Ichsan Kurniawan Ingin Jadi Legenda di Sriwijaya FC

Ichsan Kurniawan Ingin Jadi Legenda di Sriwijaya FC

Bagaimana tidak, motivasi Ichsan Kurniawan yang lahir di Sumatera Selatan 25 Desember 1995 ini, kelak ingin menjadi legenda SFC. "Harapan dan motivasi Ichsan mau membanggakan Sumsel dengan menjadi legenda SFC. Semoga itu bisa saya wujudkan," kata gelandang muda SFC alumni Sekolah Olahraga Negeri Sriwijaya ini.

Sayembara Jersey Sriwijaya FC Berhadiah 10 Juta

Sayembara Jersey Sriwijaya FC Berhadiah 10 Juta

Manajemen Sriwijaya FC (SFC) menggelar sayembara desain jersey Laskar Wong Kito untuk musim 2017. Meski kompetisi Torabika Soccer Championship (TSC) 2016 belum berakhir, namun lomba desain jersey tetap akan dilakukan.

Menang Tipis dari PSM, Sriwijaya FC Geser Persib Bandung

Menang Tipis dari PSM, Sriwijaya FC Geser Persib Bandung

Sriwijaya FC berhasil mendapatkan kemenangan ketika menghadapi PSM di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring hari Sabtu tanggal 18 Juni 2016. Klub yang berjuluk Laskar Wong Kito itu, menang 1-0 dari PSM melalui gol yang diciptakan oleh Alberto Goncalves di menit 90.

Nasrun Umar : "Kalau Kalah, Silahkan Salahkan Saya"

Nasrun Umar : "Kalau Kalah, Silahkan Salahkan Saya"

"Saya bangga dengan klub ini. Jika mendapatkan kemenangan, ini adalah kemenangan kalian. Tapi, jika mendapatkan kekalahan, kalian bisa salahkans aya. Saya manager yang bertanggung jawab untuk tim ini. Jangan tinggalkan saya sendiri untuk membangun klub yang kita banggakan ini." pintanya.

Rabu, 24 Agustus 2016

Sriwijaya FC Pecat Tiga Pemain dan Rekrut Dua Pemain Sumsel

Manajer Sriwijaya FC, Nasrun Umar, memakai pakaian dinas (sumber foto : internet)
Manajer Sriwijaya FC, Nasrun Umar, memakai pakaian dinas (sumber foto : internet)
PALEMBANG -- Mendekati berakhirnya paruh pertama Torabika Soccer Championship tahun 2016, Manajemen Sriwijaya FC mengabarkan akan melakukan pemecatan minimal tiga orang pemain. Keputusan itu diambil setelah melakukan evaluasi dan koordinasi dengan jajaran pelatih.

Namun sayangnya, ketika dikonfirmasi, Manajer Sriwijaya FC yakni Nasrun Umar, belum memberikan informasi yang jelas mengenai nama-nama pemain yang akan dipecat. Namun, Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika Provinsi Sumatera Selatan itu membocorkan bahwa pemain yang akan dipecat berada di posisi tengah dan belakang.

"Minimal ada tiga pemain yang akan dilepas. Namun belum bisa di informasikan karena kita lagi mencari penggantinya, penggantinya tentu harus sesuai dengan kebutuhan tim dan tentu tidak mudah." jelasnya.

Sementara itu, Achmad Haris yang merupakan Sekretaris Tim Sriwijaya FC, menyampaikan bahwa Manajemen fokus untuk mengoptimalkan pemain muda yang saat ini memperkuat Tim Pekan Olahraga Nasional (PON) Provinsi Sumatera Selatan dengan alasan mengangkat potensi muda lokal dari Bumi Batanghari Sembilan itu.

"Ada dua yang sudah pasti direkrut untuk putaran kedua nanti, mereka dari Tim PON Sumsel yang berposisi di tengah dan belakang. Sisanya, baru kita akan rekrut dari tim-tim lainnya." ujar Achmad Haris.

