Alberto Goncalves, Pemain Sriwijaya FC di Piala Bhayangkara Tahun 2016

Fisik Beto CS Masih OK

Waktu libur selama empat hari yang diberikan oleh Manajemen Sriwijaya FC, tidak membuat kondisi fisik pemain menjadi menurun. Kondisi fisik mereka masih tetap OK.

Hendri Zainuddin bersama pemain Sriwijaya FC berhasil menjadi juara Piala Indonesia Tahun 2009

Tiga Gelar Pelipur Lara Bagi Sriwijaya FC

Sriwijaya FC hanya mampu mendapatkan gelar juara ketiga pada Piala Bhayangkara Tahun 2016. Selain itu, klub kebanggaan masyarakat Sumatera Selatan itu juga mendapatkan gelar sebagai tim fair play dan Alberto Goncalves sebagai pencetak gol terbanyak.

Manajemen Sriwijaya FC ASuransikan Pemain di Torabika Soccer Championship Tahun 2016

PEMAIN SRIWIJAYA FC DIASURANSIKAN

Manajemen akhirnya mengasuransikan semua pemain yang memperkuat Sriwijaya FC di Torabika Soccer Championship Tahun 2016

Sriwijaya FC berhasil Membuat Persib Kewalahan Di Torabika Soccer Championship 2016

PERSIB KEWALAHAN HADAPI SRIWIJAYA FC

Sriwijaya FC berhasil menahan imbang Persib dengan hasil akhir 1-1 di Stadion Si Jalak Harupat Kabupaten Bandung pada pelaksanaan Torabika Soccer Championship Tahun 2016. Pemain Persib kewalahan untuk mencetak satu gol guna menyamakan kedudukan.

Menang Besar Lawan Madura United, Sriwijaya FC Berhasil Ciptakan Sejarah

SRIWIJAYA FC KEMBALI CIPTAKAN SEJARAH

Sriwijaya FC berhasil mengalahkan Madura United hari Minggu tanggal 15 Mei 2016 dengan hasil akhir 5-0. Keberhasilan itu menjadikan Sriwijaya FC sebagai klub pertama yang mampu mencetak lima gol tanpa balas di Torabika Soccer Championship tahun 2016

Selasa, 31 Mei 2016

Hilton Moreira Izin Pulang Kampung

Pemain Sriwijaya FC di Torabika Soccer Championship tahun 2016, Hilton Moreira (sumber foto : internet)
Pemain Sriwijaya FC di Torabika Soccer Championship tahun 2016, Hilton Moreira (sumber foto : internet)
PALEMBANG - Pemain sayap andalan Sriwijaya FC, Hilton Moreira, meminta izin kepada Pelatih dan Manajemen Klub untuk pulang ke kampung halamannya di Brazil. Dia akan meninggalkan Indonesia selama satu pekan karena ada urusan keluarga yang harus diselesaikan.

Pemain berusia 35 tahun itu akan pulang ke Brazil tanggal 31 Mei 2016 sampai dengal 06 Juni 2016. "Pada 7 Juni saya sudah berada di Palembang lagi, menjalani latihan bersama pemain yang lainnya." ucap Hilton Moreira, hari Minggu tanggal 22 Mei 2016.

Meski ke Brazil cukup lama, pemain kelahiran 27 Februari 1981 ini tidak akan absen satu partai pun bersama timnya di Torabika Soccer Championship tahun 2016 ini. Sebab, Sriwijaya FC akan menjalani partai lanjutan melawan Mitra Kukar di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang hari Minggu tanggal 29 Mei 2016.

Berita Sebelumnya : Shahar Ginanjar Tampil Mempesona, Sriwijaya FC Frustasi

Setelah melawan tim yang berjuluk Naga Mekes itu, Hilton Moreira baru akan bertolak ke Brazil. Tapi setelah pertandingan berikutnya, sudah berada di Palembang lagi. "Setelah lawan Mitra Kukar, saya izin ke Brazil, tapi sudah kembali lagi sebelum lawan Gresik United tanggal 12 Juni 2016 nanti." katanya.

Disinggung mengenai alasan dirinya harus kembali ke BRazil, Hilton Moreira hanya menyebut ada urusan keluarga yang harus diselesaikan. Saat semua urusan itu seelsai, secepatnya mantan pemain Deltras Sidoarjo ini akan kembali ke Bumi Sriwijaya.

Manajer Sriwijaya FC, Nasrun Umar, membenarkan sang pemain sudah izin pada pelatih dan manajemen. Manajemen pun memberikan izin, apalagi memang waktu yang disodorkan Hilton Moreira pada jajaran pelatih dan manajemen tidak berbenturan dengan jadwal pertandingan. "Dia sudah sampaikan pada kita dan manajemen pun sudah memberikan izin." kata Nasrun Umar. (sriwijaya post)

Kerja Sama : Pasang Banner Iklan di Situs Sriwijaya FC

Minggu, 29 Mei 2016

Shahar Ginanjar Tampil Mempesona, Pemain Sriwijaya FC Frustasi

Shahar Ginanjar, Penjaga Gawang Mitra Kukar di Torabika Soccer Championship tahun 2016 (sumber foto : internet)
Shahar Ginanjar, Penjaga Gawang Mitra Kukar di Torabika Soccer Championship tahun 2016 (sumber foto : internet)
PALEMBANG - Sriwijaya FC gagal mendapatkan kemenangan ketika menghadapi Mitra Kukar di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang hari Minggu tanggal 29 Mei 2016. Klub yang berjuluk Laskar Wong Kito itu, harus puas ditahan imbang 0-0 oleh tim lawan yang berjuluk Naga Mekes tersebut.

