Ichsan Kurniawan Ingin Jadi Legenda di Sriwijaya FC

Ichsan Kurniawan Ingin Jadi Legenda di Sriwijaya FC

Bagaimana tidak, motivasi Ichsan Kurniawan yang lahir di Sumatera Selatan 25 Desember 1995 ini, kelak ingin menjadi legenda SFC. "Harapan dan motivasi Ichsan mau membanggakan Sumsel dengan menjadi legenda SFC. Semoga itu bisa saya wujudkan," kata gelandang muda SFC alumni Sekolah Olahraga Negeri Sriwijaya ini.

Sayembara Jersey Sriwijaya FC Berhadiah 10 Juta

Sayembara Jersey Sriwijaya FC Berhadiah 10 Juta

Manajemen Sriwijaya FC (SFC) menggelar sayembara desain jersey Laskar Wong Kito untuk musim 2017. Meski kompetisi Torabika Soccer Championship (TSC) 2016 belum berakhir, namun lomba desain jersey tetap akan dilakukan.

Menang Tipis dari PSM, Sriwijaya FC Geser Persib Bandung

Menang Tipis dari PSM, Sriwijaya FC Geser Persib Bandung

Sriwijaya FC berhasil mendapatkan kemenangan ketika menghadapi PSM di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring hari Sabtu tanggal 18 Juni 2016. Klub yang berjuluk Laskar Wong Kito itu, menang 1-0 dari PSM melalui gol yang diciptakan oleh Alberto Goncalves di menit 90.

Sriwijaya FC Pecat Tiga Pemain dan Rekrut Dua Pemain Sumsel

Sriwijaya FC Pecat Tiga Pemain dan Rekrut Dua Pemain Sumsel

"Minimal ada tiga pemain yang akan dilepas. Namun belum bisa di informasikan karena kita lagi mencari penggantinya, penggantinya tentu harus sesuai dengan kebutuhan tim dan tentu tidak mudah." jelasnya.

Sabtu, 25 Maret 2017

Manajemen Sriwijaya FC Pecat Widodo Cahyono Putro


Keputusan mengejutkan diambil oleh manajemen Sriwijaya FC di penghujung bulan Maret dan hanya berjarak kurang dari 3 minggu jelang bergulirnya kompetisi Liga 1 2017. Mereka memecat pelatih kepala Widodo Cahyono Putro.

Kontrak Widodo berakhir 30 Maret 2017. Namun, petinggi Laskar Wong Kito memutuskan tidak memperpanjang kontrak sang pelatih. Selain Widodo, pelatih kiper, Hendro Kartiko, dua asisten pelatih Khusaeri dan Francis Wawengkang, serta pelatih fisik Irwansyah juga dipaksa out dari tim.

Pengumuman soal perombakan jajaran tim pelatih disampaikan oleh Presiden Sriwijaya FC, Dodi Reza Alex Noerdin, Sabtu (25/3) sore di Palembang.

"Setelah melakukan serangkaian pembahasan dan evaluasi menyeluruh, maka jajaran  manajemen  dan tim memutuskan untuk tidak memperpanjang kontrak Widodo Cahyono Putro sebagai pelatih kepala SFC dan tim pelatih lainnya pada 30 Maret 2017 ini," jelasnya.

Bupati Muba yang baru saja terpilih di pilkada serentak Februari lalu ini juga mengucapkan terima kasih kepada Widodo dan staf pelatih yang dinilainya sudah  memberikan kontribusi positif dan menunjukkan kerja keras yang baik serta dedikasi tinggi saat menukangi Sriwijaya FC.

Keputusan Sriwijaya FC mendepak Widodo tak mengherankan. Ia belakangan kerap banjir kritik dari suporter. Di tangan Widodo, prestasi Laskar Wong Kito tak menggembirakan. Mereka gagal juara Indonesia Soccer Championship 2016 dan Piala Presiden 2017.

Sriwijaya FC sendiri dikabarkan menyiapkan pelatih asing sebagai pengganti Widodo. Nakhoda baru tim akan tiba di Palembang pada Minggu (26/3/2017). 

Rabu, 08 Maret 2017

Sriwijaya FC U-21 Jaring Talenta Muda Daerah

Sriwijaya FC U-21 Jaring Talenta Muda Daerah

Sriwijaya FC membuat program terbaru penjaringan bibit pemain muda untuk memperkuat tim U-21. Tidak ingin mengambil pemain muda dari luar, pihak manajemen mencari talenta muda di daerah-daerah Provinsi Sumatera Selatan. 

