Ichsan Kurniawan Ingin Jadi Legenda di Sriwijaya FC

Ichsan Kurniawan Ingin Jadi Legenda di Sriwijaya FC

Bagaimana tidak, motivasi Ichsan Kurniawan yang lahir di Sumatera Selatan 25 Desember 1995 ini, kelak ingin menjadi legenda SFC. "Harapan dan motivasi Ichsan mau membanggakan Sumsel dengan menjadi legenda SFC. Semoga itu bisa saya wujudkan," kata gelandang muda SFC alumni Sekolah Olahraga Negeri Sriwijaya ini.

Sayembara Jersey Sriwijaya FC Berhadiah 10 Juta

Sayembara Jersey Sriwijaya FC Berhadiah 10 Juta

Manajemen Sriwijaya FC (SFC) menggelar sayembara desain jersey Laskar Wong Kito untuk musim 2017. Meski kompetisi Torabika Soccer Championship (TSC) 2016 belum berakhir, namun lomba desain jersey tetap akan dilakukan.

Menang Tipis dari PSM, Sriwijaya FC Geser Persib Bandung

Menang Tipis dari PSM, Sriwijaya FC Geser Persib Bandung

Sriwijaya FC berhasil mendapatkan kemenangan ketika menghadapi PSM di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring hari Sabtu tanggal 18 Juni 2016. Klub yang berjuluk Laskar Wong Kito itu, menang 1-0 dari PSM melalui gol yang diciptakan oleh Alberto Goncalves di menit 90.

Sriwijaya FC Pecat Tiga Pemain dan Rekrut Dua Pemain Sumsel

Sriwijaya FC Pecat Tiga Pemain dan Rekrut Dua Pemain Sumsel

"Minimal ada tiga pemain yang akan dilepas. Namun belum bisa di informasikan karena kita lagi mencari penggantinya, penggantinya tentu harus sesuai dengan kebutuhan tim dan tentu tidak mudah." jelasnya.

Kamis, 01 Desember 2016

Pemain Sriwijaya FC Diliburkan

Pelatih Sriwijaya FC, Widodo Cahyono Putro

Masih tak jelasnya jadwal pertandingan antara PS TNI melawan Sriwijaya FC di pekan ke-31 Torabika Soccer Championship (TSC) 2016, membuat jajaran pelatih mengistirahatkan para penggawa Laskar Wong Kito untuk sementara waktu. 

Hal ini dilakukan agar kondisi pemain tidak dibebani dengan latihan, sementara jadwal laga masih mengambang. Hal ini dikatakan oleh head coach Sriwijaya FC, Widodo C. Putro. Ia memutuskan untuk tidak melakukan latihan hingga tiga hari kedepan. 

“Terhitung hari ini, pemain sengaja diliburkan karena laga melawan PS TNI ditunda. Itu karena stadion Pekansari yang menjadi tempat pertandingan dipakai Timnas melawan Vietnam di semifinal AFF 2016,” tuturnya, Kamis (1/12).

Namun istirahat tersebut tak berlangsung lama. Mantan asisten Timnas era Alfred Riedl ini kembali menjalani lagi latihan reguler untuk mempersiapkan timnya dalam menghadapi laga selanjutnya. Mengingat laga selanjutnya masih lama, maka ia memutuskan untuk rest total pemain. 

“Pemain kembali latihan lagi sabtu sore tgl 3 Desember di Palembang,” tambahnya. 

Lanjutnya, jadwal yang tertunda ini memberi keuntungan tersendiri bagi Sriwijaya FC. Mereka bisa mendukung Timnas secara penuh dan bisa mempersiapkan tim secara optimal. Sebab terlihat, tim masih didera kelelahan usai melakoni dua laga tandang dan satu laga kandang berturut-turut. 

“Tapi kalau terlalu lama menunggu, bisa jenuh juga. Jadi kita berharap fleksibel saja,” pungkasnya. (tribunnews)

Rabu, 30 November 2016

Pertandingan PS TNI Lawan Sriwijaya FC Ditunda


Direktur PT. Gelora Trisula Semesta, Joko Driyono

PT Gelora Trisula Semesta (GTS) akhirnya memastikan menunda laga PS TNI kontra Sriwijaya FC yang sebelumnya dijadwalkan digelar di Stadion Pakansari, Cibinong, 2 Desember 2016. Penundaan itu tak terlepas dari adanya laga timnas Indonesia melawan Vietnam yang juga digelar di stadion tersebut pada 3 Desember.

Mengingat, Stadion Pakansari juga akan digunakan untuk sesi latihan resmi jelang laga Indonesia versus Vietnam pada H-1 jelang pertandingan atau tepat dengan pertandingan PS TNI melawan SFC. Jadwal laga kedua tim itu sudah tak tertera pada pekan ke-31 Indonesia Soccer Championship (ISC) A.