Pemain Mitra Kukar, Shahar Ginanjar, bermain sangat mempesona pada pertandingan tersebut. Meskipun timnya terus ditekan sejak menit awal pertandingan, dia mampu menggagalkan peluang demi peluang yang diciptakan oleh pemain Sriwijaya FC sehingga membuat Alberto Goncalves dan kawan-kawan terlihat frustasi untuk menciptakan gol.

Polling : Pemain Sriwijaya FC Terbaik Pertandingan 5 Lawan Mitra Kukar

Tambahan satu gol bagi Sriwijaya FC, mengharuskan klub kebanggaan masyarakat Sumatera Selatan itu harus puas berada di posisi kedua setelah digeser oleh Arema yang mendapatkan 10 poin dari lima pertandingan yang sudah dijalani. Alasannya, Sriwijaya FC hanya mampu mendapatkan 9 poin dari lima pertandingan yang sudah dijalani anak asuh Widodo Cahyono Putro itu.

Sedangkan bagi Mitra Kukar, Tambahan satu poin itu juga menggeser posisi mereka di tiga besar klasemen sementara Torabika Soccer Championship. Mitra Kukar digeser oleh Semen Padang yang sudah mendapatkan 9 poin dari 5 pertandingan. Semen Padang unggul produktifitas gol karena memiliki total selisih 5 gol, sedangkan Mitra Kukar yang juga mendapatkan 9 poin, hanya memiliki selisih 4 gol.

Berita Lainnya : Supporter Sriwijaya FC Nilai Manajemen Cak Kepakaman

Eko Hendro Wibowo, Supporter Sriwijaya FC, ketika selesai menyaksikan pertandingan tersebut mengatakan, semua pemain Sriwijaya FC sudah bermain sangat baik dan memang malam hari ini Laskar Wong Kito memang harus puas untuk mendapatkan satu poin.

"Pemain SFC bagus galo tadi. Memang belum nasib bae untuk dapet tigo poin. Terlepas dari hasil akhir dari pertandingan malam ini, secaro pribadi aku puas jingok permainan Zalnando samo kawan-kawannyo yang lain." ujar Pria yang juga merupakan pengusaha kerupuk dan kemplang khas Palembang itu.

Sriwijaya FC akan kembali melanjutkan pertandingan di Torabika Soccer Championship tahun 2016 tanggal 12 Juni 2016 mendatang. Klub yang akan dihadapi oleh Mauricio Leal dan kawan-kawan adalah Gresik United. Pertandingan ini rencananya akan disiarkan secara langsung oleh Indosiar pukul 21.30 WIB.

Kerja Sama : Pasang Iklan di Situs Sriwijaya FC

Polling Gubernur Sumsel Pilihan Penggemar Sriwijaya FC

Pemain, Official, dan Manajemen Sriwijaya FC, merayakan keberhasilan menjadi Juara Indonesian Super League tahun 2012 yang lalu (sumber foto : internet)
Tidak lama lagi Sumatera Selatan akan melakukan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur. Periode kepemimpinan Alex Noerdin dan Ishak Mekki, akan berakhir di tahun 2018 mendatang. Meskipun masih dua tahun lagi, nama-nama yang diisukan mencalonkan diri atau diinginkan oleh masyarakat untuk menjadi Gubernur Sumatera Selatan, sudah mulai bermunculan ke permukaan.

Kami sebagai pengelola Situs ini, menyelenggarakan polling kepada pengunjung situs. Tujuannya tentu saja ingin mengetahu nama Gubernur yang paling diinginkan oleh Penggemar Sriwijaya FC untuk menjadi pemimpin di Sumatera Selatan periode 2018-2023.

Perlu diketahui, sampai dengan saat ini, secara otomatis seseorang yang menjabat sebagai Gubernur Sumatera Selatan, akan menjadi Ketua Dewan Pembina Sriwijaya FC. Seperti diketahui, Sriwijaya FC memang saat ini dikelola oleh perusahaan yakni PT. Sriwijaya Optimis Mandiri. Namun, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan masih memiliki saham sehingga juga berhak untuk ikut campur dalam pengelolaan klub yang berjuluk Laskar Wong Kito ini.

Sejak di take over tahun 2004 lalu dan mulai memakai nama Sriwijaya FC di kompetisi resmi tahun 2005, Sriwijaya FC memang dipimpin oleh seorang Gubernur. Syahrial Oesman yang merupakan Gubernur Sumatera Selatan Periode 2003-2008, menjabat sebagai Ketua Umum ketika Sriwijaya FC resmi mengikuti kompetisi dan turnamen sepak bola di Indonesia.

Setelah tidak lagi menjabat sebagai Gubernur dan digantikan oleh Alex Noerdin yang pada akhirnya menjabat selama hampir sepuluh tahun, Sriwijaya FC juga dipimpin oleh Gubernur dengan jabatan sebagai Ketua Dewan Pembina.

