut dari tim-tim lainnya." ujar Achmad Haris.

Sriwijaya FC bisa dikatakan cukup berhasil mengoptimalkan pemain-pemain muda, termasuk yang berasal dari Sumatera Selatan. Ichsan Kurniawan dan Risky Dwi Ramadahana merupakan pemain lokal yang sudah menjadi pemain inti dan ditambah dengan pemain muda lainnya yang pernah memperkuat Sriwijaya FC U-21.

Selain itu, Manajemen Sriwijaya FC juga tidak terlalu sulit untuk merekrut pemain usia muda. Alasannya, saat ini sudah ada liga amatir di Sumatera Selatan yang bernama Sumsel Super League yang digagas oleh Hendri Zainuddin, sebagai tempat bagi anak-anak muda untuk menunjukkan kemampuan yang mereka miliki dan melakukan evaluasi agar bisa lebih baik lagi.

Penjaga Gawang ketiga Sriwijaya FC, Tri Hamdani Goentara, merupakan pemain yang berasal dari Sumsel Super League. Penampilan gemilang saat Sriwijaya FC menghadapi Perseru Serui hari Rabu tanggal 27 Juli 2016 yang lalu karena berhasil melakukan berbagai penyelamatan dan membawa Sriwijaya FC memperoleh kemenangan, mendapatkan pujian dari Hendri Kartiko yang merupakan pelatih penjaga gawang Sriwijaya FC.

"Try bermain sangat bagus. Tiga penjaga gawang kita mempunya kualitas dan kemampuan untuk berkembang lebih baik lagi. Kita beruntung memiliki tiga penjaga gawang ini." kata Hendro Kartiko saat itu. (oymar)

Selasa, 23 Agustus 2016

Sriwijaya FC Mundur Dari ISC U-21

Sekretaris PT. Sriwijaya Optimis Mandiri, Perusahaan yang Menaungi Sriwijaya FC, Faisal Mursyid (sumber foto : internet)
Sekretaris PT. Sriwijaya Optimis Mandiri, Perusahaan yang Menaungi Sriwijaya FC, Faisal Mursyid (sumber foto : internet)
PALEMBANG -- Sriwijaya FC (SFC) memutuskan untuk tak mengikuti kompetisi Indonesia Soccer Championship (ISC) U-21. Hal itu tertuang dalam surat resmi yang telah mereka kirimkan ke PT Gelora Trisula Semesta (GTS) tertanggal 9 Agustus 2016. 

Direktur kompetisi dan regulasi PT GTS Ratu Tisha Destria mengungkapkan, pihaknya baru menerima surat resmi dari SFC pada 15 Agustus lalu. Tisha pun menuturkan pihaknya cukup menyesalkan pengunduran diri klub asal Palembang itu dari event ISC U-21. 

"Sebenarnya ini kan salah satu rangkaian kewajiban dari klub dan sudah disepakati dalam pertemuan kami dengan klub, saat ISC mau bergulir. Tentunya nanti akan ada konsekuensi yang bakal diterima SFC dari pengunduran ini," kata Tisha. 

Hanya saja, Tisha masih belum bisa menjelaskan secara rinci konsekuensi apa yang bakal diberikan ke SFC. Kemungkinan, ini akan berpengaruh terhadap kontribusi komersial yang akan diterima SFC dari GTS. 

"Namun sebenarnya yang lebih penting adalah, ISC U-21 ini digelar untuk menjaga pembinaan di klub peserta ISC. Karena sebagai klub, semestinya mereka yang perlu melakukan pembinaan secara berkesinambungan dari tingkat junior hingga senior," tegasnya. 