Sriwijaya FC bisa dikatakan cukup berhasil mengoptimalkan pemain-pemain muda, termasuk yang berasal dari Sumatera Selatan. Ichsan Kurniawan dan Risky Dwi Ramadahana merupakan pemain lokal yang sudah menjadi pemain inti dan ditambah dengan pemain muda lainnya yang pernah memperkuat Sriwijaya FC U-21.

Selain itu, Manajemen Sriwijaya FC juga tidak terlalu sulit untuk merekrut pemain usia muda. Alasannya, saat ini sudah ada liga amatir di Sumatera Selatan yang bernama Sumsel Super League yang digagas oleh Hendri Zainuddin, sebagai tempat bagi anak-anak muda untuk menunjukkan kemampuan yang mereka miliki dan melakukan evaluasi agar bisa lebih baik lagi.

Penjaga Gawang ketiga Sriwijaya FC, Tri Hamdani Goentara, merupakan pemain yang berasal dari Sumsel Super League. Penampilan gemilang saat Sriwijaya FC menghadapi Perseru Serui hari Rabu tanggal 27 Juli 2016 yang lalu karena berhasil melakukan berbagai penyelamatan dan membawa Sriwijaya FC memperoleh kemenangan, mendapatkan pujian dari Hendri Kartiko yang merupakan pelatih penjaga gawang Sriwijaya FC.

"Try bermain sangat bagus. Tiga penjaga gawang kita mempunya kualitas dan kemampuan untuk berkembang lebih baik lagi. Kita beruntung memiliki tiga penjaga gawang ini." kata Hendro Kartiko saat itu. (oymar)

Selasa, 23 Agustus 2016

Sriwijaya FC Mundur Dari ISC U-21

Sekretaris PT. Sriwijaya Optimis Mandiri, Perusahaan yang Menaungi Sriwijaya FC, Faisal Mursyid (sumber foto : internet)
Sekretaris PT. Sriwijaya Optimis Mandiri, Perusahaan yang Menaungi Sriwijaya FC, Faisal Mursyid (sumber foto : internet)
PALEMBANG -- Sriwijaya FC (SFC) memutuskan untuk tak mengikuti kompetisi Indonesia Soccer Championship (ISC) U-21. Hal itu tertuang dalam surat resmi yang telah mereka kirimkan ke PT Gelora Trisula Semesta (GTS) tertanggal 9 Agustus 2016. 

Direktur kompetisi dan regulasi PT GTS Ratu Tisha Destria mengungkapkan, pihaknya baru menerima surat resmi dari SFC pada 15 Agustus lalu. Tisha pun menuturkan pihaknya cukup menyesalkan pengunduran diri klub asal Palembang itu dari event ISC U-21. 

"Sebenarnya ini kan salah satu rangkaian kewajiban dari klub dan sudah disepakati dalam pertemuan kami dengan klub, saat ISC mau bergulir. Tentunya nanti akan ada konsekuensi yang bakal diterima SFC dari pengunduran ini," kata Tisha. 

Hanya saja, Tisha masih belum bisa menjelaskan secara rinci konsekuensi apa yang bakal diberikan ke SFC. Kemungkinan, ini akan berpengaruh terhadap kontribusi komersial yang akan diterima SFC dari GTS. 

"Namun sebenarnya yang lebih penting adalah, ISC U-21 ini digelar untuk menjaga pembinaan di klub peserta ISC. Karena sebagai klub, semestinya mereka yang perlu melakukan pembinaan secara berkesinambungan dari tingkat junior hingga senior," tegasnya. 

Wanita yang sempat menimba ilmu sepakbola di FIFA ini pun menambahkan, dengan mundurnya SFC U-21 menyebabkan perubahan jadwal di grup 1 ISC U-21. Di mana pada grup itu terdapat juga PS TNI U-21, Persib Bandung U-21, Bhayangkara Surabaya United U-21, Persija Jakarta U-21, dan Semen Padang U-21. ISC U-21 sendiri sudah bergulir sejak, 12 Agustus lalu. (fourfourtwo)

Senin, 22 Agustus 2016

Gawat, Persib dan Semen Padang Mengintai Sriwijaya FC

Pemain Sriwijaya FC di Torabika Soccer Championship tahun 2016 (sumber foto : internet)
PALEMBANG -- Semen Padang dan Persib Bandung, menjadi pesaing yang harus mendapatkan perhatian serius dari Sriwijaya FC yang saat ini sama-sama berada di tengah. Kedua klub tersebut, berpotensi besar untuk menggeser klub yang berjuluk Laskar Wong Kito itu dari peringkat lima klasemen sementara Torabika Soccer Championship tahun 2016.