Berbagai prestasi didapatkan oleh Gubernur yang memimpin Sriwijaya FC. Hasilnya menarik, tiga tahun Syahrial Oesman menjadi pemimpin di Sriwijaya FC, satu gelar Juara Divisi Utama Liga Indonesia tahun 2007-2008 dan gelar juara Piala Indonesia tahun 2007-2008, berhasil didapatkan. Bahkan, Sriwijaya FC tercatat sebagai klub pertama yang mendapatkan dua gelar sekaligus dalam satu musim.

Kemudian, Ketika Alex Noerdin menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina dan Dodi Reza menjadi Presiden Klub serta Hendri Zainuddin sebagai Direktur Teknik dan Manajer Sriwijaya FC, berbagai gelar juara Liga dan Turnamen di Indonesia, juga berhasil didapatkan.

Dibawah komando Hendri Zainuddin sebagai Direktur Teknik dan Manajer, Sriwijaya FC berhasil mendapatkan dua gelar Juara Piala Indonesia sehingga mencatatkan diri dalam sejarah sebagai klub sepak bola pertama di Indonesia yang mendapatkan tiga gelar juara Piala Indonesia secara berturut-turut.

Di tahun berikutnya, gelar demi gelar pun kembali didapatkan. Dua kali gelar juara Inter Island Cup, satu kali gelar juara Community Shield, satu kali gelar juara Turnamen Babel Cup, dan terakhir menjadi juara Indonesian Super League dan Juara Perang bintang di tahun 2012 yang lalu. Keberhasilan itu merupakan prestasi terakhir yang didapatkan oleh Laskar Wong Kito di tingkat senior sampai dengan saat ini.

Atas dasar kecintaan kepada Sriwijaya FC, maka sangat baik bagi kita para penggemar yang merupakan masyarakat Sumatera Selatan untuk memilih Gubernur yang mempunyai komitmen terhadap Sriwijaya FC dan pengembangan cabang olahraga lainnya yang ada di Sumatera Selatan karena fasilitas yang dimiliki sudah bertaraf nasional dan internasional.

Adapun nama-nama calon Gubernur Sumatera Selatan yang dapat anda pilih pada polling yang kami buat, diantaranya yakni Ishak Mekki, Susno Duadji, Syaifuddin Aswari, Giri Willis, Hendri Zainuddin, Dodi Reza, Suryadi Sudirja, Giri Ramanda N Kiemas, Antoni, Herman Deru, Eddy Santana Putra, Akbar Muhrazal, dan Syahrial Oesman.

Pengunjung situs dapat memberikan suaranya pada polling ini dengan mengklik link Polling Gubernur Sumsel Pilihan Penggemar Sriwijaya FC dan kemudian memilih calon yang diinginkan. Sekedar informasi, kami tidak bisa mengetahui indentitas anda sebagai pemilih, namun anda hanya diperbolehkan untuk memilih satu orang calon dan polling ini akan ditutup tanggal 31 Desember 2016 mendatang.

Oyong Hairudin SH, S.Kom
Pengelola Situs

Sabtu, 28 Mei 2016

Supporter Sriwijaya FC Nilai Manajemen Cak Kepakaman

Aspirasi Supporter Sriwijaya FC, Pahir Smith, mengenai keputusan Manajemen menaikkan harga tiket secara sepihak.
PALEMBANG - Keputusan Manajemen untuk menaikan tiket pertandingan Sriwijaya FC menghadapi Mitra Kukar hari Minggu tanggal 29 Mei 2016 di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, mendapatkan respon negatif dari Supporter. Supporter Sriwijaya FC menilai, manajemen terlalu otoriter dalam mengambil keputusan tersebut.

"Baru lah jadi pimpinan klasemen, lah cak-cak pakam, tiket lah nak dinaekke. Cak mano kalau lah juara." kata akun Facebook Pahir Smith di Grup Facebook Sriwijaya FC yang ditulis hari Jum'at tanggal 27 Mei 2016.

Pahir Smith menilai, saat ini Manajemen akan menjadikan Sriwijaya FC sebagai ladang bisnis. "Bukan masalah militan atau tidak, tapi naekke rego tiket itu, becaro. jangan ujung-ujungnyo nak ngorbanke supporter. Benerke dulu fasilitas stadion itu." katanya.

Berita Terkait : Asri Akbar Kecewa Tidak Bisa Hadapi Sriwijaya FC

Pria yang merupakan pengusaha di Palembang ini meyakini, masyarakat yang mendukung Sriwijaya FC tidak akan protes apabila sebelumnya fasilitas stadion sudah sangat baik. 

"Cubolah lebih cerdas dikit, untung dikit jadilah daripada pecak nebang pisang, sekali panen. Kuraso dak ado yang keberatan kalau kenaikan tiket diimbangi dengan fasilitas stadion. Bahkan, pendukung jugo akan setuju kalau yang beli tiket itu dapat merchandise berupa gelang, topi atau syal." jelasnya.

Pahir Smith juga mengingatkan manajemen, Sriwijaya FC tidak akan besar tanpa adanya supporter atau pendukung langsung di Stadion. Dia mengatakan, tidak sedikit masyarakat yang ingin memberikan dukungan bagi Alberto Goncalves dan kawan-kawan dengan cara menggunakan uang dapur, bongkar celengan, atau mengurangi uang jajan sehari-hari.