"Ya betul, ditunda. Penjadwalan ulangnya akan ditetapkan segera. Perkiraannya di interval 12-18 Desember," kata Joko Driyono, direktur utama PT Gelora Trisula Semesta kepada Goal Indonesia.

Seperti diketahui, ISC A memang tetap digelar beriringan dengan keikutsertaan timnas Indonesia di AFF Suzuki Cup 2016. Menyusul, pihak penyelenggara dan klub juga mengejar waktu berakhirnya ISC A tak sampai melewati Desember 2016.

Berdasarkan jadwal yang ada, ISC A akan berakhir pada 18 Desember 2016. Hal itu pula yang memunculkan kebijakan pelatih timnas Indonesia Alfred Riedl hanya bisa memanggil dua pemain dari masing-masing klub peserta ISC A. (fourfourtwo)

Selasa, 01 November 2016

Sriwijaya FC Tanpa Yu Hyun Koo Saat Hadapi Semen Padang

Sriwijaya FC Tanpa Yu Hyun Koo Saat Hadapi Semen Padang

PALEMBANG - Tidak hanya harus menerima kekalahan tipis 0-1 dari tuan rumah Persipura Jayapura, Minggu (30/10/2016) lalu, skuad Sriwijaya FC juga mendapat kerugian pasca pertandingan tersebut. 

Akibat mendapat kartu kuning di laga ini, dua pemain pilar Laskar Wong Kito yakni Yu Hyun Koo dan Wildansyah dipastikan absen di laga Laskar Wong Kito selanjutnya saat menjamu Semen Padang, Jumat (4/11) malam di stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang. 

Wildansyah mendapat Kartu Kuning dari wasit Arif Fauzan (Yogyakarta) yang memimpin pertandingan, setelah dianggap melanggar Ferinando Pahabol di penghujung babak pertama. Sementara Yu Hyun Koo dihadiahi Kartu Kuning, karena dinilai menjegal Ricardinho Silva di babak kedua. 

Pelatih Sriwijaya FC, Widodo Cahyono Putro mengaku kondisi seperti ini cukup merugikan timnya jelang persiapan Derby Sumatera nantinya. "Sejak awal musim, mungkin SFC satu-satunya tim yang tidak pernah komplit. Namun ini kondisi biasa di dalam sepak bola dan saya harus menyiapkan pengganti keduanya," jelasnya. 

Terkait Yu Hyun Koo yang harus menerima hukuman akumulasi KK keduanya musim ini, Widodo mengaku cukup memahami sisi psikologis pemain asal Korsel. "Saya pikir, pelanggaran yang dilakukannya bukanlah sebuah kesengajaan, namun memang belakangan ini tampak Yoo sedikit kesal setelah banyaknya kecurangan yang dilakukan wasit kepada kita," ungkap pelatih asal Cilacap ini. 

Sebagai pengganti Yoo, Widodo Cahyono Putro menyatakan akan kembali menarik Achmad Jufrianto sebagai gelandang jangkar, nantinya. Karena di laga ini SFC sudah bisa kembali memainkan Mauricio Leal di jantung pertahanan, setelah harus absen di Jayapura karena menjalani sanksi akumulasi Kartu Kuning. 

Sementara di posisi bek kiri, Zalnando tetap merupakan pilihan utama menggantikan Wildansyah. Kedua pemain ini, memang selama musim kompetisi Torabika Soccer Championship (TSC) 2016 kerap bermain bergantian. 

Skuad SFC sendiri saat ini sudah berada di Palembang dan akan kembali menggelar latihan rutin, Selasa (1/11) sore di stadion GSJ. "Senin pagi kita sudah pulang dari Jayapura dan sore tiba di Palembang, persiapan kita melawan Semen Padang cukup mepet dan hanya 3 kali latihan nantinya. Sesi latihan Selasa kita cuma recovery pasca perjalanan jauh," pungkasnya. (tribunnews)

Klik : Polling Walikota Palembang Pilihan Anda

Minggu, 30 Oktober 2016

Lawan Persipura, Sriwijaya FC Gagal Dapat Poin

Persipura Jayapura berhasil mengalahkan Sriwijaya FC dengan skor akhir 1-0 melalui gol yang diciptakan oleh Edward Wilson Junior hari Minggu tanggal 30 Oktober 2016 di Jayapura

Sriwijaya FC gagal mendapatkan poin ketika melakukan pertandingan tandang menghadapi tuan rumah Persipura, hari Minggu tanggal 30 Oktober 2016 di Stadion Mandala, Jayapura. Persipura berhasil mendapatkan kemenangan melalui satu gol yang diciptakan oleh Edward Wilson Junior di menit 82.

Sriwijaya FC yang tidak diperkuat oleh Fachrudin, Mauricio Leal, Ichsan Kurniawan, dan Alberto Goncalvea pada pertandingan tersebut, di babak pertama cenderung bermain bertahan. Supardi Nasir dan kawan-kawan, hanya sesekali melakukan serangan balik yang terkadang merepotkan pertahanan Persipura.