Menurut Kepala Bidang Pembinaan Asosiasi Provinsi PSSI Sumsel, Bambang Supriyanto, pihak manajemen Sriwijaya FC sudah mengadakan sejak seleksi satu bulan lalu. "Surat (manajemen Sriwijaya FC) sudah direkomendasikan melalui Askab dan Askot (asosiasi daerah tingkat dua)," ujarnya, Senin (6/3/2017). 

Ia menjelaskan, berbagai cara dilakukan Sumsel mencari talenta muda berbakat sepak bola. Namun, kadang ada pemain yang berasal dari luar provinsi yang masuk. "Itu dulu. Sekarang kami mencari pemain asli daerah dengan melampirkan KTP dan Kartu Keluarga khusus Sumsel," ujar mantan asisten manajer Sriwijaya FC U-21 ini. 

Menurut dia, seleksi pemain bakal diadakan di Stadion Bumi Sriwijaya pada Selasa, Kamis, dan dan Minggu pagi. "Jika berminat, langsung saja ke Stadion Bumi Sriwijaya," kata dia. 

Melalui kebijakan ini, diharapkan pemain muda asal Sumsel bisa menunjukkan talentanya. Di skuad Sriwijaya FC ada Riszki Dwi Ramadhana, Hapit Ibrahim, dan Slamet Budiono yang mulai memperlihatkan kualitasnya di bawah kepelatihan Widodo Cahyono Putro. 

"Kali ini kami mengambil putra Sumsel. Semuanya sudah dipersiapkan dengan matang. Tinggal melakukan teknis seleksi," tutur Bambang. (kompas.com)

Senin, 06 Maret 2017

Arema dan Persib Diprediksi Tidak Akan Juara Liga 1

Arema dan Persib Diprediksi Tidak Akan Juara Liga 1

Kapten Laskar Wong Kito, Yu Hyun Koo, rupanya memiliki penilaian tersendiri untuk tim yang akan merajai Liga 1 Indonesia yang akan bergulir April mendatang. Sebagai pemain asing yang telah delapan tahun mengecap asam garam pertandingan di Indonesia, Hyun menilai jika yang akan menjuarai Liga 1 merupakan tim yang punya bahan bakar yang cukup. 

Tapi menariknya, Hyun justru menilai Arema FC tidak akan merajai Liga 1 mendatang. "Kalau menurut saya, yang berpeluang meraih juara Liga 1 yakni Persipura, PSM Makasar, Pusamania dan Sriwijaya," ungkap Hyun, Senin (6/3/2017). 

Hyun malah tidak menyebut tim Arema FC dan Persib Bandung, yang notabenenya sering kali menebar ancaman untuk tim lain. Bukan tanpa alasan. Dikatakan pemain asli Korea Selatan ini, alasan dirinya tidak menyebutkan Arema dan Persib lantaran kedua tim itu kurang bahan bakar untuk mengarungi kompetisi resmi. 

"Saya yakin kita bisa untuk meraih hasil terbaik. Bukan karena tim lain lemah. Tapi, saat ini dengan regulasi diwajibkannya pemain U-21 membuat kita lebih beruntung. Pemain kita yaitu Yanto Basna, Zalnando dan Budy merupakan pemain yang meski tak ada regulasi pun masuk starter. Jadi saya nilai alasan itu cukup masuk akan dibanding klub lain yang mana pemain U-21 nya bukan pemain inti," ujarnya. 

Sama halnya dengan PSM, Persipura dan Pusamania juga hampir sama dengan SFC. Tapi, jika melihat skuad Arema dan Persib, ada beberapa pemain yang baik tapi lapisan mereka antara pemain inti dan pemain bukan inti cukup jauh. 

"Kita harus lebih fokus dan lebih cepat padu untuk menggapai itu. Meski ada kans tentu meraih hasil juara itu sulit. Apalagi ini hanya analisa darinya dan belum tentu bisa benar," ucap pemain bermata sipit ini. 

Selain itu, kegagalan Laskar Wong Kito di Piala Presiden rupanya tidak terlalu dianggap sebagai duka bagi Hyun. Justru, menurutnya kekalahan itu lebih bagi SFC yang secara tim harus lebih banyak belajar agar makin padu. 

"Kita harus lebih banyak belajar. Kordinasi permainan harus cepat saling memahami. Juga diskusi antara pemain dan pelatih akan membuat kami makin kuat," pungkasnya sambil tersenyum. (tribunnews)

Sabtu, 25 Februari 2017

Maldini Pali Bisa Diturunkan Lawan Arema FC

Maldini Pali Bisa Diturunkan Lawan Arema FC
Sriwijaya FC akan menurunkan seluruh komposisi pemain terbaiknya pada pertandingan babak delapan besar Piala Presiden 2017 menghadapi Arema FC di Stadion Manahan, Solo, Minggu (26/02) nanti, termasuk pemain anyar Maldini Pali. 