Polling Gubernur Sumatera Selatan Tahun 2018-2023 Pilihan Supporter Sriwijaya FC

"Itu semua dilakukan demi mendukung secara langsung pemain Sriwijaya FC bertanding di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring. Ingat, Stadion bisa rame karena supporter, tapi bisa juga menjadi Stadion Hantu karena tidak ada supporter." katanya.

Senada dengan Pahir Smith, pendukung Sriwijaya FC yang lainnya yakni Ferrasta Harahap meminta kepada Manajemen untuk terlebih dahulu memperbaiki fasilitas stadion, baru menaikkan harga tiket. "Masuk stadion bayar, parkir bayar, kencing bayar, ambil air wudhu bayar, dan sholat diatas koran. Bikin baek dulu fasilitas pak boos, baru bikin naek harga." katanya.

Sementara itu, Faisal Mursyid yang merupakan Sekretaris PT. Sriwijaya Optimis Mandiri, perusahaan yang mengelola Sriwijaya FC, ketika diminta komentarnya mengenai keputusan menaikkan harga tiket ini, mempersilahkan jurnalis untuk menanyakan secara langsung kepada Manajer Sriwijaya FC.

"Silahkan tanya langsung dengan Pak Manajer, karena beliau yang lebih mengerti mengenai keputusan untuk menaikan harga tiket. Pengelolaan tiket sudah diberikan kepada pihak ketiga. Awalnya memang kita yang kelola." ujar Faisal, ketika ditemui di Rumah Makan Radjo Pindang Jalan Dwikora Palembang, hari Jum'at tanggal 27 Mei 2016.

Peluang Kerja SamaPasang Iklan Disini

Asri Akbar Kecewa tak Bisa Hadapi Sriwijaya FC

Asri Akbar, Mantan Pemain Sriwijaya FC yang kini memperkuat Mitra Kukar ketika menikmati makanan di Radjo Pindang, Palembang. (sumber foto : internet)
Asri Akbar, Mantan Pemain Sriwijaya FC yang kini memperkuat Mitra Kukar ketika menikmati makanan di Radjo Pindang, Palembang. (sumber foto : internet)
PALEMBANG - Mantan Pemain Sriwijaya FC yang kini membela Mitra Kukar mengaku kecewa lantaran tak bisa turut serta dalam lawatan menghadapi mantan timnya di pertandingan lanjutan Torabika Soccer Championship (TSC) 2016, di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Minggu (29/05). 

"Saya menghormati Sriwijaya FC, dan memiliki banyak teman di sana termasuk suporter. Tentunya kini SFC berbeda dengan masuknya beberapa pemain baru. Namun dengan kondisi ini, saya hanya bisa membantu teman-teman dengan doa untuk pertandingan di Jakabaring. Kami berharap bisa mencuri poin dari Jakabaring," ungkap Asri Akbar, seperti dilansir dari situs resmi klub, Jumat (27/5/2016). 

Seperti diketahui, skuad Mitra Kukar memboyong 18 pemain ke Palembang untuk menghadapi tuan rumah Sriwijaya FC dalam lanjutan. Menurut Asisten Manajer Mitra Kukar, Nor Alam, tim dan ofisial Mitra Kukar akan bertolak menuju Palembang hari ini dan tiba sore hari. "Kita bawa 18 pemain saja yang sesuai kebutuhan tim," ujarnya.

Berita Lainnya : Pembuktian Samba dan Siapa Raja Klasemen

Absennya Asri diungkapkan Nor Alam. Dalam lawatan ke Palembang, Mitra Kukar tak membawa beberapa pemain pilar seperti Michael Orah dan Asri Akbar. "Orah terkena akumulasi kartu kuning. Sedangkan Asri Akbar masih belum fit karena mengalami sakit di bagian perutnya," jelasnya. 

Meski kedua pemain pilar tersebut absen di laga seru kontra Sriwijaya FC, Mitra Kukar telah menyiapkan Zikri Akbar atau Syahrizal sebagai pengganti Michael Orah di lini pertahanan. Kemudian ada Dian Irawan sebagai pengganti Asri Akbar.

Penawaran : Pasang Iklan di Situs Sriwijaya FC

"Tidak ada masalah. Kita sudah persiapkan pengganti Asri dan Orah. Yang pasti semua pemain sudah siap diturunkan untuk menghadapi Sriwijaya FC. Anak-anak sudah siap tempur dan sangat bersemangat untuk memperpanjang rekor belum terkalahkan hingga akhir pekan ini," tegasnya. 

Laga antara Sriwijaya FC kontra Mitra Kukar akan menjadi salah satu Big Match di pekan kelima TSC 2016. Kedua tim saat ini menempati papan atas klasemen dengan poin sama yakni 8, hanya saja Sriwijaya berada di posisi pertama karena unggul selisih gol dibanding Mitra Kukar. Siapapun yang jadi pemenang laga ini akan menjadi pemimpin klasemen hingga pekan depan. (tribunnews)

Polling : Siapakah Gubernur Sumsel Pilihan Pecinta Sriwijaya FC

Jumat, 27 Mei 2016

Pembuktian Samba Sejati dan Siapa Raja Klasemen

Tiga Pemain Asal Brazil yang memperkuat Sriwijaya FC, Hilton Moreira, Mauricio Leal, dan Alberto Goncalves (sumber foto : internet)
Tiga Pemain Asal Brazil yang memperkuat Sriwijaya FC, Hilton Moreira, Mauricio Leal, dan Alberto Goncalves (sumber foto : internet)
PALEMBANG - Kental dengan goyangan samba, duel pemuncak tahta sementara Torabika Soccer Championship 2016 di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Minggu, akan menjadi pertaruhan bagi Sriwijaya FC vs Mitra Kukar. 