Saat ini, Sriwijaya FC berada di peringkat lima klasemen sementara dengan total 27 poin dari enam belas pertandingan yang sudah dijalani. Sementara itu, Semen Padang yang saat ini berada di peringkat enam klasemen sementara, sudah mengumpulkan 26 poin dari lima belas pertandingan. 

Kondisi ini berarti, apabila klub yang berjuluk Kabau Sirah itu berhasil mendapatkan kemenangan ketika menghadapi tuan rumah Mitra Kutai Kartanegara hari Senin tanggal 22 Agustus 2016, maka posisi Sriwijaya FC akan tergeser. Namun, jika hasil imbang atau kekalahan yang didapatkan, belum mampu menggeser Sriwijaya FC untuk sementara waktu.

Jika situasi ini tidak mendapatkan perhatian yang serius dari jajaran pelatih klub kebanggaan masyarakat Sumatera Selatan itu, maka bukan mustahil Semen Padang dan Persib Bandung akan mengkudeta klasemen sementara. Selain itu, persaingan untuk memperebutkan posisi pertama juga akan semakin berat karena tertinggal jauh dari pimpinan sementara yakni Madura United.

Empat besar tim yang berada di papan atas adalah Madura United, Arema Cronus, Bhayangkara Surabaya United, dan Persipura Jayapura. Madura United mendapatkan 34 poin dari sepuluh kali kemenangan, empat kali hasil imbang, dan dua kali menderita kekalahan, salah satunya dari Sriwijaya FC. 

Sedangkan di posisi kedua, Arema Cronus tertinggal 3 poin dari Madura United karena baru mendapatkan 31 poin dari sembilan kemenangan, empat hasil imbang, dan tiga kali kekalahan.

Kemudian, Bhayangkara Surabaya United yang saat ini berada di peringkat tiga, baru mendapatkan 29 poin dari sembilan kali kemenangan, dua kali hasil imbang, dan lima kali kekalahan. Sementara itu, Persipura Jayapura baru mendapatkan 28 poin dari delapan kemenangan, empat hasil imbang, dan empat kekalahan. Menariknya, dua tim ini sama-sama pernah dikalahkan oleh Sriwijaya FC.

Melihat persaingan saat ini, maka kemenangan merupakan hasil mutlak harus didapatkan oleh Sriwijaya FC ketika bertandang ke kandang Pusamania Borneo FC. Sriwijaya FC akan menjalani pertandingan terakhir di paruh pertama Torabika Soccer Championship tahun 2016 menghadapi klub tersebut, hari Sabtu tanggal 27 Agustus 2016 pukul 16.00 WIB di Stadion Segiri, Samarinda, dan disiarkan secara langsung oleh Indosiar.

Selasa, 16 Agustus 2016

Sriwijaya FC Buka Peluang Rekrut Pemain Anyar

Sekretaris Tim Sriwijaya FC, Achmad Haris (sumber foto : internet)
Sekretaris Tim Sriwijaya FC, Achmad Haris (sumber foto : internet)
PALEMBANG -- Manajemen Sriwijaya FC mengaku kemungkinan bakal merekrut pemain baru di lini pertahanan untuk putaran kedua Indonesia Soccer Championship (ISC) A 2016, dan masih menunggu laporan jajaran pelatih. 

Sekretaris tim Ahmad Haris mengungkapkan, alasan Sriwijaya FC tak ingin terburu-buru mendatangkan pemain baru merujuk pada penampilan skuat besutan Widodo Cahyono Putro yang sudah cukup baik. 

Mereka saat ini bertengger di posisi tiga klasmen sementara di bawah Madura United FC dan Arema Cronus. Namun tajamnya lini depan tidak diimbangi lini belakang, termasuk penjaga gawang. Meski kerap unggul lebih dulu di beberapa laga, gawang Sriwijaya FC justru kerap kebobolan di menit akhir. 