Di babak pertama, tercatat masing-masing tim memiliki tendangan yang membentur tiang gawang. Pertandingan di babak pertama pun berakhir dengan skor 0-0.

Pelatih Sriwijaya FC, Widodo Cahyono Putro, melakukan perubahan strategi. Mariando Jonak yang diturunkan di babak pertama, ditarik keluar dan digantikan oleh Firman Utina. Masuknya pemain yang sukses mempersembahkan gelar juara Indonesian Super League Tahun 2012 bersama dengan Hendri Zainuddin sebagai Direktur Teknik, memberikan warna bagi permainan Sriwijaya FC. Umpan-umpan lambung dan terobosan, menghiasi jalannya babak kedua.

Namun sayangnya, keasyikan melakukan serangan ke pertahanan Persipura, membuat lini belakang Sriwijaya FC lengah. Pemain Persipura yang berhasil mendapatkan bola, memberikan umpan yang matang kepada Edward Wilson Junior.

Dengan sedikit pergerakan, Edward melepaskan tendangan keras menggunakan kaki kiri yang gagal dihadang oleh pemain bertahan Sriwijaya FC dan tidak mampu dihentikan oleh Teja Paku Alam yang sudah bermain sangat baik sebagai penjaga gawang selama 81 menit pertandingan. Hasil ini pun tidak berubah hingga pertandingan selesai.

Kegagalan mendapatkan poin, Sriwijaya FC tetap berada di peringkat 5 klasemen sementara Torabika Soccer Championship Tahun 2016 dengan total 43 poin dari 26 pertandingan. Sedangkan Persipura yang berhasil mendapatkan tiga poin, berada di peringkat 2 dengan total 49 poin dan kalah selisih gol dari Madura United yang mendapatkan total poin yang sama.

Setelah pertandingan ini, Sriwijaya FC akan menghadapi Semen Padang di Stadion Gelora Sriwijaya Jabaring, Palembang, Hari Jum'at tanggal 04 Oktober 2016. Pertandingan ini, rencananya akan disiarkan secara langsung oleh SCTV pada pukul 21.30 WIB. (Oyong Hairudin)

Sumber Gambar : radarindo

Rabu, 26 Oktober 2016

Tetes Air Mata Talaouhu Abdul Mushafry

Talaohu Abdul Mushafry meneteskan air mata ketika berhasil menciptakan gol ketika menghadapi Persija Jakarta hari Minggu tanggal 23 Oktober 2016 di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring

Sriwijaya FC memang berhasil mendapatkan kemenangan ketika menghadapi Persija hari Minggu tanggal 23 Oktober 2016 kemarin. Namun, kemenangan 2-1 tersebut tidak didapatkan dengan cara yang mudah. Nanak dan kawan-kawan, harus menunggu wasit meniup peluit tanda pertandingan baru berakhir sehingga bisa memastikan bahwa tiga poin berhasil didapatkan.

Dua gol yang diciptakan oleh pemain Sriwijaya FC, didapatkan dengan jatuh dan bangun terlebih dahulu. Hilton Moreira yang biasanya bermain baik sebelumnya, di pertandingan tersebut tidak bermain optimal. Beberapa peluang sering terbuang percuma. Kondisi itu dipersulit dengan ditariknya Alberto Goncalves karena cedera yang dialaminya, belum sembuh secara keseluruhan.

Bermain tanpa dua penyerang andalan dan ditambah dengan ditariknya Firman Utina, menjadikan permainan Sriwijaya FC tidak terlalu berwarnah. Firman Utina yang biasanya bertugas mengatur serangan dan memberikan umpan, tugasnya diambil oleh Yoo Hyun Koo. Sedangkan Alberto Goncalves yang masih cedera, digantikan oleh Talaohu Abdul Mushafry di menit 56.

Otomatis, dengan perjudian yang dilakukan oleh Widodo Cahyono Putro sebagai Pelatih setelah melihat situasi yang ada, merubah formasi Sriwijaya FC. Permainan pun berubah, menelusuri sisi kiri dan kanan pertahanan Persija. 

Ternyata, keberuntungan berpihak kepada klub yang berjuluk Laskar Wong Kito itu. Meski telah tertinggal satu gol, pemain Sriwijaya FC masih terus menekan pertahanan Persija. Berawal dari umpan yang diberikan oleh Supardi kepada M. Ridwan dan kemudian dikembalikan lagi kepada Supardi, tendangan kerasnya di menit 65, tidak mampu dihentikan oleh Reky Rahayu, penjaga gawang Persija. Kedudukan pun masih imbang 1-1.

Sampai dengan imbangnya kedudukan, Pelatih Persija yakni M. Zein Alhadad, belum melakukan pergantian pemain. Pemain Persija yang cenderung bertahan, terus dikepung oleh Airlangga Sucipto dan kawan-kawan. Kepungan tersebut sering membuat pertahanan Persija menjadi kerepotan.