Terlebih lagi bagi trio Brasil yang kini menjadi tulang punggung tim masing-masing. Uniknya bagi Trio Brasil SFC Hilton, Beto, Maurico sudah mencetak gol. Begitu pula dengan trio Mitra Kukar Arthur, Marlon dan Alan juga sudah mencetak gol. 

Hanya jika produktivitas, trio Alan, Marlon dan Arthur lebih unggul satu gol. Namun dalam laga nanti bisa jadi keenam pemain Brasil itu akan menggila. "Kita lihat nanti di lapangan, kami hanya minus Michel Orah yang cedera, selebihnya tampil. SFC tim berkualitas, maka mencuri satu poin adalah target paling realistis," ujar Subangkit.

Terkait : Klasemen dan Pencetak Gol Terbanyak Torabika Soccer Championship tahun 2016

Sementara itu, ada fakta yang mesti dicermati tim pelatih Sriwijaya FC bahwa, calon lawan Mitra Kukar dalam pertandingan lanjutan ISC A (Torabika Soccer Champuonship) di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Minggu (29/5/2016) nanti. 

Barisan pemain asing Mitra Kukar ternyata lebih produktif dibandingkan pemain asing Sriwijaya FC. Alan dkk unggul 1 gol dibandingkan Beto cs. Maka bisa diprediksi, duel barisan asing akan lebih kental. Beto dipastikan akan bermain dengan power full menjamu Mitra Kukar. 

"Kami akan berusaha keras demi memberikan kesenangan kepada fans yang setia memberikan dukungan. Ini pertandingan kandang, dan kami butuh poin untuk tetap bertahan di puncak klasemen," jelas Beto.

Polling : Gubernur Sumatera Selatan Pilihan Pecinta Sriwijaya FC

Sementara itu di jajaran pemain lokal, justru SFC lebih unggul dalam hal produktivitas. Dua pemain, Anis Nabar (gelandang) dan Ichsan Kurniawan (gelandang) kini mencetak tiga gol. Sementara Mitra Kukar baru nama David (gelandang) yang menyumbang satu gol. 

Pelatih Widodo C Putro mengatakan, Mitra Kukar tim yang berkualitas, dia pun mengaku melakukan evaluasi duel Kukar versus Arema yang berakhir dengan skor 2-1. "Kekalahan Arema menjadi pelajaran dan jangan sampai kita mengulangi kesalahan mereka saat melawan Mitra Kukar," ujarnya. (tribunnews)

Info Lainnya : Inilah Daftar Harga Tiket Sriwijaya FC vs Mitra Kukar

Kamis, 26 Mei 2016

Sriwijaya FC Naikkan Harga Tiket Kandang

Manajer Sriwijaya FC, Nasrun Umar, berfoto dengan Bayu Gatra dan Muchendi Mahzareki (sumber foto : internet)
Manajer Sriwijaya FC, Nasrun Umar, berfoto dengan Bayu Gatra dan Muchendi Mahzareki (sumber foto : internet)
PALEMBANG - Manajemen Sriwijaya FC membuat kebijakan menaikan harga tiket yang akan mulai diberlakukan saat SFC menjamu Mitra Kukar, Minggu (29/), dalam lanjutan Torabika Soccer Championship (TSC) 2016.

Manajer Sriwijaya FC Nasrun Umar mengatakan, kenaikan itu hanya berlaku di kelas VIP. Manajemen beralasan masyarakat ekonomi menengah ke atas dapat membantu keuangan tim. Harga tiket VVIP yang sebelumnya Rp 100 ribu kini menjadi Rp 120 ribu.

Sedangkan VIP dari semula Rp 50 ribu, naik menjadi Rp 75ribu. Sementara VIP Barat Atas berubah menjadi Rp75 ribu dari sebelumnya Rp 50 ribu. Kenaikan harga tiket itu tidak berlaku untuk tribun timur yang dibanderol Rp 25 ribu, serta dan Utara dan Selatan Rp 15ribu.

Polling : Calon Gubernur Pilihan Penggemar Sriwijaya FC

“Tim ini lagi tinggi perfoma dan penampilannya. Kami minta dukungan dengan menaikan tiket itu alasannya. Tiket kita naikan hanya di tribun VIP saja,” jelas Nasrun.

Nasrun juga membenarkan pengelolaan tiket sekarang diambil alih tim manajer Sriwijaya FC. Dengan begitu, kesejahteraan semua pemain bisa diperjuangkan secara cepat melalui kontribusi tiket tersebut.

“Karena itu bisa lebih bagus. Hasil tiket itu untuk kita jadikan bonus pemain, dan sebagainya. Tim ini tentunya harus banyak mendapatkan suntikan sumber dana dari mana pun, termaksud tiket,” paparnya.

Berita Terkait : Mitra Kukar Bertekad Curi Poin di Jakabaring

Nasrun menambahkan, bila Sriwijaya FC memenangi laga, pemain akan mendapatkan bonus Rp40 hingga 50 juta. Jumlah itu akan ditambahkan bila skuat Sriwijaya FC mampu bermain maksimal hingga membuat publik senang dengan banjir gol.