“Kalau, tambah pemain lagi, yah kemungkinan besar ada lah. Tetapi bertahap, lihat kebutuhan tim nanti,” ungakp Haris

Polling : Pemain Terbaik Sriwijaya FC lawan Arema

“Semua bisa terjadi nanti. Tidak merujuk pada posisi belakang saja. Kita mau lihat dulu hasil akhir paruh pertama Agustus ini seperti apa. Semua masih akan didiskusikan dulu baik dari manajemen tim, dan juga jajaran pelatih.” 

Sementara itu, salah satu kelompok suporter Sriwijaya FC, Singa Mania, siap mensosialiasikan pelaksanaan Asian Games 2018. Hal itu diungkapkan ketua umum Singa Mania Ariyadi Eko setelah mengikuti rapat persiapan dan koordinasi sarasehan suporter sepakbola Indonesia di Kemenpora RI di Jakarta kemarin. 

“Dalam rapat ini, Singa Mania sebagai kelompok suporter Sriwijaya FC mendapat kehormatan sebagai satu-satunya perwakilan suporter non-Jawa yang diundang. Kami pun secara tegas siap menyukseskan pelaksanaan Asian Games 2018 dengan beragam bentuk kreativitas yang sudah kami siapkan,” ungkap Dugong, sapaan akrabnya. 

“Asian Games nanti pasti berbeda, karena pesertanya lebih banyak dan kelasnya pun lebih tinggi. Kini kami tengah menjalin komunikasi dengan panitia lokal bagaimana dan di bidang apa nantinya Singa Mania bisa berkontribusi.” (goal)

Senin, 15 Agustus 2016

Widodo Cahyono Putro Kecewa

Pelatih Sriwijaya FC di Torabika Soccer Championship Tahun 2016, Widodo Cahyono Putro (sumber foto : internet)
Pelatih Sriwijaya FC di Torabika Soccer Championship Tahun 2016, Widodo Cahyono Putro (sumber foto : internet)
PALEMBANG -- Sriwijaya FC batal meraih kemenangan di kandang sendiri saat menjamu Arema Cronus dalam lanjutan kompetisi Indonesia Soccer Championship A (ISC A) atau Torabika Soccer Championship (TSC) 2016 kemarin. 

Hasil imbang 1-1 kontra Arema tersebut membuat pelatih Sriwijaya FC, Widodo C. Putro, kecewa berat. Kemenangan Laskar Wong Kito yang sudah di depan mata harus musnah karena Cristian Gonzales berhasil mencetak gol penyeimbang di menit-menit akhir untuk menyamakan kedudukan dari gol Sriwijaya FC yang sebelumnya ditorehkan oleh Hilton Moreira. 

“Dalam sepakbola kita harus dituntut untuk berkonsentrasi penuh sepanjang pertandingan. Namun sayang, kami harus kebobolan di lima menit terakhir waktu normal berakhir,” sesal Widodo C. Putro usai laga di Stadion Sriwijaya Jakabaring Palembang, kemarin. .

Widodo C. Putro pun mengungkap alasan mengganti Wildansyah yang berposisi sebagai bek kiri dengan I Ngurah Nanak yang biasanya menempati sektor bek tengah, bukan dengan Zalnando yang juga seorang bek sayap. 

“Keputusan memasukan I Nanak Nanak, bukan Zalnando, karena dia jam terbangnya lebih tinggi. Saya pun tidak mau membuat spekulasi tinggi, mengingat Arema bukan lawan sembarangan,” papar Widodo C. Putro. 

“Pilihan yang di mana harus dilakukan, karena jika terus melakukan bermain menyerang akan lebih rawan kebobobolan. Jadi lebih baik untuk mempertahankan keunggulan yang ada, dengan bermain bertahan,” imbuhnya. 