Tidak lama berselang atau tepatnya di menit 85, serangan yang dilakukan oleh pemain Sriwijaya FC mendapatkan hasil. Berawal dari umpan pemain yang lainnya, Talaohu Abdul Mushafry yang mendapatkan bola, langsung mengontrolnya dengan dada dan melepaskan tendangan keras yang tidak mampu dihentikan oleh Penjaga Gawang Persija. Sriwijaya FC pun unggul 2-1.

Mushafry yang tidak menyangka bisa menciptakan gol, melakukan selebrasi tidak biasanya. Dia meluapkan emosinya dengan berlari ke arah pentonton dan melepaskan bajunya. Tentu, selebrasi melepaskan baju tersebut mendapatkan kartu kuning dari wasit karena saat ini selebrasi itu tidak diperbolehkan lagi. Selain itu, Mushafry juga melakukan selebrasi sujud syukur sebagai ucapan terima kasih kepada Sang Pencipta karena telah mengizinkannya untuk menciptakan gol dan membawa Sriwijaya FC mendapatkan kemenangan.

Tetes air mata juga mengiringi selebrasi gol yang dilakukan oleh Mushafry. Dia mengatakan, saat melakukan selebrasi itu, emosinya tidak terkontrol. Alasannya, gol tersebut tercipta disaat Sriwijaya FC merayakan hari jadi yang ke 12 tahun yakni tanggal 23 Oktober 2016. Selain itu, tanggal itu juga bertepatan dengan hari Ulang Tahun anaknya.

Syukurnya, keunggulan 2-1 yang diraih oleh Sriwijaya FC dari Persija, tidak berubah hingga wasit meniup peluit tanda pertandingan telah selesai. Tambahan tiga poin itu, menjadikan poin Sriwijaya FC saat ini yakni 43 dari 25 pertandingan dan berada di peringkat 5 klasemen sementara Torabika Soccer Championship Tahun 2016. (oyong Hairudin)

Sumber foto : tribunnews

Minggu, 23 Oktober 2016

Perjudian Widodo Cahyono Putro Berhadiah Tiga Poin

Pemain Sriwijaya FC, Wildansyah, bertarung dengan Penjaga Gawang Persija untuk memperebutkan bola di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, hari Minggu tanggal 23 Oktober 2016
PALEMBANG -- Sriwijaya FC berhasil mendapatkan tiga poin setelah mengalahkan Persija dengan skor akhir 2-1, hari Minggu tanggal 23 Oktober 2016 di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang. Dua gol kemenangan Sriwijaya FC disumbangkan oleh Supardi Nasir dan Talaohu Abdul Mushafry, sedangkan gol Persija diciptakan oleh Kenmogne.

Persija memulai pertandingan babak pertama, dengan melakukan serangan ke pertahanan Sriwijaya FC. Meskipun turun dengan pemain yang mempunyai karakter bertahan, ternyata serangan Persija cukup merepotkan pertahanan Sriwijaya FC. Mauricio Leal dan kawan-kawan, jatuh dan bangun mempertahankan daerahnya agar tidak kebobolan.

Pertahanan klub yang berjuluk Laskar Wong Kito itu, hanya mampu bertahan selama sebelas menit di awal babak pertama. Setelah itu, tepatnya di menit ke 12, melalui kombinasi permainan yang dilakukan oleh pemain Persija yakni Tosi dan Greg Nwokolo, Kenmogne mampu menggetarkan jala gawang Sriwijaya FC yang dijaga oleh Teja Paku Alam. Persija pun untuk sementara unggul 1-0 dari Sriwijaya FC.

Tertinggal satu gol, tentu saja memaksa pelatih Sriwijaya FC berfikir keras agar mampu menyamakan kedudukan. Apalagi, pertandingan tersebut bertepatan dengan hari jadi Sriwijaya FC yang ke 12 tahun. Namun sayang, hingga babak pertama berakhir, Persija masih tetap unggul.

Di awal Babak Kedua, Widodo Cahyono Putro yang merupakan Pelatih Sriwijaya FC, melakukan perjudian. Dia menarik keluar Firman Utina yang mungkin dinilai kurang optimal dan memasukkan Airlangga Sucipto guna mendampingi Alberto Goncalves.

Masuknya Airlangga, memang menambah daya serang Sriwijaya FC. Tetapi, umpan-umpan lambung dan terobosan dari lini tengah, tidak terlalu terlihat semenjak keluarnya Firman Utina. Airlangga sempat membahayakan gawang Persija, namun masih bisa digagalkan oleh lini belakang klub yang berjuluk Macan Kemayoran itu.


Meskipun sudah menggunakan dua penyerang, sepertinya belum memberikan kepuasan bagi Widodo. Buktinya, pelatih asal Cilacap itu kembali melakukan perjudian dengan menarik Alberto Goncalves dan menggantikannya dengan Musafry di menit ke 56.