“Pastinya ada juga bonus tambahan tapi itu rahasia tidak bisa kami sebutkan. Artinya kita sangat membutuhkan dana untuk menunjang penampilan tim di setiap laga,” pungkasnya. (goal)

Kerja Sama : Pasang Iklan di Situs Sriwijaya FC

Rabu, 25 Mei 2016

Mitra Kukar Bertekad Curi Poin di Kandang Sriwijaya FC

Mantan Pelatih Sriwijaya FC, Subangkit, kini menjadi Pelatih Mitra Kukar (Sumber Foto : Internet)
Mantan Pelatih Sriwijaya FC, Subangkit, kini menjadi Pelatih Mitra Kukar (Sumber Foto : Internet)
PALEMBANG - Duel Sriwijaya FC versus Mitra Kukar akan menjadi penentuan siapa yang bisa menduduki puncak klasemen. Maklum, sejauh ini berkat gol tunggal Mauricio Leal ke gawang Bhayangkara Surabaya United Minggu kemarin, Sriwijaya FC berada di puncak klasemen. 

Namun nilai Sriwijaya FC sama dengan Mitra Kukar yang juga mengantongi 8 poin dan hanya kalah selisih gol. SFC unggul produktivitas dengan selisih 6 gol, sementara Mitra Kukar 4 gol. Dengan selisih hanya dua gol dan poin sama, siapa pun pemenangnya akan menjadi raja klasemen sementara, jika imbang maka Persija atau Arema bisa menyalib kedua tim ini. 

Seperti diketahui, tuan rumah Mitra Kukar berhasil mewujudkan ambisinya untuk meraih kemenangan atas Arema Cronus dalam lanjutan Torabika Soccer Championship (TSC) 2016 di Stadion Aji Imbut, Tenggarong Seberang, Jumat (20/05) sore.

Lihat : Klasemen Sementara Torabika Soccer Championship tahun 2016

Dalam laga yang berlangsung sengit ini, Mitra Kukar menang 2-1 atas Arema Cronus lewat gol yang diciptakan Alan Leandro pada menit 36 dan Arthur Cunha Da Rocha di menit 75. Sementara gol semata wayang tim Singo Edan diciptakan Hamka Hamzah pada menit 70. Berkat kemenangan ini, Mitra Kukar tak hanya sukses mematahkan rekor belum pernah kalah dan belum pernah kebobolan Arema dalam 3 laga sebelumnya, namun juga sukses mengkudeta Arema dari puncak klasemen. 

Tim Naga Mekes untuk sementara berada di puncak klasemen TSC 2016 dengan torehan 8 poin. Sementara Arema berada di posisi kedua dengan torehan 7 poin. Pelatih Mitra Kukar, Subangkit, mengaku sangat puas atas keberhasilan timnya memetik poin penuh dari tamunya itu. 

Subangkit pun memuji para pemainnya yang telah bekerja keras di lapangan. "Saya juga berterima kasih kepada suporter yang telah memberikan dukungan," ujar Subangkit.

Kerja Sama : Pasang Iklan di Situs Sriwijaya FC

Subangkit seperti dilansir dari situs resmi klub, Mitra Kukar akan menjalani lawatan berat ke kandang Sriwijaya FC. Sebagai mantan pelatih klub asal Palembang itu, Subangkit tahu betul akan kedalaman skuad Laskar Wong Kito, juga antusias pada supoter SFC yang begitu fanatik ketika mendukung timnya di Jakabaring. 

"Ini lawatan berat, Sriwijaya FC tim berkualitas, mereka juga memiliki fans yang luar biasa memberikan dukungan. Namun kami bertekad mencuri poin di Jakabaring," ujar Subangkit. (tribunnews)

Berita Lainnya : Mauricio Leal : "Tuhan menjawab Mimpi Saya"

Selasa, 24 Mei 2016

Mauricio Leal: Tuhan Menjawab Mimpi Saya

Trio Pemain Sriwijaya FC asal Brazil, Hilton Moreira, Mauricio Leal, dan Alberto Goncalves (sumber foto : internet)
Trio Pemain Sriwijaya FC asal Brazil, Hilton Moreira, Mauricio Leal, dan Alberto Goncalves (sumber foto : internet)
PALEMBANG - Senyum mengembang di bibir Mauricio Leal usai mencetak gol kemenangan Sriwijaya FC atas Bhayangkara Surabaya United, Minggu (22/5). Gol penentu kemenangan Laskar Wong Kito itu bagi bek anyar asal Brasil tersebut merupakan mimpi yang dijawab oleh Tuhan. 

Ya, sebelum debut bersama Sriwijaya FC, Mauricio sesumbar akan mencetak 5 gol melalui sundulan di Indonesia Soccer Championship (ISC) A musim ini. Terbukti, sesumbar Mauricio terbukti saat membobol gawang Bhayangkara Surabaya United. 

Mauricio mengatakan, semua itu sudah digariskan karena ia yakin mimpinya akan dijawab Tuhan. "Tuhan menjawab apa kata mimpi saya. Walaupun terkesan saya bercanda kemarin. Tetapi itulah mimpi yang saya ceritakan bukan dibuat-buat," ujar Mauricio. 
Dilanjutkannya, bersama SFC dia optimistis bisa mengasah potensi agar terus berkembang. Karena menurutnya, semua para pemain Laskar Wong Kito serta pelatih membuat lebih matang ke depan. "Saya bisa berkembang di sini seperti lebih mampu mengasah apa yang saya punya. Karena pelatih dan pemain di sini memiliki kualitas yang sangat baik," ujarnya. 