Wanita yang sempat menimba ilmu sepakbola di FIFA ini pun menambahkan, dengan mundurnya SFC U-21 menyebabkan perubahan jadwal di grup 1 ISC U-21. Di mana pada grup itu terdapat juga PS TNI U-21, Persib Bandung U-21, Bhayangkara Surabaya United U-21, Persija Jakarta U-21, dan Semen Padang U-21. ISC U-21 sendiri sudah bergulir sejak, 12 Agustus lalu. (fourfourtwo)

Senin, 22 Agustus 2016

Gawat, Persib dan Semen Padang Mengintai Sriwijaya FC

Pemain Sriwijaya FC di Torabika Soccer Championship tahun 2016 (sumber foto : internet)
PALEMBANG -- Semen Padang dan Persib Bandung, menjadi pesaing yang harus mendapatkan perhatian serius dari Sriwijaya FC yang saat ini sama-sama berada di tengah. Kedua klub tersebut, berpotensi besar untuk menggeser klub yang berjuluk Laskar Wong Kito itu dari peringkat lima klasemen sementara Torabika Soccer Championship tahun 2016.

Saat ini, Sriwijaya FC berada di peringkat lima klasemen sementara dengan total 27 poin dari enam belas pertandingan yang sudah dijalani. Sementara itu, Semen Padang yang saat ini berada di peringkat enam klasemen sementara, sudah mengumpulkan 26 poin dari lima belas pertandingan. 

Kondisi ini berarti, apabila klub yang berjuluk Kabau Sirah itu berhasil mendapatkan kemenangan ketika menghadapi tuan rumah Mitra Kutai Kartanegara hari Senin tanggal 22 Agustus 2016, maka posisi Sriwijaya FC akan tergeser. Namun, jika hasil imbang atau kekalahan yang didapatkan, belum mampu menggeser Sriwijaya FC untuk sementara waktu.

Jika situasi ini tidak mendapatkan perhatian yang serius dari jajaran pelatih klub kebanggaan masyarakat Sumatera Selatan itu, maka bukan mustahil Semen Padang dan Persib Bandung akan mengkudeta klasemen sementara. Selain itu, persaingan untuk memperebutkan posisi pertama juga akan semakin berat karena tertinggal jauh dari pimpinan sementara yakni Madura United.

Empat besar tim yang berada di papan atas adalah Madura United, Arema Cronus, Bhayangkara Surabaya United, dan Persipura Jayapura. Madura United mendapatkan 34 poin dari sepuluh kali kemenangan, empat kali hasil imbang, dan dua kali menderita kekalahan, salah satunya dari Sriwijaya FC. 

Sedangkan di posisi kedua, Arema Cronus tertinggal 3 poin dari Madura United karena baru mendapatkan 31 poin dari sembilan kemenangan, empat hasil imbang, dan tiga kali kekalahan.

Kemudian, Bhayangkara Surabaya United yang saat ini berada di peringkat tiga, baru mendapatkan 29 poin dari sembilan kali kemenangan, dua kali hasil imbang, dan lima kali kekalahan. Sementara itu, Persipura Jayapura baru mendapatkan 28 poin dari delapan kemenangan, empat hasil imbang, dan empat kekalahan. Menariknya, dua tim ini sama-sama pernah dikalahkan oleh Sriwijaya FC.

Melihat persaingan saat ini, maka kemenangan merupakan hasil mutlak harus didapatkan oleh Sriwijaya FC ketika bertandang ke kandang Pusamania Borneo FC. Sriwijaya FC akan menjalani pertandingan terakhir di paruh pertama Torabika Soccer Championship tahun 2016 menghadapi klub tersebut, hari Sabtu tanggal 27 Agustus 2016 pukul 16.00 WIB di Stadion Segiri, Samarinda, dan disiarkan secara langsung oleh Indosiar.

Selasa, 16 Agustus 2016

Sriwijaya FC Buka Peluang Rekrut Pemain Anyar

Sekretaris Tim Sriwijaya FC, Achmad Haris (sumber foto : internet)
Sekretaris Tim Sriwijaya FC, Achmad Haris (sumber foto : internet)
PALEMBANG -- Manajemen Sriwijaya FC mengaku kemungkinan bakal merekrut pemain baru di lini pertahanan untuk putaran kedua Indonesia Soccer Championship (ISC) A 2016, dan masih menunggu laporan jajaran pelatih. 