Perjudian yang dilakukan oleh Widodo, ternyata berhasil. Sembilan menit kemudian, Sriwijaya FC berhasil menciptakan gol dan menyamakan kedudukan. Berawal dari umpan satu dan dua, bola yang diberikan oleh M. Ridwan, dimanfaatkan oleh Supardi dengan melakukan tendangan keras ke gawang Persija dan gagal diantisipasi oleh Reki Rahayu.

Keberhasilan menyamakan kedudukan, kembali meningkatkan motivasi pemain Sriwijaya FC. Pemain Persija yang sudah tidak terlalu ketat lagi pertahanannya, dimanfaatkan dengan baik oleh Wildansyah dan kawan-kawan. Melalui sisi kanan pertahanan Persija, Musafry yang tidak terkawal dengan baik, berhasil melepaskan tendangan keras yang juga tidak mampu dihentikan oleh Reky di menit 85. Keunggulan 2-1, tidak berubah hingga wasit meniup peluit tanda pertandingan telah selesai.

Keberhasilan mendapatkan tiga poin, merupakan kado indah yang diberikan oleh Supardi dan kawan-kawan di hari ulang tahun Sriwijaya FC sejak di take over tanggal 23 Oktober 2004 yang lalu. Kemenangan ini membawa Sriwijaya FC berada di peringkat tiga klasemen sementara dengan total 43 poin 25 pertandingan, tertinggal 6 poin dari Madura United yang saat ini berada di peringkat pertama. (oyong hairudin)

baca juga : Bubuk Kopi Ndung Kaba, Oleh-oleh Khas Gunung Dempo

Sumber gambar : superball

Kamis, 13 Oktober 2016

Sriwijaya FC Duduki Peringkat Dua, Geser Arema Cronus


PALEMBANG -- Sriwijaya FC berhasil mendapatkan kemenangan ketika menghadapi Persegres Gresik United di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, hari Kamis tanggal 13 Agustus 2016 dengan hasil akhir 3-0. Gol kemenangan klub yang berjuluk Laskar Wong Kito itu, diciptakan oleh Alberto Goncalves di menit 27, 37, dan 44.

Sriwijaya FC yang kembali diperkuat oleh Firman Utina dan Muhammad Ridwan setelah menyelesaikan Pelatihan Pelatih Lisensi C AFC, kembali bergairah. Umpan-umpan lambung dan juga umpan dari kaki ke kaki, diperagakan oleh anak asuh Widodo Cahyono Putro itu. Sayangnya, di dua puluh menit babak pertama, serangan yang diperagakan oleh pemain Sriwijaya FC, berhasil digagalkan oleh pemain Persegres Gresik United.

Persegres Gresik United yang lebih sering diserang oleh pemain Sriwijaya FC, mencoba melakukan serangan balik. Serangan yang dibangun melalui sayap kanan dan kiri pertahanan Sriwijaya FC, berhasil dikandaskan oleh Fachruddin Aryanto dan kawan-kawan.

Keberuntungan mulai berpihak kepada Sriwijaya FC. Berawal dari serangan yang dibangun di sisi kiri pertahanan Laskar Joko Samudro, julukan Persegres Gresik United, Muhammad Ridwan yang lolos dari kawalan pemain belakang, melepaskan umpan yang akurat kepada Alberto Goncalves. Alberto Goncalves yang unggul jumping, berhasil mengarahkan bola ke gawang Persegres Gresik United yang gagal dihentikan oleh Dimas Galih Pratama. Sriwijaya FC unggul 1-0.

Unggul satu gol, tidak menjadi alasan pemain Sriwijaya FC mengendurkan serangan. Umpan-umpan silang yang dimainkan oleh Firman Utina, sering membuat pendukung Persegres Gresik United menjadi berdebar-debar. Serangan tersebut akhirnya membuahkan hasil, di menit 37 dan 44, Alberto Goncalves kembali menciptakan gol. Hingga pertandingan babak pertama selesai, Sriwijaya FC unggul 3-0.

Di babak kedua, permainan sedikit keras. Pemain Persegres Gresik United yang sudah mendapatkan kartu kuning di menit ke 39 yakni Wismoyo Widhistio, kembali diberikan kartu kuning oleh wasit Faulur Rosy karena melakukan pelanggaran.  Dia pun akhirnya diberikan kartu merah setelah di menit 53, kembali mendapatkan kartu kuning yang kedua kalinya.

Tidak ada gol yang tercipta di babak kedua. Sriwijaya FC pun dipastikan mendapatkan tambahan tiga poin. Tambahan poin itu melambungkan Sriwijaya FC ke peringkat dua klasemen sementara dengan total 40 poin. Klub yang akan berulang tahun ke 12 tahun tanggal 23 Oktober 2016 itu, unggul selisih poin dari Arema Cronus dan Persipura, walaupun sama-sama mendapatkan 40 poin. Sriwijaya FC memiliki jumlah selisih gol yakni 20 gol, Arema 14 gol, dan Persipura Jayapura 14 Gol.