Kendati bisa menyumbangkan gol kemenangan hingga Sriwijaya FC berada di puncak klasemen, Mauricio tidak mau terlalu sesumbar harus mencetak gol di setiap laga. "Tugas saya menjaga lini pertahanan. Namun saya secara pribadi memang ada ambisi untuk memberikan gol untuk tim. Kalau ada kesempatan di setiap laga akan saya maksimalkan," tegasnya. 

Terpisah Pelatih SFC Widodo C Putro menanggapi, pemain asing anyar yang dimilikinya memang memiliki ambisi besar. Namun bagi Widodo pemain itu dinilai mau belajar dan terus berkembang itu yang membuat sangat bangga.

Polling : Siapa Gubernur Sumsel Pilihan Penggemar Sriwijaya FC

"Komunikasi terpenting, dia selalu belajar beradaptasi dengan tim. Itu membuatnya bisa berkembang cepat. Semoga itu terus dipertahankan dia agar tim kita di lini belakang bisa terus kokoh," ucapnya.

Disinggung soal Gol tersebut, Widodo enggan memberikan komentar detail. Baginya tidak hanya striker yang memiliki kewajiban mencari pundi angka gol di setiap laga. Siapa pun itu apabila ada kesempatan layak memberikan kontribusi lebih besar berupa gol. 

"Tidak hanya Beto dan Hilton saja yang bisa cetak gol. Kita ada T.A. Musafri, Yohanis Nabar atau Ichsan Kurniawan mereka bisa berpotensi besar mencetak gol. Sekarang tim ada Mauricio yang juga bisa membantu serangan. Ini yang saya harapkan karena semua pemain kita bisa berbahaya bagi lawan," ungkapnya. (sindonews)

Berita Lainnya : Pasang Iklan di Situs Sriwijaya FC

Senin, 23 Mei 2016

Yohanis Nabar, Pemuda Sentani Senjata Rahasia Sriwijaya FC

Yohanis Nabar, Pemain Sriwijaya FC di Torabika Soccer Championship tahun 2016 (sumber foto : internet)
Yohanis Nabar, Pemain Sriwijaya FC di Torabika Soccer Championship tahun 2016 (sumber foto : internet)
PALEMBANG - Penampilan Yohanis Nabar pada Torabika Soccer Championship 2016 presented by IM3 Ooredoo terbilang mengilap. Dua golnya ke gawang Madura United membuatnya mejadi pemain terbaik pada laga pekan ketiga kemarin.

Sejatinya, Nabar harus memulai laga dari bangku cadangan. Dia masuk pada menit ke-65 menggantikan Muhammad Ridwan. Namun, pemuda Sentani ini sukses menyumbang sepasang gol yang lahir pada menit ke-79 dan 87. 

Nabar seakan mengingatkan pencinta sepak bola mengenai bakat-bakat alami yang diciptakan Tuhan dari Tanah Papua. Postur mungil dari Anis membuat dia mirip dengan pemain seperti Oktovianus Maniani, Ferinando Pahabol, hingga Lukas Mandowen yang juga merupakan bakat dari Papua.

Berita Terkait : Cetak Dua Gol, Yohanis Nabar Bantu Sriwijaya FC Ciptakan Sejarah Lagi

Pemain kelahiran 14 September 1991 memulai kiprahnya di sepak bola saat bergabung dengan Tim PON Papua 2012 lalu. Sebenarnya, dia tak jadi pilihan utama kala itu. Namun, saat Ferinando Pahabol dan Patrick Wanggai direkrut Persipura Jayapura, Nabar dipanggil ke dalam Tim PON yang dilaksanakan di Riau.

Pemain berpostur 156 centimeter itu pun membuktikan diri. Dia sukses didaulat sebagai top skor PON cabang sepak bola 2012 dengan mengoleksi 5 gol. Prestasinya tersebut membuat beberapa kalangan terkejut. Dia akhirnya berkemsempatan dipanggil ke dalam TC timnas U-22.

Namun, gagal dan kembali ke Jayapura. Melihat hal itu, Persidafon Dafonsoro memanfaatkan kesempatan. Nabar kemudian masuk ke dalam tim inti Persidafon untuk Indonesia Super League 2012-13.

Pasang Iklan di Situs Sriwijaya FC

Bersama klub berujuluk Gabus Sentani ini Nabar menjelma menjadi bintang. Tercatat, dia berhasil mencetak enam gol dalam ISL kala itu. Persidafon merupakan klub pertamanya di ISL, namun tim Gabus Sentani harus terdegradasi pada penghujung musim.

Namun Sriwijaya FC tak mau ketinggalan mencicipi bakat Nabar Bergabung Sriwijaya FC Saat Persidafon terdegradasi, Laskar Wong Kito datang menawarinya kontrak. Bahkan, Sriwijaya FC berani menyodorinya kontrak selama dua musim pada ISL 2013-14.