“Tetapi Arema tetap mampu memaksimalkan celah sedikit apapun oleh Cristian Gonzales dengan cukup baik,” tutup legenda hidup Timnas Indonesia ini. (sidomi)

Polling : Pemain Terbaik Sriwijaya FC lawan Arema

Jumat, 12 Agustus 2016

Pelatih Arema Pusing Hadapi Sriwijaya FC

Pelatih Arema Cronus di Torabika Soccer Championship tahun 2016, Milomir Seslija. (sumber foto : antaranews.com)
Pelatih Arema Cronus di Torabika Soccer Championship tahun 2016, Milomir Seslija. (sumber foto : antaranews.com)
PALEMBANG -- Arema Cronus dalam situasi sulit jelang laga kontra Sriwijaya FC pada pekan ke-15 Indonesia Soccer Championship (ISC) A 2016 di Stadion Gelora Sriwijaya, Palembang, Minggu (14/8/2016). 

Selain problem cedera pemain, Singo Edan juga ditinggal sejumlah pemain dengan alasan berbeda. Empat pemain tengah mengikuti seleksi tim nasional (timnas) yakni Kurnia Meiga, Johan Alfarizie, Syaiful Indra Cahya, dan Ryuji Utomo. Sedangkan satu pemain, Antoni Putro, berangkat mengikuti pendidikan kepolisian. 

Pelatih Milomir Seslija menyebut kondisi timnya tidak ideal. Dia berharap keempat pemain yang bergabung Timnas tidak sampai menambah daftar cedera. "Kondisi yang sama sekali tidak ideal. Ada yang dipanggil tim nasional, ada yang pendidikan polisi. Sulit melakukan persiapan maksimal dengan situasi demikian," ungkap Milomir Seslija. 

Pelatih asal Bosnia ini sebelumnya juga mengkritik keputusan Antoni Putro mengikuti pendidikan kepolisian di tengah musim kompetisi. Menurut dia, idealnya langkah tersebut ditempuh ketika musim sudah selesai atau pemain tidak terikat kontrak. 

Tapi, apa pun keluhan yang dilontarkan Milo, itu tidak mengubah keadaan dan Antoni sudah berada di Mojokerto. Dengan kepergian Antoni, maka di posisi winger hanya ada stok Esteban Vizcarra, Sunarto dan Arif Suyono, sedangkan Ahmad Nuviandani dan Dendi Santoso masih cedera. 

Dengan situasi demikian, Milo sudah boleh puas ketika empat pemain yang bergabung Timnas pulang dalam keadaan bugar. Sebab pemain Arema yang dipanggil seleksi gelombang pertama, semuanya berposisi bek. Sedangkan Hendro Siswanto masih belum mengikuti seleksi karena memulihkan cedera.

"Arema sebenarnya butuh persiapan yang lebih intensif lagi agar terus meningkat di pertandingan selanjutnya. Tapi kami harus berada dalam situasi yang kurang bagus kalau bicara komposisi pemain. Semoga kami lebih beruntung," tandas Milo.

Tim kebanggaan Aremania belum sepenuhnya lepas dari episode murung. Memang tim ini menang ketika menjamu Bali United, tapi Hamka Hamzah dkk masih terlihat susah payah menemukan level performa terbaiknya dan hanya mampu menciptakan sebiji gol. (sindonews.com)

Selasa, 02 Agustus 2016

Sriwijaya FC Imbang, Widodo Cahyono Putro Senang

Pelatih Sriwijaya FC di Torabika Soccer Championship tahun 2016, Widodo Cahyono Putro (sumber foto : internet)
Pelatih Sriwijaya FC di Torabika Soccer Championship tahun 2016, Widodo Cahyono Putro (sumber foto : internet)
PALEMBANG -- Pelatih Sriwijaya FC Widodo Cahyono Putra semringah tim besutannya mampu membawa pulang satu angka dalam laga tandang setelah bermain imbang 1-1 melawan Barito Putera di Stadion 17 Mei Banjarmasin, Senin (1/8) malam WIB. 

Sriwijaya FC sempat tertinggal lebih dulu melalui tendangan penalti Luiz Junior menjelang babak pertama berakhir. Namun pemain pengganti Yohanis Nabar sukses menyamakan kedudukan, sehingga Laskar Wong Kito mencuri satu angka di kandang Barito Putera. 

Widodo mengapresiasi kinerja anak asuhnya yang sudah bekerja keras, dan tetap berada dalam motivasi tinggi, kendati tertinggal lebih dulu. Menurut Widodo, mendapatkan poin di laga tandang bukan hasil yang buruk. 