Pertandingan selanjutnya, Wildansyah dan kawan-kawan akan bertandang ke Makassar guna menghadapi PSM tanggal 17 Oktober 2016 di Stadion Andi Mattalatta. Pertandingan ini rencananya akan dilaksanakan pukul 14.00 WIB dan disiarkan secara langsung oleh Indosiar. (koransn.com)

Rabu, 12 Oktober 2016

Saatnya Sriwijaya FC Mendapatkan Kemenangan

Saatnya Sriwijaya FC Mendapatkan Kemenangan
PALEMBANG -- Sriwijaya FC akan kembali menjalani pertandingan di Torabika Soccer Championship Tahun 2016. Lawan yang akan dihadapi kali ini adalah Persegres Gresik United. Pertandingan tersebut akan dilaksanakan di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, hari Kamis tanggal 13 Oktober 2016 pukul 16.15 WIB dan akan disiarkan secara langsung oleh Indosiar.

Kemenangan merupakan target realistis yang harus didapatkan oleh anak asuh Widodo Cahyono Putro itu. Alasannya, dengan tambahan tiga poin, membuat persaingan Sriwijaya FC untuk merebut gelar juara, terbuka lebar. Karena, saat ini klub yang berjuluk Laskar Wong Kito itu tertinggal tujuh poin dari Madura United di peringkat pertama yang sudah mendapatkan 44 poin.

Apalagi, di pertandingan tersebut dua pemain andalan Sriwijaya FC yakni Muhammad Ridwan dan Firman Utina yang absen pada dua pertandingan sebelumnya karena mengikuti Pelatihan Pelatih Lisensi C AFC, sudah bisa diturunkan.

"Kita berharap, dengan kembalinya Firman, tempo permainan bisa kembali didapatkan dan umpan-umpan ke Pemain Depan juga bisa optimal." kata Widodo Cahyono Putro, Pelatih Sriwijaya FC,

Sementara itu, Firman Utina setelah tiba di Palembang, langsung menjalani latihan bersama dengan pemain yang lainnya. Dia mengakui bahwa selama menjalani pelatihan Pelatih tersebut, dirinya tidak lupa untuk memanfaatkan waktu luang untuk latihan dengan tujuan ketika tiba di Palembang, kondisi fisiknya tidak menurun.

"Kami disana melakukan simulasi sebagai pemain dan juga pelatih. Program simulasinya juga dibuat sama seperti di klub. Ketika menjadi pemain, saya gunakan waktu yang ada dengan bersungguh-sungguh latihan. Jadi, kesempatan itu saya manfaatkan untuk menjaga kondisi fisik." jelas Firman Utina, seperti dirilis oleh sindonews.com.

Sayangnya, kehadiran Firman Utina dan Muhammad Ridwan, bersamaan dengan absennya Achmad Jufrianto dan Ichsan Kurniawan. Achmad Jufrianto harus absen karena harus menjalani hukuman larangan bermain setelah mendapatkan dua kali kartu kuning pada pertandingan yang berbeda. Sedangkan Ichsan Kurniawan, harus absen karena menderita cedera Anterior Cruciate Ligament (ACL).

Sumber Gambar : sindonews.com 

Selasa, 11 Oktober 2016

Widodo Cahyono Putro Akui Kekurangan Sriwijaya FC

Pelatih Sriwijaya FC, Widodo Cahyono Putro, mengakui bahwa di dua pertandingan tersebut terdapat kelemahan yang sangat signifikan di tim asuhannya. Hilangnya Firman Utina yang merupakan pengatur serangan klub berjuluk Laskar Wong Kito itu, membuat serangan yang dibangun, menjadi sia-sia.

PALEMBANG -- Dua kekalahan beruntun yang didapatkan oleh Sriwijaya FC yakni kalah 0-4 dari tim tamu Bhayangkara FC tanggal 02 Oktober 2016 yang lalu dan kalah 1-0 dari tuan rumah Mitra Kukar hari Minggu tanggal 09 Oktober 2016 kemarin, memberikan kesempatan bagi jajaran pelatih untuk melakukan evaluasi. Harapannya, tentu saja adalah agar mendapatkan kemenangan pada pertandingan selanjutnya.

Pelatih Sriwijaya FC, Widodo Cahyono Putro, mengakui bahwa di dua pertandingan tersebut terdapat kelemahan yang sangat signifikan di tim asuhannya. Hilangnya Firman Utina yang merupakan pengatur serangan klub berjuluk Laskar Wong Kito itu, membuat serangan yang dibangun, menjadi sia-sia.

"Harus saya akui, memang kehilangan Firman dan Ichsan Kurniawan, membuat permainan Sriwijaya FC kurang berkembang. Tetapi, bagaimanapun dan dalam kondisi apapun, saya berharap pemain bisa berusaha mencetak gol. Jangan sampai lupa untuk menciptakan gol." katanya, seperti ditulis oleh Harian Umum Sriwijaya Post terbitan hari Selasa tanggal 11 Oktober 2016.