Sebelumnya Laskar Wong Kito terpaksa menyimpan tenaga mantan punggawa tim nasional U-19 di babak penyisihan Grup 4 lantaran terganjal administrasi. Mantan punggawa PSM Makassar itu tidak bisa dimainkan lantaran dirinya juga terdaftar di Persela Lamongan.    

Kondisi ini membuat jajaran pelatih harus menahan hasratnya untuk mencoba kemampuan Maldini Pali pada pertandingan menghadapi Pusamania Borneo FC (PBFC) di laga terakhir fase grup, Minggu (18/02) lalu.

"Saat itu laga dimainkan di akhir pekan dan penyelesaian administrasi hanya bisa dilakukan di hari kerja. Namun kita sudah menerima pemberitahuan kembali, Maldini sudah bisa dimainkan," ungkap Pelatih Kepala SFC Widodo Cahyono Putro, saat dihubungi Kamis (23/02) sore.

Bermain di posisi gelandang, Maldini bisa menempati peran yang sama dengan Slamet Budiono. Meski belum tentu diturunkan sejak menit pertama, namun pemain kelahiran 27 Januari 1995 itu bisa menjadi solusi apabila peran Slamet tidak maksimal. (detiksumsel.com)

Selasa, 21 Februari 2017

Babak 8 Besar Piala Presiden, Sriwijaya FC Tantang Arema

Babak 8 Besar Piala Presiden, Sriwijaya FC Tantang Arema

Drawing babak 8 besar Piala Presiden 2017 baru saja selesai digelar hari ini, Selasa (21/02/17) di Hotel Parklane, Jakarta. Acara drawing itu sendiri dibuka oleh Ketua Match Committee, Yeyen Tumena serta diikuti sambutan dari Iwan Budianto selaku Ketua Organizing Committee, dan Maruarar Sirait yang bertindak sebagai Ketua Steering Committee. 

Proses pengundian juga melibatkan perwakilan masing-masing tim peserta di babak 8 besar Piala Presiden 2017. Setidaknya ada 2 laga big match yang tersaji di babak 8 besar nanti. Arema FC asuhan Aji Santoso akan menghadapi Sriwijaya FC yang dilatih Widodo Cahyono Putro. 

Laga kedua klub besar ini diyakini bakal berlangsung sengit demi merebut satu tiket ke babak semifinal. Satu laga ketat lainnya adalah antara juara bertahan Piala Presiden, Persib Bandung melawan Mitra Kukar. 

Laga babak 8 besar sendiri akan berlangsung dalam 2 hari yakni pada 25-26 Februari 2017 di Stadion Manahan, Solo. Laga pertama babak 8 besar akan mempertemukan Pusamania Borneo FC menghadapi Madura United, pada Sabtu (25/02/17), pukul 18:00 WIB. 

Setelah itu dilanjutkan laga Persib Bandung melawan Mitra Kukar pukul 21:00 WIB. Di hari berikutnya atau pada Minggu (26/02/17), Semen Padang akan lebih dulu bermain menghadapi Bhayangkara FC pada pukul 18:00 WIB. 

Setelah itu baru duel big match antara Arema FC melawan Sriwijaya FC menjadi penutup babak 8 besar pada pukul 21:00 WIB. Seluruh pertandingan babak 8 besar tersebut dapat disaksikan di stasiun televisi Indosiar selaku saluran resmi Piala Presiden 2017. (
Berikut Hasil Lengkap Drawing Babak 8 Besar Piala Presiden 2017: 
Pusamania Borneo FC vs Madura United, pada 25 Februari jam 18:00 WIB 
Persib Bandung vs Mitra Kukar, pada 25 Februari jam 21:00 WIB 
Semen Padang vs Bhayangkara FC, pada 26 Februari jam 18:00 WIB 
Arema FC vs Sriwijaya FC, pada 26 Februari jam 21:00 WIB

Lini Tengah Sriwijaya FC Terancam

Lini Tengah Sriwijaya FC Terancam

Sriwijaya FC (SFC) tengah cemas menghadapi babak delapan besar Piala Presiden yang akan dihelat di Stadion Manahan Solo 24 Februari mendatang. Absennya Yu Hyun Koo sebagai jangkar tim, yang juga sebagai kapten akan berpengaruh besar bagi kestabilan lini tengah tim yang dibesut Widodo Cahyono Putro ini. 