“Pemain sudah tampil bagus tadi. Satu poin ini sangat berarti buat kami, karena kami menjalani pertandingan away. kami sempat kecolongan di babak pertama. Gol itu disebabkan kelengahan pemain mengantisipasi serangan lawan,” ujar Widodo. 

“Pemain akhirnya bisa membayarnya di babak kedua. Itulah sepakbola, segala sesuatunya bisa saja terjadi. Yang jelas kami harus lebih baik di pertandingan berikutnya di kandang.” ( fourfourtwo )

Polling : Pemain Terbaik Sriwijaya FC lawan Barito

Senin, 01 Agustus 2016

Sriwijaya FC Rela Lepas Pemain Ikut Seleksi Timnas Indonesia

Sekretaris PT. Sriwijaya Optimis Mandiri, Faisal Mursyid (sumber foto : internet)
Sekretaris PT. Sriwijaya Optimis Mandiri, Faisal Mursyid (sumber foto : internet)
PALEMBANG -- Manajemen dan jajaran pelatih Sriwijaya FC tidak keberatan melepas empat pemain mereka mengikuti seleksi timnas Indonesia yang sedang dipersiapkan mengikuti Piala AFF 2016. 

Dari 47 nama pemain yang dipanggil, empat diantaranya merupakan penggawa Sriwijaya FC, yakni Teja Paku Alam, Ichsan Kurniawan, Achmad Jupriyanto, dan Fachrudin Ariyanto. 

Seketaris PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) Faisal Mursyid mengatakan, pihaknya sudah mendapat pesan dari presiden klub Dodi Reza Alex untuk mendukung timnas senior. 

“Untuk tim tidak ada masalah, karena kata presiden sudah menjadi risiko kita. Kita memiliki pemain bintang dan berkualitas. Apabila ditarik ke timnas sudah menjadi risiko. Jadi tidak ada masalah, walaupun keempatnya ditarik. Namun sejauh ini kita belum ada pemanggilan secara resmi dari PSSI, atau tim pelatih timnas kepada pemain kita.” ucap Faisal. 

Hal serupa juga diutarakan pelatih Widodo Cahyono Putro. Mantan asisten pelatih timnas Alfred Riedl ini mengatakan, ia akan mengoptimalkan pemain yang ada, karena ini menjadi bagi dari risiko tim untuk membantu kebutuhan negara. 

“Tidak ada masalah, kita juga ada pemain lain. Intinya semua pemain dilatih dengan porsi latihan yang sama. Jadi saya yakin semuanya siap apabila diturunkan,” ujar Widodo. 

Sementara itu, Teja dan Ichsan menyampaikan kegembiraan mereka, walau masih sebatas seleksi. Kedua pemain tersebut siap memperlihatkan kemampuan terbaik agar masuk ke skuat Piala AFF 2016. “Kalau terpilih saya siap bang. Terpenting diizinkan oleh klub,” tegas Teja. 

“Terpenting konsen di tim, latihan, dan memberikan perfoma terbaik. Tetapi kalau saya memperkuat timnas pastinya senang, dan akan memberikan hal yang sama untuk Indonesia,” timpal Ichsan. 

Sumber : fourfourtwo.com

Jumat, 29 Juli 2016

Hendro Kartiko Puji Penampilan Penjaga Gawang Jebolan Sumsel Super League

Tri Hamdani Goentara, Penjaga Gawang Sriwijaya FC dan merupakan Penjaga Gawang Jebolan Kompetisi Sepak Bola di Sumatera Selatan yang bernama Sumsel Super League (sumber foto : internet)
Tri Hamdani Goentara, Penjaga Gawang Sriwijaya FC dan merupakan Penjaga Gawang Jebolan Kompetisi Sepak Bola di Sumatera Selatan yang bernama Sumsel Super League (sumber foto : internet)
PALEMBANG --- Keberhasilan Sriwijaya FC mendapatkan kemenangan ketika menghadapi Perseru Serui hari Rabu tanggal 27 Juli 2016 kemarin di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, memberikan catatan tersendiri bagi Penjaga Gawang klub yang berjuluk Laskar Wong Kito itu.