Tentu, ditawari oleh juara ISL 2011-12 tak membuat Nabar membuang peluang. Namun, kiprahnya harus semusim saja di Sriwijaya lantaran berhentinya ISL pada 2015 lalu. Namun demikian, Sriwijaya FC enggan melepasnya. Dia lantas kembali dikontrak oleh manajemen dalam beberapa turnamen dan TSC 2016 ini. Melihat dari turnamen sebelumnya, Anis memang sempat kalah bersaing dengan penyerang Sriwijaya FC.

Berita Lainnya : Menang 1-0 Lawan Bhayangkara Surabaya United, Sriwijaya FC Pimpin Klasemen

Dia beberapa kali duduk manis dibangku cadangan, menanti untuk dimasukkan pelatih. Maklum, Sriwijaya FC diisi oleh sederet pemain senior, seperti M Ridwan, Firman Utina, hingga Ichsan Kurniawan. Namun, pemain mungil dengan determinasi, kecepatan dan daya juang tinggi ini, selalu menjadi prajurit yang seakan tak berhenti mengejar bola.

Tenaganya yang luar biasa membuat sang pemain menjadi jurus pemungkas Sriwijaya ketika mengalami kebuntuan. Puncaknya kala dia mencetak dua gol ke gawang Madura United pekan lalu. Nabar memang tak selalu menjadi yang pertama untuk Sriwijaya FC. Namun, dia bak senjata rahasia yang ketika dilepaskan, akan meledak tak terhentikan.  (liputan6.com)

Tumbangkan Bhayangkara Surabaya United 1-0, SFC Puncaki Klasemen ISC

Trio Pemain dari Brazil yang dimiliki Sriwijaya FC, Hilton Moreira, Mauricio Leal, dan Alberto Goncalves (sumber foto : internet)
Trio Pemain dari Brazil yang dimiliki Sriwijaya FC, Hilton Moreira, Mauricio Leal, dan Alberto Goncalves (sumber foto : internet)
SURABAYA : Sriwijaya FC memetik angka penuh ketika bertamu ke markas Bhayangkara Surabaya United pada pekan keempat Torabika Soccer Championship, Minggu 22 Mei. Torehan itu didapat usai Laskar Wong Kito berhasil menang dengan skor 1-0. 

Sriwijaya FC tidak mudah meraih kemenangan tersebut. Mereka cukup kerepotan meladeni perlawanan Bhayangkara pada laga yang digelar di Stadion Gelora Bung Tomo itu. Statistik mencatat, Bhayangkara tampil lebih agresif ketimbang Sriwijaya. 

Total, mereka mampu melepaskan lima tembakan mengarah ke gawang dari 11 peluang yang tercipta. Sebaliknya, Sriwijaya hanya mampu menghasilkan dua tembakan mengarah ke gawang dari delapan peluang. 

Berita Terkait : Mimpi Mauricio Leal

Bhayangkara langsung memulai dominasinya pada awal babak kedua. Tepatnya pada menit kedua, mereka langsung menciptakan dua peluang. Beruntung, kiper Sriwijaya FC Teja Paku Alam mampu menghentikan upaya Bhayangkara. 

Serangan itu tidak menurunkan mental para pemain Sriwijaya. Terbukti, mereka mampu membalas serangan pada menit ketiga sehingga tercipta peluang lewat Musafry. Namun, tembakannya masih belum menemui sasaran tepat. Sriwijaya dan Bhayangkara terus saling menciptakan peluang. Akan tetapi, tidak ada satu pun upaya mereka membuahkan gol. 

Kebuntuan akhirnya berhasil dipecahkan Sriwijaya pada menit ke-25 lewat Mauricio Aparecido Maciel Leal. Ketika itu, ia berhasil membobol gawang Bhayangkara lewet sundulannya. Gol Maurucio Leal menjadi satu-satunya gol pada laga tersebut.

Berita Lainnya : Pesan Terakhir Thierry Gathuessi

Kedua tim tidak mampu menciptakan gol lagi hingga pertandingan usai. Dengan demikian, Sriwijaya berhasil memastikan kemenangan dengan skor 1-0 pada laga tersebut. Hasil ini membawa Sriwijaya menempati puncak klasemen TSC A dengan mengoleksi delapan poin. Mereka berhasil menyingkirkan Mitra Kukar. Meski perolehan poin yang sama, Mitra harus tersingkir karena kalah selisih gol dengan Sriwijaya FC. 

Sementara itu, hasil ini membuat Bhayangkara United terpaku di posisi ke-14 dengan mengoleksi empat poin. Sejauh ini, Bhayangkara baru merasakan satu kemenangan dari empat pertandingan yang dilakoni. 

Susunan pemain: Bhayangkara Surabaya United: Wahyu Tri Nugroho, M. Sahrul Kurniawan, M. Fatchu Rochman, Otavio Dutra, Suroso, Evan Dimas Darmono, Fandi Eko Utomo, Khairallah Abdelkbir, Muhamad Hargianto, Ilham Udin Armaiyn, Thiago Furtuoso Dos Santos. 

Sriwijaya FC: Teja Paku Alam, Fachrudin Wahyudi Aryanto, Mauricio Aparecido Maciel Leal, Supardi, Zalnando, Eka Ramdani, Ichsan Kurniawan, Yu Hyun Koo, Hilton Moreira, Talaohu Abdul Mushafry, Alberto Goncalves (sumselpostonline.com)

Info Kerjasama : Pasang Banner di Situs Sriwijaya FC