Sampai dengan pertandingan ke 22, Sriwijaya FC memang termasuk klub yang paling produktif jika dibandingkan dengan peserta yang lainnya. Kini, Sriwijaya FC sudah menciptakan 38 gol dan kebobolan sebanyak 21 kali. Sementara itu, Madura United yang berada di peringkat pertama, baru menciptakan 37 gol dan sudah kebobolan 28 gol serta mendapatkan 44 poin.

Kini, Sriwijaya FC berada di peringkat lima klasemen sementara dengan total 37 poin dari 22 pertandingan. Mauricio Leal dan kawan-kawan, sudah mendapatkan sepuluh kali kemenangan, tujuh kali hasil imbang, lima kali kekalahan, tiga puluh delapan kali mencetak gol ke gawang lawan, dan dua puluh satu kali kebobolan.

Selain mengakui bahwa tidak adanya Firman Utina dan Ichsan Kurniawan, turut mempengaruhi permainan Laskar Wong Kito, Widodo Cahyono Putro juga menyatakan, lawan sudah mulai mengerti taktik yang dimainkannya sehingga mampu melayani permainan yang diperagakan oleh Ahmad Jufrianto dan kawan-kawan.

"Kompetisi memang sudah lebih dari separuh. Mungkin, lawan sudah membaca taktik yang kita peragakan sehingga pemain kita tidak bergerak dengan leluasa." tambahnya.

Pertandingan selanjutnya, Sriwijaya FC bertindak sebagai tuan rumah menghadapi Persegres Gresik United di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring hari Kamis tanggal 13 Oktober 2016. Pertandingan ini rencananya juga akan disiarkan secara langsung oleh Indosiar Pukul 16.15 WIB. (koransn.com)

Senin, 10 Oktober 2016

Widodo Cahyono Putro : "Kita Jangan Putus Asa"

Widodo Cahyono Putro :
PALEMBANG -- Sriwijaya FC gagal mendapatkan kemenangan ketika menghadapi tuan rumah Mitra Kukar hari Minggu tanggal 09 Oktober 2016 di Stadion Aji Imbut, Tenggarong. Di pertandingan itu, Mitra Kukar berhasil mendapatkan tiga poin setelah gol tunggal Marlon Da Silva De Moura pada menit 55, tidak mampu dibalas oleh pemain Sriwijaya FC hingga peluit tanda berakhirnya pertandingan dibunyikan.

Menyikapi hasil ini, Widodo Cahyono Putro yang merupakan Pelatih Sriwijaya FC, mengajak semua pemain dan juga pendukung Sriwijaya FC untuk menatap laga tersisa dengan keyakinan mampu mendapatkan yang terbaik.

"Kita tidak boleh putus asa dan kita harus bangkit. Persaingan untuk memperebutkan gelar juara Torabika Soccer Championship masih ketat." ajak Mantan Assisten Pelatih Tim Nasional Indonesia itu.

Kegagalan mendapatkan tiga poin, mengharuskan Sriwijaya FC berada di peringkat lima klasemen sementara dengan total 37 poin dari 22 pertandingan. Sampai saat ini, klub yang berjuluk Laskar Wong Kito itu, sudah mendapatkan sepuluh kali kemenangan, tujuh kali hasil imbang, lima kali kekalahan, tiga puluh delapan kali mencetak gol ke gawang lawan, dan dua puluh satu kali kebobolan.

Sementara itu, di peringkat empat diduduki oleh Bhayangkara FC yang sudah mendapatkan 39 poin dari dua puluh satu pertandingan yang telah dijalaninya. Namun, Bhayangkara FC berkemungkinan besar menduduki peringkat dua menggeser Arema Cronus dan Persipura apabila mampu mendapatkan kemenangan pada satu pertandingan yang belum dijalaninya. Alasannya, Arema Cronus berada di peringkat dua dengan 40 poin dan Persipura baru mendapatkan 39 poin. Kedua klub ini sama-sama sudah memainkan 22 pertandingan.

Sementara itu, di puncak klasemen masih berdiri dengan kokoh Madura United. Saat ini, klub yang berjuluk Laskar Sape Kerrab itu sudah mendapatkan 44 poin dari dua puluh dua pertandingan. Madura United mendapatkan tiga belas kali kemenangan, lima kali hasil imbang, empat kali kekalahan, tiga puluh tujuh kali memasukkan bola ke gawang lawan, dan dua puluh tujuh kali kebobolan.

Sriwijaya FC akan kembali menjalani pertandingan selanjutnya di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, hari Kamis tanggal 13 Oktober 2016 pukul 16.15 WIB melawan Persegres Gresik United. Rencananya, pertandingan tersebut akan disiarkan secara langsung oleh Indosiar. (oyonghairudin

Sumber Gambar : www.indonesiansc.com

Rabu, 05 Oktober 2016

Mungkinkah Sriwijaya FC Dihadang Jadi Juara?