Sekretaris tim Ahmad Haris mengungkapkan, alasan Sriwijaya FC tak ingin terburu-buru mendatangkan pemain baru merujuk pada penampilan skuat besutan Widodo Cahyono Putro yang sudah cukup baik. 

Mereka saat ini bertengger di posisi tiga klasmen sementara di bawah Madura United FC dan Arema Cronus. Namun tajamnya lini depan tidak diimbangi lini belakang, termasuk penjaga gawang. Meski kerap unggul lebih dulu di beberapa laga, gawang Sriwijaya FC justru kerap kebobolan di menit akhir. 

“Kalau, tambah pemain lagi, yah kemungkinan besar ada lah. Tetapi bertahap, lihat kebutuhan tim nanti,” ungakp Haris

Polling : Pemain Terbaik Sriwijaya FC lawan Arema

“Semua bisa terjadi nanti. Tidak merujuk pada posisi belakang saja. Kita mau lihat dulu hasil akhir paruh pertama Agustus ini seperti apa. Semua masih akan didiskusikan dulu baik dari manajemen tim, dan juga jajaran pelatih.” 

Sementara itu, salah satu kelompok suporter Sriwijaya FC, Singa Mania, siap mensosialiasikan pelaksanaan Asian Games 2018. Hal itu diungkapkan ketua umum Singa Mania Ariyadi Eko setelah mengikuti rapat persiapan dan koordinasi sarasehan suporter sepakbola Indonesia di Kemenpora RI di Jakarta kemarin. 

“Dalam rapat ini, Singa Mania sebagai kelompok suporter Sriwijaya FC mendapat kehormatan sebagai satu-satunya perwakilan suporter non-Jawa yang diundang. Kami pun secara tegas siap menyukseskan pelaksanaan Asian Games 2018 dengan beragam bentuk kreativitas yang sudah kami siapkan,” ungkap Dugong, sapaan akrabnya. 

“Asian Games nanti pasti berbeda, karena pesertanya lebih banyak dan kelasnya pun lebih tinggi. Kini kami tengah menjalin komunikasi dengan panitia lokal bagaimana dan di bidang apa nantinya Singa Mania bisa berkontribusi.” (goal)

Senin, 15 Agustus 2016

Widodo Cahyono Putro Kecewa

Pelatih Sriwijaya FC di Torabika Soccer Championship Tahun 2016, Widodo Cahyono Putro (sumber foto : internet)
Pelatih Sriwijaya FC di Torabika Soccer Championship Tahun 2016, Widodo Cahyono Putro (sumber foto : internet)
PALEMBANG -- Sriwijaya FC batal meraih kemenangan di kandang sendiri saat menjamu Arema Cronus dalam lanjutan kompetisi Indonesia Soccer Championship A (ISC A) atau Torabika Soccer Championship (TSC) 2016 kemarin. 

Hasil imbang 1-1 kontra Arema tersebut membuat pelatih Sriwijaya FC, Widodo C. Putro, kecewa berat. Kemenangan Laskar Wong Kito yang sudah di depan mata harus musnah karena Cristian Gonzales berhasil mencetak gol penyeimbang di menit-menit akhir untuk menyamakan kedudukan dari gol Sriwijaya FC yang sebelumnya ditorehkan oleh Hilton Moreira. 

“Dalam sepakbola kita harus dituntut untuk berkonsentrasi penuh sepanjang pertandingan. Namun sayang, kami harus kebobolan di lima menit terakhir waktu normal berakhir,” sesal Widodo C. Putro usai laga di Stadion Sriwijaya Jakabaring Palembang, kemarin. .

Widodo C. Putro pun mengungkap alasan mengganti Wildansyah yang berposisi sebagai bek kiri dengan I Ngurah Nanak yang biasanya menempati sektor bek tengah, bukan dengan Zalnando yang juga seorang bek sayap. 

“Keputusan memasukan I Nanak Nanak, bukan Zalnando, karena dia jam terbangnya lebih tinggi. Saya pun tidak mau membuat spekulasi tinggi, mengingat Arema bukan lawan sembarangan,” papar Widodo C. Putro. 