Akumulasi kartu kuning yang diterima pemain asal Korea Selatan ini, membuatnya harus absen. Padahal, laga babak delapan besar akan sangat rawan untuk menentukan apakah SFC melaju atau pulang lebih cepat. 

Hyun Koo mendapat kartu kuning secara beruntun, pertama ketika melawan Barito lalu di laga akhir melawan Pusamania. Ia dianggap melanggar ketika menabrak Asri Akbar ketika berebut bola atas. Tanpa sosok Hyun, lini tengah SFC diperkirakan bakal goyah. 

Menyisakan Hapit Ibrahim dan Manda Cingi, Widodo harus benar-benar putar otak menghadapi laga ini. Apalagi, jika dilihat dari tiga laga di Piala Presiden motor permainan berada di kaki pemain berusia 34 tahun ini. 

Hyun Koo menjadi pemain yang mengatur aliran serangan, menyerang dari sisi sayap kanan, kiri atau tengah. Bahkan ia berperan ganda. Publik bisa melihat bagaimana Hyun Koo bermain ketika melawan Pusamania Borneo FC, ia beberapa kali berubah seakan menjadi bek tengah melapisi peran Yanto yang belum turun akibat overlap

“Yah, saya tidak bisa main, terkena akumulasi kartu,” ucap Hyun Koo, Senin (20/2/2017).

Kendati tak bisa turun, Hyun menegaskan bila dia akan tetap bersama tim. Dia tetap menjalani latihan seperti biasa di Bali. Ketika tim bertolak ke Solo untuk turun di perempatfinal, dia pun akan tetap berada di antara rekan-rekannya. 

“Saya tetap akan ke Solo bersama tim, memberikan support pada rekan-rekan,” katanya. (tribunnews.com)

Selasa, 14 Februari 2017

Tiga Pemain Timnas, Gabung Sriwijaya FC

Sriwijaya FC Rekrut Tiga Pemain Timnas U-19

Sriwijaya FC memenuhi janjinya mendatangkan pemain muda berkualitas untuk memperkuat tim pada gelaran Piala Presiden 2017 dan Liga 1. 

Namun tidak ada yang menduga jika tiga pemain muda yang dimaksud merupakan eks punggawa Timnas U-19. Mereka adalah Maldini Pali (Sayap), Indra Permana (Bek sayap) dan Hendra Sandi (Gelandang).

Informasi yang diperoleh detiksumsel.com dari Bali, salah satu dari ketiga pemain itu sudah mulai bergabung bersama Laskar Wong Kito, Selasa (14/2) sore di Bali.

"Ya, Maldini Pali sudah bergabung dengan tim sore ini," ungkap sumber internal tim, yang namanya minta dirahasiakan, Selasa (14/02).

Informasi yang didapat, ketiga pemain yang namanya melejit bersama Garuda Jaya dibawah asuhan Indra Sjafri ini, direkrut untuk melengkapi skuad muda Laskar Wong Kito. Dengan hadirnya tiga pemain ini, artinya saat ini ada tujuh pemain muda U-22 dalam skuad SFC.

Sejauh ini baru ada pemain yang kerap mengisi starting line up yakni Zalnando, Slamet Budiono, dan Yanto Basna. Sedangkan sisanya, seperti Dicri Yusron dan Rangga Pratama diposisi kiper masih harus menunggu, lantaran ada nama Teja Paku Alam dibawah mistar gawang yang selalu menjadi pilihan utama.

Sedangkan Reza Erlangga di posisi striker, kalah bersaing dengan Alberto Goncalves dan Airlangga Sucipto. Sementara Ichsan Kurniawan masih dalam proses penyembuhan cedera lutut. 

Kehadiran ketiga pemain ini selain untuk memperkuat tim, juga diprediksi sebagai pelapis apabila Teja, Zalnando dan Yanto Basna mendapatkan panggilan untuk memperkuat Timnas U-22 di ajang SEA Games 2017.


Dikonfirmasi mengenai ketiga pemain itu, Sekretaris Tim Sriwijaya FC Achmad Haris mengaku belum dapat memberikan komentar mengenai hal itu. Namun dia mengakui, setelah manajemen membatalkan kontrak Dedi Hartono, tim akan kembali merekrut pemain muda untuk memenuhi regulasi U-22.

"Saya belum dapat berkomentar dulu, sekarang tim fokus di babak penyisihan grup 4," ucapnya singkat. (iyop)