Try Hamdani Goentoro yang turun memperkuat Sriwijaya FC sebagai penjaga gawang pada pertandingan tersebut, mendapatkan penilaian dari Pelatih Penjaga Gawang Sriwijaya FC, Hendro Kartiko.

"Tidak hanya Teja Paku Alam dan Yogi Triana saja yang bagus, Try juga bermain sangat bagus dan mereka mempunya kualitas dan kemampuan untuk berkembang menjadi lebih baik lagi. Kita beruntung memiliki tiga penjaga gawang ini." kata Hendro Kartiko.

Hendro Kartiko yang juga mantan penjaga gawang Sriwijaya FC, mengatakan bahwa dengan latihan yang tekun dan banyak turun dalam suatu pertandingan, kualitas penjaga gawang akan lebih meningkat. "Hanya masalah kesempatan saja yang ada selama ini." tambahnya.

Sementara itu, Tri Hamdani Goentara yang merupakan penjaga gawang PS. PUSRI di Sumsel Super League, mengaku sangat menikmati penampilan perdananya. "Gugup sih memang sempat, tetapi sudah tidak terasa lagi setelah itu dan bisa menikmati pertandingan. Ini juga bantuan dari pemain senior agar saya bisa lebih tenang dari menit ke menitnya." kata pemain kelahiran tahun 1994 itu.

Keberhasilan mendapatkan tiga poin, membawa Sriwijaya FC naik ke peringkat empat klasemen sementara dengan total 22 poin dari dua belas pertandingan. Saat ini, Supardi Nasir dan kawan-kawan tertinggal 5 poin dari pimpinan klasemen yakni Arema Cronus dan Madura United yang sudah mendapatkan 27 poin untuk sementara waktu.

Polling : Pemain Terbaik Sriwijaya FC Lawan Perseru Serui

Kamis, 28 Juli 2016

Sriwijaya FC Kembali Ke Jalur JUARA

Pemain Sriwijaya FC di Torabika Soccer Championship tahun 2016, Hilton Moreira (sumber foto : internet)
Pemain Sriwijaya FC di Torabika Soccer Championship tahun 2016, Hilton Moreira (sumber foto : internet)
PALEMBANG -- Sriwijaya FC sukses mendapatkan kemenangan ketika menghadapi Perseru Serui di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring hari Rabu tanggal 27 Juli 2016. Satu gol yang diciptakan oleh Hilton Moreira pada menit 81, membawa klub kebanggaan masyarakat Sumatera Selatan itu berada di peringkat empat klasemen sementara.

Sampai dengan pertandingan ke dua belas saat ini, Sriwijaya FC telah berhasil mengumpulkan total 22 poin untuk sementara waktu. Poin tersebut berasal dari enam kali kemenangan, empat kali hasil seri, dan dua kali kekalahan. Sedangkan dari sisi produktifitas gol, klub yang berjuluk Laskar Wong Kito itu mampu menciptakan 17 gol dan kebobolan sebanyak 7 kali.

Di peringkat tiga, klub yang tidak terlalu diperhitungkan sebelumnya yakni Bhayangkara Surabaya United, berhasil mendapatkan 23 poin dari dua belas pertandingan yang dijalani. Dari dua belas pertandingan itu, Bhayangkara Surabaya United mendapatkan tujuh kali kemenangan, dua kali hasil imbang, dan tiga kali kekalahan. Sedangkan dari sisi produktifitas gol, Bhayangkara Surabaya United hanya unggul satu gol dari Sriwijaya FC karena mampu menciptakan 18 gol dan dari sisi kemasukkan, lini belakang Sriwijaya FC masih lebih baik karena Bhayangkara Surabaya United sudah kebobolan sebanyak 12 kali. 

Sama dengan Bhayangkara Surabaya United, Madura United yang kini berada di peringkat dua dengan total sementara 27 poin, juga kebobolan 12 gol dan berhasil menciptakan gol sebanyak 20 kali ke gawang lawan. Jumlah ini merupakan yang paling besar dari semua peserta Torabika Soccer Championship tahun 2016 ini. Selain itu, Madura United mendapatkan delapan kali kemenangan, tiga kali hasil imbang, dan satu kali kekalahan.