“Pilihan yang di mana harus dilakukan, karena jika terus melakukan bermain menyerang akan lebih rawan kebobobolan. Jadi lebih baik untuk mempertahankan keunggulan yang ada, dengan bermain bertahan,” imbuhnya. 

“Tetapi Arema tetap mampu memaksimalkan celah sedikit apapun oleh Cristian Gonzales dengan cukup baik,” tutup legenda hidup Timnas Indonesia ini. (sidomi)

Polling : Pemain Terbaik Sriwijaya FC lawan Arema

Jumat, 12 Agustus 2016

Pelatih Arema Pusing Hadapi Sriwijaya FC

Pelatih Arema Cronus di Torabika Soccer Championship tahun 2016, Milomir Seslija. (sumber foto : antaranews.com)
Pelatih Arema Cronus di Torabika Soccer Championship tahun 2016, Milomir Seslija. (sumber foto : antaranews.com)
PALEMBANG -- Arema Cronus dalam situasi sulit jelang laga kontra Sriwijaya FC pada pekan ke-15 Indonesia Soccer Championship (ISC) A 2016 di Stadion Gelora Sriwijaya, Palembang, Minggu (14/8/2016). 

Selain problem cedera pemain, Singo Edan juga ditinggal sejumlah pemain dengan alasan berbeda. Empat pemain tengah mengikuti seleksi tim nasional (timnas) yakni Kurnia Meiga, Johan Alfarizie, Syaiful Indra Cahya, dan Ryuji Utomo. Sedangkan satu pemain, Antoni Putro, berangkat mengikuti pendidikan kepolisian. 

Pelatih Milomir Seslija menyebut kondisi timnya tidak ideal. Dia berharap keempat pemain yang bergabung Timnas tidak sampai menambah daftar cedera. "Kondisi yang sama sekali tidak ideal. Ada yang dipanggil tim nasional, ada yang pendidikan polisi. Sulit melakukan persiapan maksimal dengan situasi demikian," ungkap Milomir Seslija. 

Pelatih asal Bosnia ini sebelumnya juga mengkritik keputusan Antoni Putro mengikuti pendidikan kepolisian di tengah musim kompetisi. Menurut dia, idealnya langkah tersebut ditempuh ketika musim sudah selesai atau pemain tidak terikat kontrak. 

Tapi, apa pun keluhan yang dilontarkan Milo, itu tidak mengubah keadaan dan Antoni sudah berada di Mojokerto. Dengan kepergian Antoni, maka di posisi winger hanya ada stok Esteban Vizcarra, Sunarto dan Arif Suyono, sedangkan Ahmad Nuviandani dan Dendi Santoso masih cedera. 

Dengan situasi demikian, Milo sudah boleh puas ketika empat pemain yang bergabung Timnas pulang dalam keadaan bugar. Sebab pemain Arema yang dipanggil seleksi gelombang pertama, semuanya berposisi bek. Sedangkan Hendro Siswanto masih belum mengikuti seleksi karena memulihkan cedera.

"Arema sebenarnya butuh persiapan yang lebih intensif lagi agar terus meningkat di pertandingan selanjutnya. Tapi kami harus berada dalam situasi yang kurang bagus kalau bicara komposisi pemain. Semoga kami lebih beruntung," tandas Milo.

Tim kebanggaan Aremania belum sepenuhnya lepas dari episode murung. Memang tim ini menang ketika menjamu Bali United, tapi Hamka Hamzah dkk masih terlihat susah payah menemukan level performa terbaiknya dan hanya mampu menciptakan sebiji gol. (sindonews.com)

Selasa, 02 Agustus 2016

Sriwijaya FC Imbang, Widodo Cahyono Putro Senang

Pelatih Sriwijaya FC di Torabika Soccer Championship tahun 2016, Widodo Cahyono Putro (sumber foto : internet)
Pelatih Sriwijaya FC di Torabika Soccer Championship tahun 2016, Widodo Cahyono Putro (sumber foto : internet)
PALEMBANG -- Pelatih Sriwijaya FC Widodo Cahyono Putra semringah tim besutannya mampu membawa pulang satu angka dalam laga tandang setelah bermain imbang 1-1 melawan Barito Putera di Stadion 17 Mei Banjarmasin, Senin (1/8) malam WIB. 