Pelatih Sriwijaya FC di Torabika Soccer Championship Tahun 2016, Widodo Cahyono Putro (sumber gambar : internet)
Pelatih Sriwijaya FC di Torabika Soccer Championship Tahun 2016, Widodo Cahyono Putro (sumber gambar : internet)
SRIWIJAYA FC INFO -- Sriwijaya FC membawa beban berat saat lawatan ke kandang Mitra Kukar di Stadion Aji Imbut, Tenggarong, Minggu (09/10) nanti dalam lanjutan Indonesia Soccer Championship (ISC) A 2016.

Pada laga penting itu, Laskar Wong Kito dipastikan belum bisa menggunakan tenaga Firman Utina dan M Ridwan. Menyusul di perpanjangnya waktu kursus kepelatihan lisensi C AFC yang diikuti kedua pemain tersebut hingga Sabtu (08/10). Padahal tadinya, pelaksanaan kursus berakhir (06/09).

Kondisi tersebut jelas sangat merugikan tim kebanggaan masyarakat Sumatera Selatan ini. Apalagi disaat bersamaan, SFC juga harus merelakan dua punggawa lainnya, Ichsan Kurniawan dan Fachruddin Aryanto untuk memenuhi panggilan pemusatan latihan tim nasional Indonesia di Stadion Maguwoharjo Sleman, Yogyakarta 6 - 10 Oktober.

Absennya empat pemain yang menjadi langganan starter tersebut, jelas membuat kekuatan SFC menjadi timpang saat bertandang ke markas Naga Mekes, julukan Mitra Kukar. Sebelumnya, SFC juga tidak bisa menurunkan komposisi terbaiknya saat di permalukan Bhayangkara FC 0-4, lantaran Yu Hyun Koo terkena akumulasi kartu kuning dan tidak diberikannya izin kepada Firman dan Ridwan oleh PSSI selaku penyelenggara kursus.

Situasi ini membuat banyak pihak berpendapat dan menduga jika SFC sengaja di gembosi. Sebagai upaya menjegal langkah Supardi Nasir dkk untuk menjadi juara. Mengingat, pada awal putaran kedua ISC, SFC tampil trangginas dengan menggasak Persiba 3-1, Persib 3-0 dan Madura United 2-5.

Terkait hal ini, Pelatih SFC Widodo Cahyono Putro menyatakan, pihaknya harus menerima kenyataan tersebut dan tidak mau berifikir negatif serta memilih fokus untuk mempersiapkan diri sebaik mungkin.

"Mau bagaimana lagi, kita harus tetap fokus dan segera mencari pengganti pemain yang absen. Untuk lini tengah, kita sudah bisa memainkan Yu Hyun Koo. Sedangkan pengganti Firman, bisa kita mainkan Ahmad Jufrianto atau Hapit Ibrahim," jelasnya. (detiksumsel)

Mantan Pemain Liga Spanyol Siap Bantu Mitra Kukar Kalahkan Sriwijaya FC

Mantan gelandang klub Spanyol, Villarreal B, Victor Herrero (sumber foto : jawapos.com)
Mantan gelandang klub Spanyol, Villarreal B, Victor Herrero (sumber foto : jawapos.com)
SRIWIJAYA FC INFO - Mantan gelandang klub Spanyol, Villarreal B, Victor Herrero, berjanji sekuat tenaga membantu Mitra Kukar mencuri poin penuh dari Sriwijaya FC di Stadion Aji Imbut, Tenggarong, Minggu (9/10). 

Meski kehilangan lima pemain kunci, tak menyurutkan keyakinan pemain yang akrab disapa Pulga itu. Pasalnya, tim berjuluk Naga Mekes tersebut masih memiliki keuntungan lain, yakni tampil di depan pendukung setianya. 

Bergabung di putaran kedua Indonesia Soccer Championship (ISC), Pulga memegang peranan penting di lini tengah tim besutan Jafri Sastra. Pemain yang pernah menghuni skuad Villarreal B tersebut yakin Mitra Kukar akan memetik hasil positif saat menjamu Sriwijaya FC di Stadion Aji Imbut. 

“Menghadapi Sriwijaya FC adalah partai yang cukup berat karena kami kehilangan beberapa pemain penting. Tapi, sebagai pemain saya akan memberikan hasil maksimal di pertandingan nanti,” bebernya kepada Kaltim Post (Jawa Pos Group). 

Selain itu, dia berharap agar Mitra Mania -pendukung setia Mitra Kukar- bisa membantu perjuangan tim kesayangan dengan datang langsung ke Stadion Aji Imbut. 

 “Dalam situasi seperti ini, kami butuh dukungan tambahan dari suporter. Nyanyian dan yel-yel dari Mitra Mania sangat kami nantikan,” pungkas mantan pemain Kerala Blaster FC itu. (jawapos)