Setidaknya, Arema Cronus lebih beruntung dari Madura United. Berada di peringkat pertama klasemen sementara dengan total poin yang sama dengan Madura United, Arema Cronus unggul selisih gol karena baru kebobolan sebanyak 3 kali. Jumlah yang paling sedikit diantara klub-klub lainnya. Sedangkan dari sisi mencetak gol ke gawang lawan, Arema Cronus sama dengan Sriwijaya FC dan Semen Padang yang baru menciptakan 17 gol ke gawang lawan.

Sriwijaya FC akan menjalani pertandingan selanjutnya di Torabika Soccer Championship tahun 2016 menghadapi tuan rumah Barito Putera hari Senin tanggal 01 Agustus 2016. Keberhasilan mendapatkan kemenangan, merupakan target yang harus direalisasikan dengan sekuat tenaga untuk bisa bersaing menjadi juara. Tentunya, dukungan dan do'a dari semua elemen Sriwijaya FC, merupakan faktor penting yang ikut mempengaruhi keberhasilan tersebut.

Polling : Pemain Terbaik Sriwijaya FC lawan Perseru

Rabu, 27 Juli 2016

Kata Widodo Cahyono Putro : "Semua Pertandingan Adalah Final"

Widodo Cahyono Putro, Pelatih Sriwijaya FC di Torabika Soccer Championship tahun 2016 (sumber foto : internet)
Widodo Cahyono Putro, Pelatih Sriwijaya FC di Torabika Soccer Championship tahun 2016 (sumber foto : internet)
PALEMBANG -- Kegagalan mendapatkan kemenangan pada dua pertandingan terakhir yang dijalani, mengharuskan Pelatih Sriwijaya FC untuk berfikir keras bagaimana caranya agar mendapatkan strategi yang mantap untuk mengalahkan Perseru hari Rabu Sore tanggal 27 Juli 2016 di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang.

Seperti diketahui sebelumnya Sriwijaya FC gagal mendapatkan kemenangan ketika menjadi tuan rumah ketika melawan Persela Lamongan Hari Kamis tanggal 21 Juli 2016 yang lalu. Saat itu, Zalnando dan kawan-kawan dipaksa bermain imbang oleh Persela dengan skor akhir 2-2.

Selain ditahan imbang Persela, di pertandingan sebelumnya klub yang berjuluk Laskar Wong Kito itu juga dipaksa bertekuk lutut oleh Semen Padang tanggal 15 Juli 2016. Saat itu, Yogi Triana dan kawan-kawan harus menderita kekalahan dengan skor akhir 2-1 dari klub yang berjuluk Kabau Sirah tersebut.

Menanggapi hasil pertandingan yang tidak sesuai dengan harapan, Widodo Cahyono Putro dan jajaran pelatih yang lainnya pun mendapatkan peringatan dari Manajemen. Manajemen berharap agar di pertandingan berikutnya, permainan tim bisa lebih baik lagi dan mendapatkan kemenangan agar peluang untuk menjadi Juara Torabika Soccer Championship tahun 2016 tetap terjaga.

"Peringatan itu wajar dan kita pun menyadarinya. Kami sepakat, kita harus melihat ke depan, tidak lagi melihat ke belakang. Tentunya kita akan berusaha dengan keras untuk mendapatkan kemenangan di pertandingan selanjutnya." kata Widodo beberapa hari yang lalu.

Kini, Widodo Cahyono Putro mengajak semua pemain untuk menatap pertandingan ke depan dengan semangat juara. Dirinya mengaku bahwa sudah mempelajari dua pertandingan tersebut dan siap memperbaiki kekurangan yang terjadi.

"Dari dua pertandingan terakhir, kita belajar banyak mengenai kesalahan yang telah dilakukan dan bagaiamana cara mengantisipasinya. Oleh karena itu, kami menganggap bahwa semua pertandingan yang akan dijalani, adalah pertandingan final dimana  kemenangan harus didapatkan dan konsentrasi harus tetap terjaga hingga pertandingan selesai." ujar Pelatih asal Cilacap itu.