Sriwijaya FC sempat tertinggal lebih dulu melalui tendangan penalti Luiz Junior menjelang babak pertama berakhir. Namun pemain pengganti Yohanis Nabar sukses menyamakan kedudukan, sehingga Laskar Wong Kito mencuri satu angka di kandang Barito Putera. 

Widodo mengapresiasi kinerja anak asuhnya yang sudah bekerja keras, dan tetap berada dalam motivasi tinggi, kendati tertinggal lebih dulu. Menurut Widodo, mendapatkan poin di laga tandang bukan hasil yang buruk. 

“Pemain sudah tampil bagus tadi. Satu poin ini sangat berarti buat kami, karena kami menjalani pertandingan away. kami sempat kecolongan di babak pertama. Gol itu disebabkan kelengahan pemain mengantisipasi serangan lawan,” ujar Widodo. 

“Pemain akhirnya bisa membayarnya di babak kedua. Itulah sepakbola, segala sesuatunya bisa saja terjadi. Yang jelas kami harus lebih baik di pertandingan berikutnya di kandang.” ( fourfourtwo )

Polling : Pemain Terbaik Sriwijaya FC lawan Barito

Senin, 01 Agustus 2016

Sriwijaya FC Rela Lepas Pemain Ikut Seleksi Timnas Indonesia

Sekretaris PT. Sriwijaya Optimis Mandiri, Faisal Mursyid (sumber foto : internet)
Sekretaris PT. Sriwijaya Optimis Mandiri, Faisal Mursyid (sumber foto : internet)
PALEMBANG -- Manajemen dan jajaran pelatih Sriwijaya FC tidak keberatan melepas empat pemain mereka mengikuti seleksi timnas Indonesia yang sedang dipersiapkan mengikuti Piala AFF 2016. 

Dari 47 nama pemain yang dipanggil, empat diantaranya merupakan penggawa Sriwijaya FC, yakni Teja Paku Alam, Ichsan Kurniawan, Achmad Jupriyanto, dan Fachrudin Ariyanto. 

Seketaris PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) Faisal Mursyid mengatakan, pihaknya sudah mendapat pesan dari presiden klub Dodi Reza Alex untuk mendukung timnas senior. 

“Untuk tim tidak ada masalah, karena kata presiden sudah menjadi risiko kita. Kita memiliki pemain bintang dan berkualitas. Apabila ditarik ke timnas sudah menjadi risiko. Jadi tidak ada masalah, walaupun keempatnya ditarik. Namun sejauh ini kita belum ada pemanggilan secara resmi dari PSSI, atau tim pelatih timnas kepada pemain kita.” ucap Faisal. 

Hal serupa juga diutarakan pelatih Widodo Cahyono Putro. Mantan asisten pelatih timnas Alfred Riedl ini mengatakan, ia akan mengoptimalkan pemain yang ada, karena ini menjadi bagi dari risiko tim untuk membantu kebutuhan negara. 

“Tidak ada masalah, kita juga ada pemain lain. Intinya semua pemain dilatih dengan porsi latihan yang sama. Jadi saya yakin semuanya siap apabila diturunkan,” ujar Widodo. 

Sementara itu, Teja dan Ichsan menyampaikan kegembiraan mereka, walau masih sebatas seleksi. Kedua pemain tersebut siap memperlihatkan kemampuan terbaik agar masuk ke skuat Piala AFF 2016. “Kalau terpilih saya siap bang. Terpenting diizinkan oleh klub,” tegas Teja. 

“Terpenting konsen di tim, latihan, dan memberikan perfoma terbaik. Tetapi kalau saya memperkuat timnas pastinya senang, dan akan memberikan hal yang sama untuk Indonesia,” timpal Ichsan. 

Sumber : fourfourtwo.com